Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Undip Terapkan Teknologi Pengolahan Air Minum Portabel untuk Warga Terdampak Banjir di Sumbar

Haryanto Mega
27/12/2025 12:22
Undip Terapkan Teknologi Pengolahan Air Minum Portabel untuk Warga Terdampak Banjir di Sumbar
Teknologi pengolahan air portabel(MI)

UNIVERSITAS Diponegoro (Undip) menunjukkan komitmennya dalam aksi kemanusiaan melalui program Undip Peduli Bencana Sumatra. Kali ini, Undip menerapkan teknologi pengolahan air minum portabel untuk membantu warga terdampak banjir di Padang, Sumatra Barat, yang mengalami keterbatasan akses air bersih pascabencana.

Program ini merupakan bagian dari kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Tanggap Darurat Bencana yang difokuskan pada pemulihan layanan dasar, khususnya penyediaan air minum aman. Berdasarkan data BNPB dan BPBD Provinsi Sumatra Barat, banjir menyebabkan banyak sumur warga terendam serta jaringan perpipaan belum berfungsi optimal, sehingga kebutuhan air minum menjadi persoalan mendesak di masa darurat dan awal pemulihan.

Menanggapi kondisi tersebut, tim Undip yang diketuai Anggun Puspitarini Siswanto, menyiapkan dan mengirimkan tiga unit alat pengolahan air minum portabel ke lokasi terdampak pada 25 Desember 2025. Kegiatan ini didukung oleh para dosen yakni Prof. I Nyoman Widiasa, Prof. Suherman, Abdullah Malik Islam Filardli, Dista Yoel Tadeus, dan Fakhruddin Mangkusasmito, yang terlibat dalam perencanaan teknis hingga supervisi pelaksanaan. Sebelum diberangkatkan ke Sumatra Barat, rangkaian alat pengolahan air tersebut telah ditinjau langsung oleh Rektor Universitas Diponegoro, Prof. Suharnomo guna memastikan kesiapan alat sekaligus menegaskan dukungan penuh pimpinan universitas terhadap program Undip Peduli Bencana.

Unit pengolahan air ini dirancang khusus untuk kondisi tanggap darurat dan pascabencana dengan sistem filtrasi bertahap, membran reverse osmosis, serta disinfeksi ultraviolet (UV) untuk menjamin kualitas air layak konsumsi. Setiap unit memiliki kapasitas produksi hingga sekitar 2.000 liter air minum per hari dan akan ditempatkan di titik-titik prioritas sesuai kebutuhan masyarakat di lokasi bencana.

Pelaksanaan program juga melibatkan mahasiswa Undip sebagai bagian dari pembelajaran langsung di lapangan. Mahasiswa berperan dalam persiapan alat, instalasi di lokasi, dokumentasi kegiatan, hingga pendampingan teknis kepada operator lokal. Keterlibatan ini tidak hanya mempercepat implementasi teknologi, tetapi juga memberikan pengalaman nyata tentang penerapan keilmuan untuk kepentingan kemanusiaan.

Melalui penerapan teknologi pengolahan air minum portabel ini, Undip berupaya menghadirkan solusi berbasis riset dan teknologi yang dibutuhkan masyarakat. Program Undip Peduli Bencana menjadi wujud nyata peran perguruan tinggi dalam mendukung pemulihan layanan dasar serta memperkuat kolaborasi antara akademisi, mahasiswa, dan masyarakat dalam penanganan pascabencana.(M-2) 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik