Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
KURANGNYA asupan cairan dan pola makan yang tidak teratur selama bulan Ramadan cenderung menimbulkan masalah pada kulit seperti bibir kering, bibir pecah-pecah, hingga jerawat. Hal itu dikatakan kata dokter spesialis kulit Kardiana Dewi.
Namun, tidak perlu khawatir. Berikut adalah tips sederhana namun jitu untuk menjaga kesehatan kulit selama bulan Ramadan menurut Kardiana, dikutip Senin (18/4).
Selama Ramadan, pastikan asupan cairan dalam tubuh Anda terpenuhi guna menjaga kelembapan kulit. Diketahui, manusia membutuhkan minimal 1,5 hingga 2 liter atau 8 gelas air putih setiap harinya.
Baca juga: Lansia Disarankan Tetap Rawat Kulit
Kardiana menyarankan untuk minum dua gelas saat sahur dan sebelum imsak, lalu enam gelas saat berbuka puasa hingga sebelum tidur.
"Hindari minuman berkalori tinggi, serta gula yang berlebih, seperti soda atau sirup, karena dapat menyebabkan timbulnya permasalahan pada kulit terutama yang sensitif, seperti jerawat, iritasi hingga eksim," tambah dia.
Hindari mandi terlalu lama terlebih menggunakan air yang terlalu panas karena dapat menghilangkan minyak alami kulit sehingga kulit menjadi kering dalam jangka panjang.
Aktivitas scrubbing juga sebaiknya dilakukan cukup seminggu sekali.
Makanan yang dikonsumsi juga ternyata dapat mempengaruhi kulit. Kurma, misalnya. Kardiana mengatakan, konsumsi kurma secara wajar dapat membuat kulit menjadi lembut.
"Selain itu, mengonsumsi sayur dan buah-buahan dengan kandungan air tinggi, seperti semangka, pepaya, jeruk dan nanas, juga dapat menjaga kelembaban kulit," ujarnya.
Kardiana menyarankan untuk memilih pelembap bertekstur ringan atau water based untuk kulit berminyak. Sedangkan untuk kulit kering, pilih pelembap yang teksturnya lebih pekat atau creamy.
"Jika sedang mengalami masalah eksim pada kulit, gunakan lotion dengan kandungan hypoallergenic," imbuhnya.
Meskipun rangkaian perawatan kecantikan kulit tetap harus dijalankan secara rutin selama Ramadan, hindari produk eksfoliasi yang dapat mengikis sel-sel kulit untuk sementara. Pasalnya, selama puasa, kondisi kulit cenderung lebih kering dari biasanya.
"Cek kandungan pada skincare. Bagi yang memiliki kulit kering, hindari dulu produk yang mengandung cairan acid seperti AHA, BHA, retinol dan sebagainya karena dapat menimbulkan iritasi," kata Kardiana. (Ant/OL-1)
Selama berpuasa, tubuh tidak menerima asupan makanan dan minuman dalam waktu yang cukup lama. Hal ini bisa menyebabkan bau mulut.
Keunggulan utama pangan lokal terletak pada kandungan nutrisi alaminya yang mampu menjaga kebugaran selama menjalankan ibadah puasa.
Pemilihan asupan yang tepat, terutama buah-buahan, menjadi faktor penentu agar tubuh kembali bugar dan tetap sehat sepanjang bulan Ramadan.
Saat berpuasa ramadan, pelari perlu memperhatikan tiga aspek utama: timing (pengaturan waktu), intensitas, dan kondisi fisik.
SALAH satu ibadah yang dilaksanakan umat Islam di bulan Ramadan ialah iktikaf.
PERUBAHAN rutinitas selama bulan Ramadan tidak hanya memengaruhi pola makan dan jam tidur, tetapi juga kondisi kulit dan rambut.
Kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan kulit secara menyeluruh terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir.
PENDEKATAN dalam dunia estetika terus mengalami evolusi.
MEMASUKI usia 30-an, tanda-tanda penuaan dini seperti garis halus dan bintik hitam mulai menjadi kekhawatiran utama, nutrisi dari dalam memegang peranan hingga 70%.
PEMANFAATAN teknologi stem cell atau sel punca saat ini semakin meluas di bidang kesehatan dan perawatan tubuh, termasuk untuk kulit wajah.
Kurang tidur, stres, merokok, dan konsumsi alkohol, bisa mendorong munculnya kulit kusam.
Brightlogy diperkenalkan sebagai face cream dengan kandungan 1% hexylresorcinol yang diklaim setara dengan 4% hydroquinone, bahan pencerah yang penggunaannya diatur secara ketat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved