Headline
Sebagian besar pemandu di Gunung Rinjadi belum besertifikat.
Sebagian besar pemandu di Gunung Rinjadi belum besertifikat.
Vaksin ini mengandung virus flu biasa yang sudah dimodifikasi sehingga tidak dapat berkembang biak di dalam tubuh.
Setelah disuntikkan, vaksin membawa kode genetik protein spike ke sel tubuh dan tubuh Anda mulai memproduksi protein spike sendiri.
Tidak memiliki hipersensitivitas terhadap zat aktif & zat tambahan dari vaksin. Harus berusia 18 tahun ke atas
"Kami mengikuti apa yang menjadi kebijakan pemerintah terkait vaksin ya. Apapun vaksin yang disiapkan oleh pusat, kami akan menerimanya dan menggunakannya sebaik mungkin."
DINAS Kesehatan DKI Jakarta memastikan sejauh ini tidak menggunakan vaksin AstraZeneca untuk vaksinasi covid-19.
DINAS Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta telah mendapatkan distribusi vaksin covid-19 AstraZeneca sebanyak 1,5 juta dosis dari pemerintah pusat.
KADINKES DKI Jakarta Widyastuti, mengatakan, Pemprov DKI Jakarta melakukan percepatan vaksinasi covid-19 dengan menjangkau pemukiman padat penduduk sebanyak 445 RW se-DKI Jakarta.
“Kami sendiri di Jakarta sudah sebanyak 28.000 lebih warga DKI yang sudah disuntik memakai astrazeneca. Hingga kini sejauh pantauan kita tidak ada KIPI serius,”
Publik diminta menunggu hasil audit medis terhadap kejadian pertama pasca-vaksin AstraZeneca
Meskipun distribusi dan penggunaan vaksin AstraZeneca kloter tersebut dihentikan, Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria meminta warga tidak khawatir.
Calon peserta harus melengkapi ketentuan yang berlaku sesuai dengan Surat Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Nomor 8561/-1.772.1 Perihal Vaksinasi Covid-19 Moderna.
Menurut Kasi Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi Dinkes DKI, Ngabila Rahma, semua merek vaksin sama-sama bermanfaat untuk meringankan gejala jika terinfeksi virus korona.
Perusahaan farmasi AstraZeneca pada Selasa mengatakan telah menghentikan uji klinis acak vaksin virus covid-19.
Ini dinilai sebagai sebuah tantangan namun tidak mesti akan memundurkan upaya pengembangan sebuah vaksin.
Evaluasi itu dilakukan beberapa hari setelah EU melakukan kegiatan yang sama terhadap calon vaksin covid-19 buatan AstraZeneca.
Laporan media mengatakan relawan itu adalah seorang dokter berusia 28 tahun yang bekerja di garis depan pandemi. Dia meninggal karena komplikasi akibat covid-19.
Badan Pengawas Obat dan Makanan (FDA) hari ini mengizinkan dimulainya kembali di AS, menyusul dimulainya kembali uji coba di negara lain dalam beberapa pekan terakhir
AstraZeneca pada Senin (23/11) mengatakan efektivitas vaksin Covid-19 yang dikembangkannya dapat mencapai 90 persen.
Usai mengklaim vaksin itu memiliki efektivitas hingga 90%, banyak kritik yang mempertanyakan klaim tersebut.
Studi tambahan akan dijalankan untuk mengevaluasi dosis yang lebih rendah yang menunjukkan kinerja yang lebih baik daripada dosis penuh dalam studi AstraZeneca.
Media Indonesia berusaha menghadirkan foto-foto eksclusive sehingga pembaca dapat melihat kejadian aktual dengan lebih baik
LOAD MORECopyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved