Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
SARAPAN sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan bagi banyak orang untuk memulai aktivitas sehari-hari. Sarapan bahkan diperingati lewat Pekan Sarapan Nasional (PESAN) yang berlangsung pada 14-21 Februari.
Meski sarapan sangat penting, rupanya masih banyak masyarakat yang tidak memenuhi sarapannya sesuai dengan anjuran gizi. Padahal, penting bagi keluarga, khususnya anak- anak, untuk mendapatkan sarapan seimbang.
Mengutip siaran pers Nestle, Selasa (22/2), berikut cara mudah bernama langkah ABC untuk memenuhi sarapan dengan gizi seimbang bagi tubuh.
Baca juga: 8% Anak Indonesia Sarapan dengan Kualitas Gizi Rendah
Pertama, Atur porsi untuk memastikan jumlah asupan makanan cukup. Pastikan makanan Anda tidak berlebih maupun tidak kurang sehingga energi yang dihasilkan dari makanan bisa mendukung aktivitas setiap harinya.
Kedua adalah Baca label kemasan makanan untuk mengecek kandungan gizi dan cara penyajian.
Cara kedua ini berlaku untuk produk-produk olahan seperti susu, sereal, maupun camilan lainnya. Dengan membaca label kemasan makanan, masyarakat bisa memahami dengan baik produk yang dikonsumsinya.
Dengan cara itu pula masyarakat bisa mendapatkan manfaat produk secara maksimal tanpa berlebihan.
Terakhir, Cukupi asupan gizi yang sesuai dengan kebutuhan tubuh dan mengonsumsi beragam jenis makan.
Dibutuhkan variasi jenis bahan makanan agar tubuh bisa mendapatkan gizi yang tepat sehingga tubuh dapat membuat energi yang baik dari sarapan.
"Pengetahuan tentang aturan porsi makan sangat diperlukan agar kebutuhan gizi masyarakat terpenuhi dengan baik. Kami berkomitmen mengajak masyarakat untuk menanamkan kebiasaan sarapan sehat berprinsip ABC, yang sejalan dengan anjuran Isi Piringku oleh Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sebagai pedoman gizi seimbang bagi masyarakat," kata Corporate Nutritionist Nestle Indonesia Eka Herdiana.
Di samping metode ABC, agar tubuh bisa lebih sehat lewat konsumsi produk makanan dan minuman Nestle juga mengajak masyarakat Indonesia untuk bisa aktif bergerak, mencukupi kebutuhan air putih, dan menjaga kebiasaan makan bersama keluarga agar kualitas hidup masyarakat bisa terjaga. (Ant/OL-1)
Sarapan sering dianggap sebagai fondasi penting untuk memulai hari. Namun, dibalik kepraktisannya, ada sejumlah menu sarapan yang populer namun berisiko bagi kesehatan ginjal.
Penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan ini berkaitan dengan gangguan metabolisme, penurunan fungsi otak. Serta dapat meningkatnya risiko penyakit jantung.
Shakira Aminah mengatakan kesehatan dan gizi adalah kunci agar anak dapat berprestasi.
Sarapan adalah waktu makan yang sangat penting, terutama bagi mereka yang ingin menjaga kestabilan kadar gula darah.
Sebuah studi terbaru yang dipublikasikan di Journal of Nutrition, Health and Aging menemukan bahwa sarapan sehat berperan penting dalam menurunkan risiko penyakit kardiovaskular.
Pengaturan waktu sarapan dan olahraga pagi sebaiknya disesuaikan dengan tujuan dari latihan fisik yang akan dijalani.
Nutrisi seperti vitamin C, vitamin E, antioksidan, dan asam lemak sehat berperan penting dalam mendukung fungsi imun agar tubuh lebih tahan terhadap virus dan bakteri penyebab flu.
Susu sejatinya berfungsi sebagai bagian dari makanan lengkap atau sekadar makanan selingan, terutama saat sarapan.
Penerapan gizi seimbang memiliki dampak langsung pada kesehatan saluran cerna. Asupan yang tepat akan menjaga keseimbangan bakteri baik (mikrobiota) di dalam usus.
Kunci utama dalam menyiasati keterbatasan biaya adalah dengan mengoptimalkan bahan makanan lokal dan musiman yang lebih terjangkau.
Penelitian menunjukkan bahwa kadar mineral seperti kalium, magnesium, fosfor, dan mangan pada terong dilaporkan meningkat setelah dibakar.
BGN menegaskan bahwa intervensi pemenuhan gizi bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita (Kelompok B3) menjadi prioritas utama MBG selama periode akhir tahun 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved