Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
WORTEL (Daucus carota) telah lama dikenal sebagai "superfood" dari kategori sayuran akar. Meski identik dengan kesehatan indra penglihatan, penelitian medis terus memperkuat bukti bahwa sayuran renyah ini memiliki peran krusial dalam pencegahan penyakit kronis, mulai dari diabetes hingga kanker.
Sayuran ini merupakan sumber makanan yang kaya akan vitamin, mineral, dan senyawa antioksidan. Selain itu, wortel juga dinilai rendah kalori, sehingga mendukung kesehatan Anda sebagai bagian dari diet kaya nutrisi.
Wortel terdiri dari 86-95% air dan merupakan sumber karbohidrat yang sehat. Satu buah wortel berukuran sedang (sekitar 61 gram) hanya mengandung sekitar 25 kalori, menjadikannya camilan ideal bagi mereka yang sedang menjaga berat badan.
Wortel mengandung pati dan gula, namun memiliki peringkat rendah pada indeks glikemik (IG). Hal ini membuatnya sangat bermanfaat untuk dikonsumsi penderita diabetes karena tidak memicu lonjakan gula darah secara mendadak.
Wortel mengandung dua jenis serat yang bekerja ganda untuk kesehatan tubuh:
Warna wortel menentukan jenis antioksidan dominan yang terkandung di dalamnya:
Kandungan karotenoid dalam wortel dapat membantu melindungi dari beberapa jenis kanker, seperti kanker prostat, usus besar, dan lambung. Penelitian menunjukkan perempuan dengan kadar karotenoid yang tinggi memiliki risiko lebih rendah terhadap kanker payudara.
Kadar kolesterol tinggi merupakan faktor risiko utama penyakit jantung. Serat larut dalam wortel membantu mengikat kolesterol di sistem pencernaan sehingga tidak terserap ke dalam darah.
Sebagai makanan rendah kalori, wortel dapat meningkatkan rasa kenyang (satiety) dan mengurangi asupan kalori pada jam makan berikutnya. Ini menjadikannya komponen penting dalam menu diet sehat.
Tips Sehat: Penyerapan beta-karoten dari wortel akan meningkat signifikan jika dikonsumsi bersama sedikit lemak sehat, seperti minyak zaitun atau alpukat, karena Vitamin A bersifat larut dalam lemak.
Ya, mengonsumsi wortel setiap hari sangat baik bagi kesehatan. Namun, konsumsi dalam jumlah yang sangat besar secara terus-menerus dapat menyebabkan carotenemia (kulit tampak kekuningan sementara), yang akan hilang dengan sendirinya saat konsumsi dikurangi.
Keduanya memiliki keunggulan. Wortel matang memudahkan tubuh menyerap beta-karoten, sementara wortel mentah mempertahankan kandungan Vitamin C dan memiliki indeks glikemik yang lebih rendah. (Helthline/Z-10)
Temukan 15 manfaat daun kelor sebagai superfood dunia. Panduan lengkap cara mengolah daun kelor agar nutrisi terjaga untuk cegah stunting hingga diabetes.
Penelitian terbaru mengungkap tunas bambu (rebung) berpotensi menjadi superfood global yang ampuh mengontrol gula darah hingga kesehatan jantung.
Kerang abalon kaya protein, omega-3, vitamin B12, dan mineral esensial. Konsumsi abalon rutin dapat meningkatkan daya tahan tubuh.
Para ilmuwan Universitas Oxford berhasil mengembangkan superfood khusus untuk lebah madu yang mampu meningkatkan anakan hingga 15 kali lipat.
Tahukah kamu? Tomat menyimpan segudang manfaat hebat untuk kesehatan tubuh dari ujung rambut hingga kaki!
Obesitas adalah penyakit kronis kompleks. Dokter spesialis gizi ungkap faktor hormonal dan sel memori yang bikin berat badan susah turun. Simak solusinya!
Obesitas bukan sekadar berat badan berlebih, tapi penyakit kronis. Simak penjelasan dr. Vardian Mahardika mengenai risiko PCOS, Alzheimer, hingga sleep apnea.
Penyumbatan jantung atau Penyakit Jantung Koroner (PJK) terjadi akibat penumpukan plak (lemak, kolesterol, dan kalsium) pada arteri koroner.
Laporan terbaru World Obesity Federation memperingatkan ledakan obesitas anak pada 2040. Simak data mengejutkan dan dampaknya terhadap kesehatan generasi mendatang.
Ketika Mahkamah Konstitusi menyatakan bahwa penyakit kronis dapat dikategorikan sebagai disabilitas, maka negara sedang memperluas cakupan perlindungan agar lebih inklusif.
Kabar baik! MK putuskan penyakit kronis kini bisa masuk kategori disabilitas. Simak syarat asesmen medis dan prinsip pilihan sukarela dalam Putusan MK No. 130/2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved