Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengungkapkan agar masyarakat Sumatra Barat tidak perlu risau akan adanya gempa susulan yang berpotensi merusak. Pasalnya, berdasarkan pantauan BMKG hingga hari ini, intensitas gempa susulan yang terjadi di Pasaman dan Pasaman Barat semakin melemah dan akan segera stabil dalam waktu dekat.
"BMKG mencatat ada lebih dari 160 kali gempa susulan sejak hari pertama. Namun yang terasa hanya 6 kali. Artinya yang ratusan kali tidak terasa karena terlalu lemahnya. Untuk itu kami menyampaikan bahwa untuk persoalan gempa tidak perlu dikhawatirkan lagi," kata Dwikorita dalam konferensi pers yang diselenggarakan secara virtual, Selasa (1/3).
Baca juga: Hari Pendengaran Dunia Promosikan Mendengar untuk Seumur Hidup
Baca juga: IDAI Ingatkan Bahaya Covid-19 Varian Omikron pada Anak
Namun demikian, Dwikorita mengingatkan agar masyarakat mewaspadai adanya potensi longsor, banjir dan banjir bandang yang bisa terjadi di sekitar Gunung Talamau.
"Sekarang musim hujan memicu hanyutnya material yang ada di gunung Talamau," imbau Dwikorita.
Untuk itu, ia meminta agar warga yang tinggal di tepi sungai yang mengalir dari tepi sungai Talamau untuk mencari tempat yang lebih aman terlebih dahulu demi mengantisipasi dampak dari bencana hidrometeorologi yang berpotensi terjadi.
"Masyarakat yang tinggal di radius 200 meter di wilayah Gunung Talamau dan sungai, dimohon menyingkir terutama apabila terjadi hujan dari arah hulu. Kalau melihat tanda-tanda gelap di arah hulu dan tak bisa melihat puncak gunungnya, itu merupakan tanda akan terjadi hukan. Mohon tidak ada di tepi sungai," pungkas dia. (H-3)
BMKG melaporkan gempa bumi tektonik di Laut Selatan Sukabumi, Jawa Barat hari ini 13 Maret 2026 dini hari pukul 02.18 WIB. berdasarkan BMKG gempa terkini itu tak berpotensi tsunami
Gempa bumi 5,4 magnitudo yang terjadi berpusat di Kota Sukabumi kedalaman 43 kilometer tidak berpotensi tsunami.
BMKG mencatat sedikitnya 20 gempa bumi berkekuatan magnitudo 2,1 hingga 4,1 terjadi di berbagai wilayah Indonesia pada Selasa (10/3) dini hari.
Menurut BMKG, gempa Sukabumi itu berada di 7.62 LS dan 106.41 BT, 71 kilometer dari barat daya Kabupaten Sukabumi, atau tepatnya ada di 26 kilometer laut.
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,4 mengguncang wilayah 94 kilometer tenggara Kabupaten Simeulue pada Senin, 3 Maret 2026, pukul 11.56.45 WIB.
Gempa bumi berkekuatan magnitudo 5,0 mengguncang wilayah barat laut Kabupaten Maluku Barat Daya, Provinsi Maluku, pada Selasa pukul 00.40 WIB.
PT Kereta Api Indonesia II Sumatera Barat (Sumbar) mengimbau masyarakat tidak melakukan aktivitas di sekitar jalur rel, termasuk kegiatan menunggu waktu berbuka puasa atau ngabuburit.
PEMERINTAH Provinsi Sumatra Barat (Sumbar) menegaskan penertiban aktivitas Pertambangan Tanpa Izin (PETI) di wilayah Sumbar masih berjalan melalui kerja tim terpadu lintas sektor.
PEMERINTAH pusat telah menyiapkan total anggaran sebesar Rp2,6 triliun untuk Sumatera Barat (Sumbar), untuk kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi infrastruktur pascabencana.
Kemeninves sampai Danantara diyakini bisa menjadi jalan keluar terbaik untuk mengelola lahan perkebunan sampai pertambangan ini.
Barita mengatakan upaya hukum ini diharapkan dapat memberikan kejelasan terhadap penyebab bencana di Sumatra.
Pembangunan huntara dilakukan di tiga provinsi terdampak bencana di Sumatra. Rinciannya, sebanyak 16.282 unit huntara dibangun di Aceh, 947 unit di Sumatra Utara, dan 618 unit di Sumatra Barat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved