Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA Satuan Tugas Imunisasi Dewasa Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) Sukamto Koesnoe menyampaikan bahwa komorbiditas dan gaya hidup tidak sehat bisa memperparah pneumonia pada orang dewasa.
"Yang meningkat pertama pada dewasa yang senior atau lansia 60 tahun, lalu pada kelompok orang dewasa yang punya kebiasaan atau penyakit
tertentu yang bisa meningkatkan infeksi seperti merokok, alkoholik, paparan terhadap asap, gas, dan zat kimia yang berbahaya," kata Sukamto, Senin (18/11).
Dia menyampaikan paparan zat-zat yang dapat menimbulkan infeksi meningkatkan kerentanan tubuh terhadap serangan bakteri penyebab pneumonia.
Selain itu, menurut dia, orang dewasa dengan komorbiditas seperti penyakit paru-paru kronik, penyakit jantung kronik, dan penyakit ginjal kronik, dan diabetes lebih mudah terkena infeksi paru-paru atau pneumonia.
Ia mengatakan orang dewasa yang pernah terserang covid-19 juga rentan mengalami keparahan radang paru-paru yang bisa menyebabkan pneumonia.
Sukamto mengatakan semakin tua usia seseorang, semakin meningkat pula risikonya terserang pneumonia.
"Pada kelompok 18-49 tahun itu 5,5 kali, yang lebih sepuh di atas 65 itu 21 kalinya dibandingkan orang yang sehat. Kalau komorbidnya dua, ada diabetes ada asma, itu ternyata risiko terjadinya pneumonia itu juga meningkat," katanya.
Dia mengemukakan pentingnya upaya perlindungan untuk menurunkan risiko serangan dan keparahan pneumonia pada orang dewasa dan lanjut usia dengan komorbiditas.
Menurut dia, vaksinasi untuk meningkatkan kekebalan terhadap bakteri dan virus penyebab pneumonia juga bisa dilakukan pada orang dewasa dengan risiko pneumonia.
"Vaksinasi bisa menurunkan risiko sakit, bahkan juga kematian pada orang dewasa," katanya.
Pneumonia adalah salah satu bentuk infeksi saluran pernafasan akut yang umumnya disebabkan oleh virus atau bakteri.
Menurut informasi yang disiarkan di laman resmi Kementerian Kesehatan, gejalanya bisa meliputi sesak nafas, batuk, nyeri dada saat bernapas atau batuk, kelelahan, demam, mual, muntah, diare, serta suhu tubuh lebih rendah dari normal (pada orang dewasa di atas 65 tahun dan orang dengan kekebalan tubuh rendah). (Ant/Z-1)
Anak-anak yang memiliki penyakit penyerta atau komorbid berisiko lebih tinggi mengalami gejala berat apabila terinfeksi influenza, khususnya influenza tipe A
Calon haji yang sudah rutin minum obat yang diresepkan dokter agar tetap menjaga untuk selalu minum agar penyakitnya senantiasa dalam kondisi terkendali.
Penderita penyakit komorbid disarankan sebelum menjalankan puasa untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.
Sebanyak 76% dari total 241 ribu jemaah haji yang berangkat pada 2024 mempunyai komorbid. Karena itu, diperlukan edukasi supaya jemaah haji dapat mengendalikan aktivitas ibadahnya.
Antibodi yang terbentuk dari vaksin biasanya bertahan 6 bulan dan paling lama 1 tahun sehingga harus diperbarui kembali.
Kemunculan ambeien sangat erat kaitannya dengan kebiasaan sehari-hari yang kurang baik.
Fisioterapi tidak hanya berfungsi sebagai terapi kuratif pascacedera, tetapi juga sebagai langkah preventif untuk menjaga kapasitas fungsional tubuh dalam aktivitas sehari-hari.
Studi terbaru mengungkap jalan kaki lebih dari 10 menit dapat menurunkan risiko penyakit kardiovaskular dan kematian dini, terutama bagi orang dengan gaya hidup sedentari.
Selain melakukan edukasi langsung di sekolah, sebelumnya para relawan juga telah melakukan kampanye melalui media sosial untuk melakukan mindful consumption.
Data Kementerian Kesehatan menunjukkan stroke masih menjadi penyebab utama kecacatan dan kematian di Indonesia. Prevalensi stroke berada di kisaran 8,3 per 1.000 penduduk
Studi Harvard mengungkap konsumsi makanan ultra-proses dapat meningkatkan risiko kanker usus pada wanita hingga 45%, terutama usia di bawah 50 tahun.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved