Rabu 26 Januari 2022, 19:15 WIB

Dukung Hari Gizi Nasional 2022 Lewat Kampanye Bijak Garam

Eni Kartinah | Humaniora
Dukung Hari Gizi Nasional 2022 Lewat Kampanye Bijak Garam

Ist
Health Talk & Virtual Tour yang diadakan oleh Ajinomoto Visitor Center.

 

PERINGATAN Hari Gizi Nasional (HGN) memasuki tahun ke-62 dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengampanyekan aksi bersama cegah stunting dan obesitas.

Kedua hal ini masih menjadi permasalahan dunia dan penting bagi seluruh keluarga Indonesia untuk memahaminya serta menerapkan pola makan teratur dan sehat dengan gizi seimbang.

PT Ajinomoto Indonesia (Ajinomoto) turut berperan dalam menyebarluaskan edukasi pencegahan obesitas dengan pembudayaan gerakan masyarakat hidup sehat, salah satunya adalah mengontrol asupan garam melalui kampanye “Bijak Garam”.

Data Riskesdas terbaru pada tahun 2018 menunjukkan 21,8% masyarakat Indonesia mengalami obesitas.

Jika dibiarkan, diprediksi angka obesitas dapat mencapai 40% pada 2030, yang artinya hampir 1 dari setiap 2 orang dewasa di Indonesia akan mengalami obesitas.

Kondisi ini harus segera ditangani karena obesitas dikaitkan dengan sejumlah penyakit, seperti lebih berisiko terkena tekanan darah tinggi, penyakit jantung, stroke, dan diabetes.

“Prevalensi penyakit tidak menular di Indonesia meningkat dari tahun ke tahun. Hal ini mengisyaratkan bahwa masyarakat harus mengubah gaya hidupnya menjadi lebih sehat," ungkap dr. Rafael Nanda R, MKK dalam Health Talk & Virtual Tour yang diadakan oleh Ajinomoto Visitor Center. 

"Salah satu kuncinya adalah menjaga asupan gizi seimbang dengan memerhatikan takaran gula, garam, dan lemak pada setiap masakan,” kata dr. Rafael Nanda R, MKK dalam keterangan pers Rabu (26/1);

Garam memegang peranan penting dalam memberikan rasa lezat pada makanan. Garam juga memiliki berbagai manfaat bagi tubuh.

Manfaat garam atau sodium adalah menjaga keseimbangan cairan di tubuh, dan berperan dalam menjaga fungsi saraf serta otot.

"Namun makanan dengan kandungan garam yang tinggi cenderung membuat orang makan berlebih sehingga mengarah pada obesitas dan penyakit lainnya seperti hipertensi," jelas dr.Rafael.

Selain itu, konsumsi garam yang tinggi dapat menyebabkan tingginya kadar natrium di dalam darah.

WHO (Orginasi Kesehatan Dunia) juga menganjurkan batas konsumsi aman garam per hari untuk orang dewasa adalah maksimal 5 gram atau kurang dari satu sendok teh.

"Oleh karenanya, penting untuk menjaga asupan garam agar tubuh tetap mendapatkan manfaatnya tanpa menimbulkan berbagai risiko penyakit," katanya.

Menyadari pentingnya diet garam bagi kesehatan, Ajinomoto memperkenalkan kampanye “Bijak Garam”. Head of Public Relation Department Ajinomoto, Grant Senjaya, menjelaskan,“Saat ini kami memiliki kampanye “Bijak Garam” yang mengedukasi masyarakat tentang pentingnya diet rendah garam."

"Kami mengajak keluarga Indonesia untuk hidup lebih sehat dengan mengurangi asupan atau penggunaan garam dalam memasak," ujar Grant.

Salah satu faktor kendala sulitnya mengurangi garam dalam masakan adalah membuat rasanya tetap lezat dan tidak hambar.

"Kampanye “Bijak Garam” ini bisa menjadi solusi cermat dalam mengurangi penggunaan garam dalam setiap masakan dengan mempertahankan cita rasa yang tetap seimbang," jelas Grant.

Pengurangan asupan garam atau diet rendah garam dapat diganti dengan penggunaan garam dengan bumbu umami seperti MSG.

"Jadi, jika tetap ingin makanan yang dikonsumsi memiliki rasa yang enak, namun sekaligus ingin mengurangi garam, cara ini sangat cocok," jelasnya.

Kandungan sodium pada MSG hanya 1/3 dari kandungan sodium pada garam biasa, dan juga sudah banyak penelitian sebelumnya yang menunjukkan penggunaan MSG bermanfaat untuk membantu mengurangi asupan garam sekaligus menjaga kelezatan makanan.

Pentingnya bijak dalam mengatur asupan garam kami gaungkan juga melalui www.dapurumami.com/page/bijak-garam.

"Selain informasi mengenai pentingnya diet garam, kami juga membagikan tips cara membuat masakan rendah garam tetap enak dan bergizi, rubrik “Tanya Nutri Expert” agar konsumen dapat mengetahui informasi gizi langsung dari ahlinya," tutur Grant.

Selain itu, ada “Jurnal Umami” yang menjadi sarana interaktif berbagi tips, resep, dan berbagai info kuliner.

Untuk mengatasi keraguan tersebut, Ajinomoto mendukung  Pergizi Pangan Indonesia dalam webinar berjudul “Benarkah Umami Menyebabkan Obesitas?” pada 2 Februari 2022.

Wibenar  menghadirkan Prof. Dr. Ir. Hardinsyah, MS, seorang Guru Besar Ilmu Gizi Fakultas Ekologi Manusia - Institut Pertanian Bogor sebagai narasumber. (Nik/OL-09)

Baca Juga

Antara

The Body Shop Indonesia Manfaatkan Sampah untuk Gerai Terbarunya

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 19 Mei 2022, 18:36 WIB
Change-making Beauty Store merupakan konsep gerai terbaru yang diusung oleh The Body Shop dimana hampir 100% materi yang dipakai terbuat...
DOK.MI

Romo Benny Sebut Harkitnas Momentum Bangun Gerakan Melawan Radikalisme

👤mediaindonesia.com 🕔Kamis 19 Mei 2022, 17:35 WIB
Dibutuhkan gerakan nasional guna mempersempit gerak kelompok intoleran, ekstrem, dan radikal agar tidak berkembang lebih...
Ilustrasi

Perbedaan Vertigo dengan Lightheadedness

👤Yatin Suleha 🕔Kamis 19 Mei 2022, 17:30 WIB
Hampir mirip keduanya sama-sama menbuat kepala pusing, baik itu vertigo dengan lightheadedness memiliki perbedaan. Berikut ini perbedaan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya