Headline
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Penghematan dari WFH bergantung pada asumsi yang belum tentu terjadi.
Kumpulan Berita DPR RI
KANTOR Staf Presiden (KSP) memastikan bahwa vaksin dosis ketiga atau booster aman untuk diberikan kepada masyarakat. Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden Abraham Wirotomo menjelaskan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) bersama Indonesian Technical Advisory Group on Immunization (ITAGI) dan Balai Pengawasan Obat dan Makanan (Badan POM) sudah mengkaji manfaat dan efek yang ditimbulkan vaksin booster.
"Ini sudah melalui kajian dan dipastikan aman," ujar Abraham melalui keterangan resmi, Selasa (11/1).
Ia menambahkan pemberian vaksin booster juga telah dilakukan di 120 negara di dunia. "Seharusnya masyarakat tidak perlu khawatir lagi," sambungnya.
Baca juga : Vaksin Booster Jadi Salah Satu Senjata Ampuh untuk Lawan Omikron
Sebagaimana diketahui, pemerintah akan memulai vaksinasi booster pada Rabu (12/1). Adapun jenis vaksin yang digunakan adalah Sinovac, AstraZeneca, Moderna, Pfizer, dan Zifivak.
"Pemerintah sudah menyiapkan 350 juta lebih vaksin untuk vaksinasi booster selama enam bulan kedepan," tutur Abraham.
Vaksinasi booster akan dilaksanakan di kabupaten/kota yang capaian vaksinasinya telah memenuhi kriteria 70% dosis pertama dan 60% dosis kedua.
Baca juga : Stok Cukup, Pemda Ajak Warga Sumsel Segera Vaksinasi Covid
Hingga saat ini, ada 244 kabupaten/kota yang sudah memenuhi kriteria tersebut.
Adapun, vaksin dosis ketiga akan diberikan kepada masyarakat berusia 18 tahun ke atas yang telah mendapatkan vaksin dosis kedua dengan jangka waktu lebih dari enam bulan. (H-3)
Baca juga : Vaksin Covid-19 Merek Lain Segera Masuk
Anggota Komisi IX DPR RI Vita Ervina mendesak penambahan anggaran imunisasi menyusul meningkatnya KLB Campak pada awal 2026
Tingkat kesembuhan campak sangat bergantung pada kondisi imun tubuh pasien.
Dokter mengingatkan campak dapat memicu komplikasi serius pada kelompok rentan, termasuk ibu hamil dan pasien imun lemah. Vaksinasi jadi pencegahan utama.
Narasi-narasi menyesatkan di media sosial menjadi salah satu pemicu utama keengganan orangtua untuk memberikan vaksinasi kepada anak mereka.
Vaksinolog dan internis sekaligus Chief Medical Advisor Imuni, dr. Dirga Sakti Rambe, mengatakan bahwa vaksin tidak melulu hanya diberikan untuk anak-anak.
Tingginya mobilitas masyarakat, terutama pada momen libur lebaran, menjadi salah satu faktor risiko yang patut diwaspadai orangtua mengenai risiko campak pada anak.
Riset terbaru menunjukkan vaksin Covid-19 berbasis mRNA seperti Pfizer dan Moderna dapat memicu sistem imun melawan sel kanker.
DUA tenaga kesehatan menerima vaksin Covid-19 di hari yang sama, pola respons antibodi setiap orang ternyata berbeda-beda menentukan berapa lama perlindungan vaksin bertahan
Pengurus IDI, Iqbal Mochtar menilai bahwa kekhawatiran masyarakat terhadap vaksin berbasis Messenger Ribonucleic Acid (mRNA) untuk covid-19 merupakan hal yang wajar.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Sejalan dengan penjelasan Kementerian Kesehatan yang menyebutkan vaksinasi booster covid-19 tetap direkomendasikan.
Pemakaian masker, khususnya di tengah kerumunan mungkin dapat dijadikan kebiasaan yang diajarkan kepada anak-anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved