Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER Spesialis Paru dari RSUP Persahabatan Erlina Burhan mengatakan, komorbiditas pada pasien covid-19 yang terbanyak adalah diabetes melitus, hipertensi, penyakit jantung, dan penyakit ginjal. Keempat penyakit tersebut sangat mempengaruhi kondisi pasien covid-19 hingga menyebabkan kematian.
"Untuk kematian penyakit terbanyak komorbid yang melekat pada pasien covid-19 meninggal adalah diabetes melitus, hipertensi, penyakit jantung, dan penyakit ginjal. Jadi 4 penyakit ini berhubungan dengan kematian," kata Erlina dalam konferensi pers daring, Jumat (25/2).
Ia mengungkapkan, persentase pasien Covid-19 yang meninggal dengan komorbid diabetes melitus sebanyak 9,4%, hipertensi 9,2%, penyakit jantung 4,8%, dan penyakit ginjal 2%. Sementara komorbid yang bisa mempermudah positivity rate yakni hipertensi 50%, diabetes melitus 36,7%, penyakit jantung 16,8%, dan kehamilan 10,3%.
Selain itu, adanya varian omikron menyebabkan penularan Covid-19 begitu cepat, karena meski sudah divaksin lengkap bahkan ditambah dengan booster masih bisa ditembus oleh omikron. Meski gejalanya ringan namun tetap saja tertular.
Baca juga : Tinjau Vaksinasi di Riau, Airlangga Minta Perluas Cakupan Vaksinasi Anak
"Ini menunjukkan bahwa memang omikron berpengaruh terhadap penurunan efektivitas dari vaksin tapi jangan diambil kesimpulan untuk tidak vaksin. Karena bila sudah divaksin dan tertular maka gejalanya akan lebih ringan dan juga keparahannya lebih ringan oleh sebab itu bisa mengurangi risiko kematian" ujar Erlina.
Erlina menyebutkan, kekhawatiran kondisi gelombang ketiga ini selain penyebaran yang lebih cepat akan mempengaruhi jumlah pasien rawat inap dengan kondisi sedang, berat dan kritis namun biasanya presentasenya hanya 10 persen.
"Jadi untuk mencegah orang dirawat di RS maka perlu mencegah kasus harian dan kalau kita tidak bisa mencegah kasus harian maka akan membuat sistem kesehatan kewalahan dan membebani sistem kesehatan" pungkasnya. (OL-7)
Kelompok yang perlu waspada saat berolahraga saat puasa ramadan mencakup ibu hamil, ibu menyusui, serta penderita penyakit penyerta atau komorbid.
Anak-anak yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid berisiko lebih tinggi mengalami gejala berat apabila terinfeksi influenza, khususnya influenza tipe A
Calon haji yang sudah rutin minum obat yang diresepkan dokter agar tetap menjaga untuk selalu minum agar penyakitnya senantiasa dalam kondisi terkendali.
Penderita penyakit komorbid disarankan sebelum menjalankan puasa untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.
Orang dewasa dengan komorbiditas seperti penyakit paru-paru kronik, penyakit jantung kronik, dan penyakit ginjal kronik, dan diabetes lebih mudah terkena infeksi paru-paru atau pneumonia.
Sebanyak 76% dari total 241 ribu jemaah haji yang berangkat pada 2024 mempunyai komorbid. Karena itu, diperlukan edukasi supaya jemaah haji dapat mengendalikan aktivitas ibadahnya.
RAMADAN bukan hanya menjadi waktu untuk melakukan refleksi spiritual, tetapi juga kesempatan untuk memberi tubuh waktu melakukan “reset” melalui pola makan yang lebih sehat.
Puasa Ramadan tingkatkan sensitivitas insulin penderita diabetes. Simak panduan pola makan, aturan hidrasi 2-4-2, dan tips medis dari pakar endokrin di sini.
Penderita diabetes berisiko tinggi mengalami masalah kaki akibat kerusakan saraf dan aliran darah. Lakukan pemeriksaan kaki rutin untuk mencegah infeksi serius dan amputasi.
Kaki merupakan bagian tubuh yang paling rawan terluka karena fungsinya sebagai penumpu utama beban tubuh.
Pemahaman mengenai klasifikasi diabetes melitus sangat penting karena setiap tipe memiliki karakteristik dan penyebab yang berbeda.
Penderita diabetes umumnya menunjukkan empat gejala utama yang saling berkaitan, atau yang sering disebut sebagai gejala klasik 4P.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved