Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menargetkan seluruh masyarakat terdampak bencana di wilayah Sumatra yang saat ini masih tinggal di tenda darurat dapat dipindahkan ke hunian sementara (huntara) sebelum memasuki bulan Ramadan. Fokus penanganan saat ini adalah percepatan pembangunan dan penempatan warga ke huntara
“Untuk rumah yang relokasi mandiri dibangun oleh BNPB, tentu saja huntap ini nanti tahap berikutnya. Sekarang fokus kita ke huntara. Targetnya sebelum puasa, seluruh masyarakat yang masih tinggal di tenda bisa dipindahkan ke huntara,” ujar Suharyanto, di Gedung Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Jakarta Pusat, Senin (26/1).
BNPB mencatat, pembangunan huntara dilakukan di tiga provinsi terdampak bencana di Sumatra. Rinciannya, sebanyak 16.282 unit huntara dibangun di Aceh, 947 unit di Sumatra Utara, dan 618 unit di Sumatra Barat. Total keseluruhan mencapai 17.847 unit. “Semuanya sedang dikerjakan di masing-masing kawasan dan kota,” jelas Suharyanto.
Hingga saat ini, sebanyak 4.228 unit huntara telah selesai dibangun. Dari jumlah tersebut, 993 kepala keluarga (KK) sudah menempati hunian sementara. “Yang sudah ditempati, kemarin Bapak Menko bersama Satgas dan kami meresmikan secara serentak di Agam dan beberapa kawasan serta kota lainnya,” kata Suharyanto.
Selain huntara, BNPB juga mulai membangun hunian tetap bagi warga yang akan direlokasi secara permanen. Perkembangan pembangunan huntap masih terus berjalan dan bersifat dinamis.
“Per hari ini, ada 12.572 unit huntap yang sudah mulai dibangun di Sumatra Utara dan Sumatra Barat,” pungkas Suharyanto. (Bob/P-3)
ANGGOTA Komisi II DPR RI, Cindy Monica, menegaskan akan mengawal kemudahan pengurusan dokumen kependudukan bagi masyarakat terdampak bencana.
Setiap unit memiliki kapasitas produksi hingga sekitar 2.000 liter air minum per hari dan akan ditempatkan di titik-titik prioritas sesuai kebutuhan masyarakat di lokasi bencana.
WARGA korban banjir di kawasan Provinsi Aceh hingga kini masih harus menjalani hari-hari yang berat.
HINGGA hari ke-3 Ramadan, ratusan ribu penyintas banjir Sumatra masih menjalan hari-hari di atas lumpus dan di balik tumpukan kayu gelondongan yang terbawa air bah kala itu.
SUASANA malam di Kecamatan Kolang, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, mendadak berubah mencekam.
KETAKUTAN akan datangnya banjir susulan membuat warga Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, memilih membiarkan rumah mereka tetap dipenuhi sisa material banjir.
29 desa dan kampung di Pulau Sumatra dilaporkan hilang akibat bencana banjir bandang dan longsor.
MESKI klaim pemerintah pemulihan pascabanjir Sumatra sudah membaik, sayangnya di lapangan masih seperti pungguk merindukan bulan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved