Headline
Indonesia tangguhkan pembahasan soal Dewan Perdamaian.
Kumpulan Berita DPR RI
PERINGKAT Proper ini menegaskan komitmen pengelolaan lingkungan berkelanjutan Chandra Asri dan Star Energy Geothermal yang merupakan bagian dari Grup Barito Pacific
Dua anak usaha PT Barito Pacific Tbk yakni PT Chandra Asri Petrochemical Tbk (Chandra Asri) dan Star Energy Geothermal (SEG) meraih predikat Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (Proper) dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).
Penghargaan diserahkan oleh Wakil Presiden RI, KH. Ma’ruf Amin yang didampingi oleh Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar di di Istana Wakil Presiden RI.
Peringkat Proper ini diberikan kepada kedua anak usaha dari Grup Barito Pacific karena dinilai memiliki komitmen terhadap pengelolaan lingkungan, pemanfaatan sumber daya yang efisien, serta pemberdayaan masyarakat.
Wakil Presiden Direktur Barito Pacific, Rudy Suparman mengatakan,“Masuknya Chandra Asri dan Star Energy ke dalam Proper kategori emas dan hijau ini menunjukkan keseriusan Grup Barito Pacific dalam melaksanakan pembangunan yang berkelanjutan dengan fokus pada aspek Environment Social Governance atau ESG."
"Baik Chandra Asri maupun Star Energy juga secara konsisten mempertahankan peringkat emas dan hijaunya dari tahun ke tahun, sebagai bentuk komitmen pengelolaan lingkungan berkelanjutan terhadap lingkungan hidup dan pemberdayaan sosial masyarakat,” kata Rudy dalam keterangan pers, Selasa (4/1).
Dua anak usaha Barito Pacific yang menerima peringkat Proper adalah Star Energy Geothermal yang bergerak di sektor pembangkit listrik tenaga panas bumi yang mendapatkan peringkat Proper Emas untuk unit Wayang Windu dan Proper Hijau untuk unit Darajat II dan unit Salak.
Sementara Chandra Asri, anak usaha yang bergerak di sektor produsen petrokimia meraih predikat Proper Hijau pada tahun ini untuk pabriknya yang berlokasi di Cilegon.
Peringkat Proper diberikan bertujuan untuk mendorong ketaatan industri terhadap peraturan perundangan di bidang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup. Peringkat Proper terbagi menjadi dua kategori, yaitu ketaatan (Biru, Merah, Hitam) dan beyond compliance (Emas dan Hijau).
Capaian tingkat ketaatan perusahaan terhadap peraturan lingkungan hidup di 2021 ialah 645 perusahaan kategori Prp[er Merah, 1.670 perusahaan kategori Proper Biru, 186 perusahaan kategori Prp[er Hijau serta 47 perusahaan kategori Proper Emas. (RO/OL-09)
Direktur Utama Indodana Finance Mira Wibowo meraih penghargaan Indonesia Best CEO 2025 dalam ajang Indonesia Business Leadership Forum.
Bank Jakarta meraih dua penghargaan atas komitmennya dalam memperkuat tata kelola perusahaan dan menjaga kinerja berkelanjutan.
Peran CFO semakin strategis dalam menjaga stabilitas bisnis sekaligus mengarahkan perusahaan menghadapi tekanan ekonomi, transformasi digital, dan tuntutan keberlanjutan.
Green Building Council Indonesia (GBCI) menyerahkan penghargaan berupa sertifikat dan plakat Greenship Neighborhood versi 1.0 dengan peringkat Gold kepada Royal Botanica Park.
Penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi bagi individu yang memberikan kontribusi nyata dalam memperkuat fondasi dan mendorong pertumbuhan industri kripto dan Web3 di Indonesia.
Dalam pidato kemenangannya di BAFTA, Robert Aramayo memberikan penghormatan kepada John Davidson, seorang aktivis sindrom Tourette yang menjadi inspirasi di balik pembuatan film I Swear.
Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengajak santri Hidayatullah mencintai hutan melalui gerakan menanam pohon dan menyerahkan 1.015 bibit produktif.
Sekjen PSI sekaligus Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menegaskan ajaran Islam memiliki landasan teologis kuat untuk menjaga lingkungan dan hutan dalam perspektif ekoteologi.
Mendiktisaintek Brian Yuliarto dan MenLH Hanif Faisol Nurofiq sepakat perkuat kolaborasi kampus dan pemerintah dalam pengelolaan sampah nasional.
Dalam satu tahun terakhir, Delonix Hotel Karawang menjalankan program keberlanjutan terstruktur yang mengacu pada kerangka kerja berbasis sains dari EarthCheck.
Di tengah tekanan deforestasi, perubahan iklim, dan tuntutan pasar terhadap komoditas berkelanjutan pemerintah dan pelaku usaha kehutanan mulai menggeser paradigma pengelolaan hutan.
Kemajuan ilmu pengetahuan modern telah membawa banyak progres dalam pengelolaan kehutanan dan lingkungan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved