Rabu 29 Desember 2021, 07:45 WIB

Proper 2021, 47 Perusahaan Raih Kategori Emas

mediaindonesia.com | Humaniora
Proper 2021, 47 Perusahaan Raih Kategori Emas

Isr/KLHK
Perwakilan perusahaan yang meraih penghargaan Proper 2021.

 

MENTERI Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Siti Nurbaya Bakar bersama Wakil Presiden Ma’ruf Amin menyerahkan penghargaan program Penilai­an Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup (Proper) 2021. Dalam penghargaan Proper kali ini, sebanyak 47 perusahaan mendapatkan kategori emas.

Dalam sambutannya, Siti Nurbaya menyampaikan bahwa Proper diselenggarakan dengan tujuan untuk mendorong ketaatan industri terhadap peraturan perunda­ngan di bidang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup.

Peringkat Proper terbagi menjadi dua. Pertama, ketaatan dengan kategori biru, merah, dan hitam. Kedua, beyond compliance dengan kategori emas dan hijau.

“Semua atas tujuan sebaik-baiknya. Dari program ini, pemerintah bisa mendorong upaya pengendalian lingkung­an dan keseimbangan dalam upaya ekonomi dan investasi dengan keseimbangan lingkungan sebagaimana terus dipesankan oleh Bapak Presiden Joko Widodo dan Bapak Wakil Presiden Ma’ruf Amin kepada semua menteri kabinet pada setiap kesempatan,” ungkap Siti di Istana Wakil Presiden, kemarin.

Siti menyebutkan aspek penilaian ketaatan yang dievaluasi dalam penghargaan Proper meliputi persetujuan lingkungan, pengendalian pencemaran air, pengendalian pencemaran udara, pengelolaan limbah B3 dan non-B3, pengelolaan sampah, serta potensi kerusakan lahan khusus untuk kegiatan pertambang­an. Hasilnya diperoleh bahwa tingkat ketaatan perusahaan terhadap peraturan lingkung­an hidup mencapai 75%.

Evaluasi itu dilakukan terhadap 2.593 perusahaan dengan hasil peringkat tidak ada kinerja perusahaan yang tercatat dalam kategori hitam. Dalam kategori Proper merah, ada sebanyak 645 perusahaan, Proper biru sebanyak 1.670 perusahaan. 

Sebanyak 47 perusahaan mendapat penghargaan Pro­per emas serta 186 perusahaan mendapat penghargaan kate­gori Proper hijau, yakni per­usahaan yang telah melakukan pengelolaan lingkungan lebih dari yang dipersyaratkan dalam peraturan (beyond compliance).

“Proper telah berlangsung selama 26 tahun dan sudah berkembang menjadi platform bagi dunia usaha untuk melakukan praktik bisnis yang berkelanjutan dengan menerapkan prinsip ekonomi hijau,” ujar Siti.

Ia menjelaskan kriteria pengelolaan lingkungan hidup dan pemberdayaan masyarakat yang terdapat di Proper meliputi sistem manajemen lingkungan, efisiensi energi, penurunan emisi dan gas rumah kaca, efisiensi air, penurunan dan pemanfaatan limbah B3, pengelolaan 3R sampah, perlindungan keanekaragaman hayati, pengembangan masyarakat, penerapan life cycle assesment, serta social return on invesment.

“Peserta Proper periode 2020-2021 adalah 2.593 perusahaan yang terdiri atas 299 jenis industri, meningkat 555 perusahaan sejak 2020

kemarin,” lanjut dia.
Menurut Siti, saat ini ada tiga perkembangan aspek baru dalam kinerja dunia usaha, yakni life cycle assessment (LCA), eco-inovasi, dan inovasi sosial.

Life cycle assessment (LCA) merupakan indikator untuk mengetahui jumlah energi dan dampak lingkungan yang disebabkan dari tahapan daur hidup produk sejak pengambil­an bahan baku hingga produk itu selesai digunakan konsumen dan dibuang.

Dengan LCA sebagai kriteria Proper 2021 ini, tercatat 255 perusahaan telah mulai menerapkan prinsip LCA sebagai bagian dari sistem manajemen lingkungan di perusahaan.

Eco-inovasi merupakan fokus strategi perusahaan dalam menciptakan produk dan proses, mendorong per­usahaan melakukan penelitian dengan pengetahuan baru, ide-ide baru yang inovatif, dan pengembangan produk barang atau jasa. Hal itu tentunya harus memberi kontribusi pengurangan dampak lingkungan jika dibandingkan dengan praktik-praktik yang sudah ada.

“Eco-Inovasi pada tahun ini mencatat sebanyak 697 inovasi yang dihasilkan oleh perusahaan. Hasil inovasi ini mampu menghemat anggaran sebesar Rp102,49 triliun,” imbuh Siti.

Harus diakui, lanjut dia, pandemi covid-19 sangat berpengaruh terhadap aktivitas ekonomi dan produksi. Hal itu  terlihat dari upaya efisiensi energi mengalami penurunan dari 430,24 juta GJ pada 2020 menjadi 392,76 juta GJ pada 2021.

Namun, upaya pengurangan, pemanfaatan kembali, dan daur ulang Limbah B3 dan non-B3 mengalami kenaikan 31% dari 16,4 juta ton menjadi 21,54 juta ton dan 5,03 juta ton menjadi 6,59 juta ton.

Dari evaluasi inovasi sosial, terdapat 103 inovasi yang bervariasi. Dari pemberdayaan perempuan melalui digital marketing, penerapan ilmu pengetahuan untuk budi daya rumput odot untuk pengolahan serta pe­ngawetan pakan ternak, pelayanan air bersih untuk masyarakat adat, pengembangan obat obatan herbal, sampai memitigasi bencana karhutla dengan mengolaborasikan fungsi embung sebagai sumber air dalam upaya penanganan kebakaran lahan.

“Hasil evaluasi kami menunjukkan bahwa pada 2021 dana program pemberdayaan masyarakat yang bergulir di masyarakat mencapai Rp2,6 trilyun, sumbangsih dunia usaha ini mengalami penurunan dari Rp6,21 triliun pada 2020,” jelas dia.

Selain upaya-upaya tersebut, dunia usaha juga telah meng­awali dukungan dalam rangka penurunan emisi gas rumah kaca dengan memenuhi komitmen sebagaimana penegasan pemerintah RI di COP 26 Perubahan Iklim di Glasgow untuk FoLU Net Carbon Sink 2030.

Dalam upaya mitigasi perubahan iklim dimaksud, tercatat peran penting dunia usaha, antara lain melalui keterlibatan di setiap pembangunan dan pengelolaan ruang terbuka hijau (RTH) berbasis keanekaragaman hayati.

“Pada 2021 ini, tercatat area binaan mencapai 286.468,9 hektare yang tersebar di 27 provinsi,” kata dia.

Sumber inspirasi

Wapres Ma’ruf Amin dalam sambutannya memberikan selamat pada para penerima penghargaan Proper berkate­gori baik.

“Anda adalah sumber ins­pirasi dan motivasi karena berhasil dalam mengelola lingkungan hidup lestari. Bagi KLHK, selamat atas penyelenggaraan Anugerah Proper 2021. Masih banyak pekerjaan berat yang harus dilakukan untuk mengawal terwujudnya lingkungan hidup lestari. Kita dukung program-program lain yang dicanangkan KLHK yang tidak hanya melibatkan dunia usaha, tapi juga seluruh komponen bangsa lainnya dalam rangka menyelamatkan lingkungan dan bumi kita,” ungkap Ma’ruf.

Menurut Ma’ruf, selama 26 tahun, Proper telah berkembang menjadi platform bagi dunia usaha untuk melakukan praktik bisnis yang berkelanjutan dengan menerapkan prinsip ekonomi hijau.

Program itu pun telah bertransformasi dari kriteria sederhana kemudian berkembang menjadi kriteria yang mengusung perbaikan berkelanjutan hingga sekarang mencakup kriteria daya tanggap terhadap kebencanaan. (Gan/S2-25)

Baca Juga

Antara

Update 1 Oktober 2022: 1.639 Kasus Covid-19 Terdeteksi Hari Ini

👤MGN 🕔Sabtu 01 Oktober 2022, 21:42 WIB
Sementara itu, kasus aktif meningkat 103 sehingga menjadi 17.697...
MI/Palce Amalo

Menteri PUPR Ajak Mahasiswa Jadi Generasi Tangguh dan Adaptif

👤Palce Amalo 🕔Sabtu 01 Oktober 2022, 21:10 WIB
MENTERI Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono  mengajak mahasiswa menjadi generasi tangguh dan...
DOK/SBM ITB

SBM ITB Gelar Metabinar Pertama di Indonesia

👤Naviandri 🕔Sabtu 01 Oktober 2022, 19:55 WIB
Aktivitas yang bisa dilakukan ialah  membeli dan menjual aset, berkuliah, menggelar konser, menggelar konferensi pers, menggelar event...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya