Kamis 21 April 2022, 19:02 WIB

Atasi Stres dengan Meningkatkan Kualitas Tidur

mediaindonesia.com | Humaniora
Atasi Stres dengan Meningkatkan Kualitas Tidur

Ist/Ilustrasi.
Ilustasi. Seorang yang baru bangun dengan kondisi segar karena tidur yang cukup dan berkualitas.

 

DI masa pandemi covid-19 yang serba susah, sepertinya semakin banyak orang yang sering merasa khawatir, cemas, depresi, stress, dan susah tidur. Tentu hal ini bukanlah masalah sepele, sebab bisa menurunkan produktivitas hidup.

Untuk mencari tahu sebesar apa dampak kecukupan tidur terhadap kesehatan mental, para peneliti dari University of California, Berkeley, telah melakukan studi yang melibatkan 330 orang berusia 18 hingga 50 tahun.

Selama masa studi, peneliti melakukan pemeriksaan MRI dan polysomnography atau tes kesehatan untuk mendiagnosis gangguan tidur pada tiap peserta.

Tujuan dari pemeriksaan itu adalah untuk mengukur gelombang otak ketika mereka menonton video klip yang emosial.

Aktivitas tersebut dilakukan dua kali, yaitu setelah peserta mendapatkan waktu tidur yang cukup dan setelah peserta mengalami kurang tidur.

Hasilnya, studi yang diterbitkan dalam jurnal Nature Human Behavior ini menemukan, kurang tidur berkontribusi dalam meningkatkan kecemasan yang menjadi salah satu gejala stres.

Kondisi itu terjadi karena kurang tidur dapat menutup area abu-abu pada otak yang disebut dengan medial prefrontal cortex (mPFC). Area tersebut memiliki fungsi untuk mengatur dan menekan rasa cemas.

Sementara itu, Dr Eti Ben Simon dari Centre for Human Sleep Science menambahkan, penelitian-penelitian tersebut membuktikan bahwa kurang tidur dapat meningkatkan perasaan cemas dan stres. Sebaliknya, tidur yang cukup dan nyenyak justru dapat mengurangi stres.

Baca juga: Mengenal Gangguan OCD

Cara konvensional untuk meredakan gejala cemas, susah tidur dan stres umumnya adalah dengan mengonsumsi obat-obatan.

Namun ternyata ada cara lain yang bisa dilakukan, yakni dengan menggunakan selimut berat Naim Sleep.

 "Sebagai solusi alternatif kami temukan dalam bentuk selimut berat atau weighted blanket. Kami melihat ini sebagai solusi yang lebih sehat dan tidak ada side effects yang negatif," ucap Albert selaku owner Naim Sleep dalam keterangan pers, Kamis (21/4).

Albert menjelaskan terkait ide dasar dibuatnya Naim Sleep weighted blanket. Menurutnya, selimut berat dapat membantu menaikan kualitas tidur secara signifikan.

Cocok untuk semua orang, terlebih untuk orang yang lifestyle-nya hectic, gampang terbangun waktu tidur, memiliki banyak pikiran, susah pulas, mempunyai gejala seperti autism, panic attack, stress, Obsessive compulsive disorder (OCD), insomnia, dan susah relaks.

"Selimut berat menggunakan konsep DPTS (Deep Pressure Touch Stimulation). Rasanya seperti diberikan tekanan lembut yang menenangkan hati dan pikiran kita," katanya.

"Seperti bayi yang biasanya kalau tidur suka dikasih bantal tipis di dada oleh ibunya. Itu gunanya supaya bisa tidur lebih tenang dan lebih lama," ujar Albert.

"Nah, Naim Blanket dapat membantu memberikan ketenangan sehingga bisa tidur dengan pulas. Bukan hanya dapat meningkatkan kuantitas tapi juga kualitas tidur," jelasnya.

Sebagai keunggulan menggunakan selimut berat, efeknya antara lain: meningkatkan dopamine dan serotonin sehingga mood happy meningkat. Selain itu, oxycotin juga meningkat dan membuat badan menjadi tenang.

"Hormon stress cortisol menurun dan melatonin meningkat, membantu tidur lebih lelap. Dengan istirahat yang berkualitas tentunya dapat membantu meningkatkan fokus dan produktivitas," ucapnya.

Albert menambahkan, konsep DPTS ini sudah ditemukan di Amerika pada tahun 1998. Namun baru sejak tahun 2018 produk weighted blanket ini mulai dikenal semakin banyak orang.

Naim Sleep sendiri didirikan sejak awal 2021 lalu dengan tujuan dapat dirasakan manfaatnya oleh semua orang Indonesia. Kami bangga semua produk Naim Sleep diproduksi 100% oleh para penjahit lokal.

Segmentasi marketnya pun terbilang sangat luas. Sebab selimut ini bisa digunakan oleh siapa saja yang ingin memperbaiki kualitas tidurnya. Selimutnya pun bisa digunakan oleh anak kecil berusia 4 tahun.

"Cocok digunakan oleh penderita anxiety, depresi, kanker, ADHD, dan autis. Semua tujuannya untuk memberikan ketenangan supaya bisa relaks dan istirahat yang berkualitas," tambahnya.

Bahan baku yang digunakan bersifat anti bacterial dan hypoallergenic. Artinya aman digunakan untuk kulit sensitif.

Ada dua macam pilihan bahan: katun premium atau katun premium bamboo. Keduanya sejuk dan sangat nyaman untuk dipakai.

Ke depan, pihaknya juga akan terus berinovasi dan memberikan layanan terbaik seperti garansi produk dan garansi tukar berat inner blanket. Bahkan, direncanakan akan menambah produk-produk baru yang menarik.

 "Tentu paling utama adalah kepuasan pelanggan. Kami selalu mendengar input-input dari customer dan memberikan layanan yang terbaik," pungkasnya. (RO/OL-09)

Baca Juga

Antara

BRIN Jajaki Peluang Kerja Sama di Bidang Nuklir dengan Prancis

👤Faustinus Nua 🕔Minggu 03 Juli 2022, 14:23 WIB
Prancis merupakan salah satu negara Eropa yang sangat maju di bidang teknologi nuklir. Indonesia pun berharap dapat menjalin kerja sama...
MI/Susanto

Naib Amirul Hajj Minta Pemberangkatan Haji Tahun Depan Lebih Selektif

👤Basuki Eka Purnama 🕔Minggu 03 Juli 2022, 14:00 WIB
"Saya kira ini jadi perhatian kami ke depan agar lebih selektif untuk berangkat jamaah haji Indonesia, dipastikan yang berangkat...
ANTARA/Idhad Zakaria

Dokter Ingatkan Agar Segera Sikat Gigi Setelah Makan

👤Basuki Eka Purnama 🕔Minggu 03 Juli 2022, 13:30 WIB
Plak gigi terbentuk dari sisa makanan yang menempel pada gigi. Sisa makanan yang tidak dibersihkan akan berubah menjadi lapisan lengket...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya