Headline
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
YLKI mengultimatum pemerintah agar melakukan tindakan korektif yang nyata.
Kumpulan Berita DPR RI
KONSUMSI karbohidrat selama berpuasa sebaiknya diterapkan secara benar guna mencegah munculnya penyakit diabetes. Apalagi sudah menjadi tradisi di bulan puasa selalu dipenuhi dengan ragam takjil yang kerap didominasi makanan manis dan gorengan.
Dokter spesialis penyakit dalam Syahidatul Wafa memberikan kiat membagi asupan karbohidrat yakni jenis sederhana dan kompleks yang benar selama Ramadan.
Staff Divisi Endokrin, Metabolik, dan Diabetes Departemen Penyakit Dalam Rumah Sakit Ciptomangunkusumo (RSCM)-Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) itu mengatakan, saat berbuka puasa, sebaiknya Anda memilih karbohidrat sederhana semisal makanan manis, namun tak berlebihan.
"Untuk berbuka memang konsumsi air putih dulu, kemudian disarankan mengonsumsi karbohidrat sederhana untuk mencegah gula darah semakin nge-drop atau hipoglikemi," ujar dia dalam Virtual Media Briefing #BeatDiabetes2022 Warrior, Kamis (7/4).
Baca juga: Ini 7 Macam Karbohidrat yang Bisa Bantu Jaga Tekanan Darah Anda
Menurut Wafa, saat berpuasa tubuh tak mendapatkan asupan makanan dan minuman yang berisiko menyebabkan gula darah menjadi turun. Apabila saat berbuka tubuh tak segera mendapatkan gula sederhana, dapat menyebabkan gula darah menjadi semakin turun.
Mengenai jumlah, dia menyarankan Anda mengontrolnya agar tak berlebihan. Anda bisa mengimbangi asupannya dengan hidangan tanpa gula.
"Misalnya kita konsumsi yang ada gula sederhananya, karbohidrat sederhana, tidak berlebihan. Selebihnya bisa kita konsumsi makanan manis yang tanpa gula, itu akan jauh lebih," kata Wafa.
Sementara saat sahur, Anda sebaiknya mengonsumsi makanan dengan karbohidrat kompleks, yang dalam tubuh akan dipecah secara bertahap. Asupan karbohidrat kompleks memungkinkan Anda merasa kenyang lebih lama.
"Ini menurunkan risiko gula naik secara signifikan (cepat naik), gula jadi lebih stabil kalau kita konsumsi karbohidrat kompleks. Misalnya makanan yang banyak mengandung serat, sayuran, buah-buahan," tuturnya.
Dia juga mengingatkan Anda mengonsumsi cairan dalam jumlah cukup agar tubuh tetap terhidrasi dan membatasi asupan lemak termasuk makanan yang digoreng dengan minyak.
Founder Komunitas Sobat Diabet dr. Rudy Kurniawan, Sp.PD menambahkan, saat berbuka puasa maupun sahur, Anda sebenarnya bisa memilih jenis makanan sehat tanpa perlu mengorbankan rasa.
"Entah berbuka atau sahur pilih jenis makanan. Yang enak belum tentu sehat tetapi kita bisa pilih makanan enak dan tetap sehat," ungkapnya.(Ant/OL-5)
Pengenalan puasa yang dilakukan dengan paksaan berisiko menimbulkan tekanan emosional yang berdampak negatif pada kesehatan mental anak.
Puasa justru menjadi momentum terbaik untuk terapi lambung karena organ pencernaan mendapatkan waktu istirahat.
Ketidaksiapan mental sering kali memicu kecemasan saat menghadapi perubahan pola hidup selama sebulan penuh saat Ramadan.
Pemicu utama maag atau dispepsia adalah naiknya asam lambung akibat pola makan yang tidak terjaga.
Masyarakat diingatkan untuk memperhatikan asupan mikronutrien guna menjaga daya tahan tubuh, terutama karena Ramadan tahun ini diprediksi bertepatan dengan musim hujan.
Oahraga yang dilakukan sesaat setelah sahur sangat tidak dianjurkan. Hal ini karena aktivitas fisik di pagi hari saat berpuasa dapat memicu dehidrasi.
Nutrisi olahraga menjadi faktor penting yang menentukan energi, performa, dan pemulihan tubuh saat berolahraga.
Banyak orang mengeluhkan rasa cepat lapar setelah makan mi instan, padahal makanan ini sering dianggap praktis dan mengenyangkan.
Setiap sendok nasi putih yang tampak sederhana ternyata menyimpan risiko besar bagi kesehatan.
Karbohidrat tetap dibutuhkan tubuh terutama dalam memasok energi ke otak.
Banyak orang yang tengah berdiet memilih menghindari karbohidrat demi menurunkan berat badan lebih cepat. Padahal, langkah ekstrem ini justru bisa berdampak buruk bagi tubuh.
Untuk menentukan porsi karbohidrat, seperti nasi, pasta, kentang atau karbohidrat lainnya, ukurlah dengan satu kepalan tangan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved