Headline
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Kumpulan Berita DPR RI
PSIKOLOG lulusan Universitas Indonesia Saskhya Aulia Prima membagikan kiat agar aktivitas mengemil atau mengunyah camilan dan makanan ringan menjadi bentuk self reward yang baik bagi kesehatan mental.
"Di penelitian yang saya temukan, kegiatan mengunyah sendiri itu jadi salah satu cara orang menurunkan stres. Memang ketika mengunyah itu ada bagian-bagian otak yang memudahkan kita untuk tidak merasa terlalu stres atau cemas," kata Saskhya dalam konferensi pers secara virtual, dikutip Kamis (10/3).
Ia menambahkan kegiatan mengemil dapat dijadikan self reward yang bermanfaat untuk mengistirahatkan pikiran sejenak setelah menjalankan kesibukan atau tuntutan pekerjaan dalam satu hari.
Baca juga: Survei: Mayoritas Responden Mengaku Ngemil untuk Tingkatkan Kesehatan Mental
"Sebetulnya self reward boleh dan sesuatu yang perlu kita latih. Dengan menerapkan self reward, kita memberi ruang untuk diri sendiri, dapat feedback yang baik untuk diri sendiri sehingga jadi memotivasi kita kembali," ujar Co-founder Rumah Psikologi Tiga Generasi itu.
Menurut Saskhya, self reward berkaitan dengan rasa keberhargaan, penerimaan, dan kepercayaan diri seseorang.
Namun, ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak salah kaprah menerapkan self reward dan melakukan aktivitas ngemil secara berlebihan dalam durasi waktu yang relatif sering sebab akan membawa dampak negatif.
Saskhya juga mengingatkan untuk senantiasa mengimbangi ngemil dengan olahraga serta kebutuhan dasar dan kewajiban aktivitas lainnya, mulai dari waktu tidur, makan utama, hingga pekerjaan.
"Jadi, semuanya seimbang antara kita memang mau self reward, menyamankan diri, dan menjaga kesehatan fisik serta mental," tuturnya.
Agar dapat membawa dampak positif, Saskhya menyarankan agar kegiatan mengemil dibarengi dengan metode mindful eating atau memfokuskan diri pada makanan yang tersaji tanpa gangguan sehingga stres rilis dengan baik.
"Walaupun aku tahu, ini kadang-kadang sering terjadi, kita ngemil sambil mengetik. Tapi itu justru membuat otak kita tidak diberi waktu istirahat, baterai kita tidak ter-charge lagi, karena semuanya kita paksa. Jadi kita stop dulu beberapa menit, menikmati dulu waktu ngemilnya," katanya.
Menurut Saskhya, setiap orang memiliki preferensi camilan yang berbeda-beda serta bergantung pada kebutuhan masing-masing. Oleh sebab itu, ia memberi saran agar menyediakan stok camilan dengan berbagai variasi rasa.
"Setiap orang punya preferensi sendiri terhadap rasa cemilan yang mereka cari ketika mereka beremosi tertentu. Jadi punya varian cemilan dengan berbagai rasa itu juga membantu," tuturnya.
Sebagian orang kerap mengabaikan keinginan dan kebutuhan memakan camilan ketika sibuk bekerja. Saskhya menyarankan agar menetapkan aktivitas mengemil pada jam-jam tertentu.
Selain itu, meletakkan camilan di tempat yang mudah dijangkau juga perlu dilakukan sebagai bentuk pengingat diri untuk tidak melupakan kebutuhan mengemil tersebut, kata Saskhya. (Ant/OL-1)
Plt Dirjen Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan, Andi Saguni, mengimbau kepada masyarakat untuk tidak sembarangan menyentuh balita untuk mencegah terjadinya penularan campak.
Poltekes Bhakti Kencana menawarkan tiga program studi strategis yang dirancang berdasarkan kebutuhan pasar kerja
KITA semua mengikuti dengan waspada perkembangan eskalasi konflik dan perang di kawasan Timur Tengah.
Kondisi kesehatan Nadiem Makarim menurun akibat reinfeksi bekas operasi. Eks Mendikbudristek ini terancam operasi lagi di tengah sidang korupsi Chromebook.
Penyumbatan jantung atau Penyakit Jantung Koroner (PJK) terjadi akibat penumpukan plak (lemak, kolesterol, dan kalsium) pada arteri koroner.
Meskipun populer dan estetik, bubble tea menyimpan risiko kesehatan serius seperti paparan timbal, gangguan pencernaan, hingga masalah kesehatan mental. Simak faktanya!
UMKM Gadoeh Rasa menghadirkan makanan pendamping anak yang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan gizi
PASAR Indonesia menunjukkan pertumbuhan yang positif di sektor food & beverage, khususnya pada kategori camilan yang menyasar generasi muda dan keluarga urban.
Tahun 2026 menjadi era hyper-personalization, produsen tidak lagi bisa menggunakan pendekatan yang sama untuk semua konsumen (one size fits all).
Tango meluncurkan varian baru Tango Brownies Crispy Susu menjelang Valentine 14 Februari 2026.
Komitmen terhadap penguatan ekosistem industri halal nasional terus ditunjukkan oleh para pelaku usaha melalui partisipasi aktif dalam berbagai ajang festival bergengsi sepanjang 2025.
Rayakan Natal dan Tahun Baru dengan camilan praktis dan lezat. Creamy Cheese Stick berbahan susu evaporasi jadi pilihan finger food kekinian untuk momen kebersamaan keluarga.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved