Kamis 10 Maret 2022, 08:45 WIB

Ini Tips Agar Ngemil Jadi Self Reward yang Sehat

Basuki Ek Purnama | Humaniora
Ini Tips Agar Ngemil Jadi Self Reward yang Sehat

Shutterstock
Ilustrasi

 

PSIKOLOG lulusan Universitas Indonesia Saskhya Aulia Prima membagikan kiat agar aktivitas mengemil atau mengunyah camilan dan makanan ringan menjadi bentuk self reward yang baik bagi kesehatan mental.

"Di penelitian yang saya temukan, kegiatan mengunyah sendiri itu jadi salah satu cara orang menurunkan stres. Memang ketika mengunyah itu ada bagian-bagian otak yang memudahkan kita untuk tidak merasa terlalu stres atau cemas," kata Saskhya dalam konferensi pers secara virtual, dikutip Kamis (10/3).

Ia menambahkan kegiatan mengemil dapat dijadikan self  reward yang bermanfaat untuk mengistirahatkan pikiran sejenak setelah menjalankan kesibukan atau tuntutan pekerjaan dalam satu hari.

Baca juga: Survei: Mayoritas Responden Mengaku Ngemil untuk Tingkatkan Kesehatan Mental

"Sebetulnya self reward boleh dan sesuatu yang perlu kita latih. Dengan menerapkan self reward, kita memberi ruang untuk diri sendiri, dapat feedback yang baik untuk diri sendiri sehingga jadi memotivasi kita kembali," ujar Co-founder Rumah Psikologi Tiga Generasi itu.

Menurut Saskhya, self reward berkaitan dengan rasa keberhargaan, penerimaan, dan kepercayaan diri seseorang. 

Namun, ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak salah kaprah menerapkan self reward dan melakukan aktivitas ngemil secara berlebihan dalam durasi waktu yang relatif sering sebab akan membawa dampak negatif.

Saskhya juga mengingatkan untuk senantiasa mengimbangi ngemil dengan olahraga serta kebutuhan dasar dan kewajiban aktivitas lainnya, mulai dari waktu tidur, makan utama, hingga pekerjaan.

"Jadi, semuanya seimbang antara kita memang mau self reward, menyamankan diri, dan menjaga kesehatan fisik serta mental," tuturnya.

Agar dapat membawa dampak positif, Saskhya menyarankan agar kegiatan mengemil dibarengi dengan metode mindful eating atau memfokuskan diri pada makanan yang tersaji tanpa gangguan sehingga stres rilis dengan baik.

"Walaupun aku tahu, ini kadang-kadang sering terjadi, kita ngemil sambil mengetik. Tapi itu justru membuat otak kita tidak diberi waktu istirahat, baterai kita tidak ter-charge lagi, karena semuanya kita paksa. Jadi kita stop dulu beberapa menit, menikmati dulu waktu ngemilnya," katanya.

Menurut Saskhya, setiap orang memiliki preferensi camilan yang berbeda-beda serta bergantung pada kebutuhan masing-masing. Oleh sebab itu, ia memberi saran agar menyediakan stok camilan dengan berbagai variasi rasa.

"Setiap orang punya preferensi sendiri terhadap rasa cemilan yang mereka cari ketika mereka beremosi tertentu. Jadi punya varian cemilan dengan berbagai rasa itu juga membantu," tuturnya.

Sebagian orang kerap mengabaikan keinginan dan kebutuhan memakan camilan ketika sibuk bekerja. Saskhya menyarankan agar menetapkan aktivitas mengemil pada jam-jam tertentu.

Selain itu, meletakkan camilan di tempat yang mudah dijangkau juga perlu dilakukan sebagai bentuk pengingat diri untuk tidak melupakan kebutuhan mengemil tersebut, kata Saskhya. (Ant/OL-1)

Baca Juga

AFP/Raymond Roig.

Jalan Kaki usai Makan Bantu Kadar Gula Darah Stabil

👤Mesakh Ananta Dachi 🕔Kamis 11 Agustus 2022, 15:03 WIB
Sekarang ada manfaat lain untuk ditambahkan ke daftar yakni berjalan hanya 2-5 menit setelah makan dapat membantu mencegah lonjakan gula...
Ist

Kemeriahan HUT ke-77 Kemerdekaan RI di Swiss-Belhotel Mangga Besar

👤mediaindonesi.com 🕔Kamis 11 Agustus 2022, 14:38 WIB
Menyambut hari ulang tahun ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia, Swiss-Belhotel Mangga Besar, Jakarta menawarkan promo menginap...
Ist

Dukung Pelestarian Hutan Melalui Sertifikasi FSC

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 11 Agustus 2022, 14:29 WIB
Manusia membutuhkan banyak dari hutan dengan sumber dayanya, hutan mampu memberikan begitu banyak untuk...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya