Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
PSIKOLOG dari Mayapada Hospital Kuningan RA Oriza Sativa mengatakan tantangan menjadi ibu semakin tinggi di era digital dan penting bagi ibu untuk dapat mengikuti baik perkembangan teknologi maupun psikologis anak yang sesuai dengan usianya.
"Pola pengasuhan anak dulu dan kini sudah jauh berbeda. Jika dulu orangtua cenderung memberi perintah, kini orangtua harus memberikan contoh dan harus bisa memposisikan sebagai sahabat, karena anak cenderung lebih mendengarkan sahabat dibandingkan dengan orangtua," kata Oriza dikutip dari keterangan bersama Mothercare Indonesia, Selasa (28/12).
Meski menjadi seorang ibu sangatlah menantang untuk dilakukan, di balik itu semua kelelahan dan keraguan terbayarkan melihat sang buah hati tumbuh dengan sehat dan bahagia.
Baca juga: Survei : Ibu yang Berdaya Beri Kontribusi Multidimensional pada Keluarga dan Negara
"Untuk ibu yang merasa gagal, jangan ragukan dirimu. Saat ini, rasanya sulit, tetapi setiap hari Anda masih muncul, bahkan melalui kelelahan. Anda menuangkan cinta Anda kepada anak-anak Anda, meskipun cangkir Anda terasa kosong. Anda melakukan yang terbaik yang Anda bisa, bahkan ketika Anda berpikir Anda tidak bisa. Anda hebat dan luar biasa," kata pemilik Nafas Pertama Rizka Anggraini.
Sependapat, Puteri Indonesia Lingkungan 2017 Kevin Liliana menambahkan, pengalaman menjadi seorang ibu sangatlah tidak terlupakan.
"Pengalaman tIDak terlupakan menjadi seorang Ibu adalah ketika aku melahirkan Sera, dimana Sera lahir 10 hari sebelum waktunya, perjuangan yang harus aku lakukan sendiri di dalam ruang bersalin karena suamiku tidak bisa masuk. Perjuangan berat yang berujung pada kebahagiaan yang tidak terhingga," katanya.
Sementara itu, Mothercare membuat kampanye #SemuaIbuHebat karena Mothercare percaya bahwa semua ibu memiliki semangat ibu hebat dalam dirinya, baik itu ibu pekerja maupun ibu rumah tangga.
"Seorang ibu memiliki peran ganda yang seringkali membuat kita lupa akan perjuangan yang mereka lalui. Tidak peduli apakah dia sebagai pekerja atau ibu rumah tangga, dia selalu membuat segalanya terlihat mudah," kata Senior Vice President Mothercare Indonesia Vasudev Kataria.
"Jadi, penting untuk mengenali dan menghargai dia untuk semua yang dia lakukan untuk kita tidak hanya hari-hari istimewa tetapi setiap hari. Oleh sebab itu, di hari ibu ini Mothercare meluncurkan kampanye baru #SemuaIbuHebat. Kampanye ini dipilih untuk menyebarkan semangat kepada seluruh Ibu di Indonesia," pungkasnya. (Ant/OL-1)
Tingginya mobilitas masyarakat, terutama pada momen libur lebaran, menjadi salah satu faktor risiko yang patut diwaspadai orangtua mengenai risiko campak pada anak.
Waktu ideal untuk pemberian vaksinasi adalah minimal 14 hari atau dua pekan sebelum keberangkatan guna memastikan perlindungan optimal selama liburan.
Selain gangguan perilaku seperti hiperaktif dan sulit konsentrasi, paparan layar berlebih juga memicu gangguan tidur.
Langkah pertama yang harus diperhatikan bukan sekadar menahan lapar, melainkan kesiapan fisik dan psikis sang anak untuk berpuasa di bulan Ramadan.
Ledakan emosi orangtua sering kali dipicu oleh kondisi fisik dan psikis yang sedang tidak stabil.
Emosi yang bergejolak sering kali menjadi penghalang bagi orangtua untuk berpikir jernih.
Dengan bantuan platform online video, pengguna dapat mengedit klip, menambahkan teks, memasukkan musik, hingga membuat video profesional langsung dari browser.
Saat ini, sekitar 62 persen masyarakat Indonesia telah terbiasa berbelanja daring dua hingga tiga kali per bulan.
KECINTAAN Justisia Dewi pada jam tangan, dan kepeduliannya terhadap lingkungan menjadi salah satu sumber inspirasi usahanya. Ia menghadirkan Ma.ja Watch pada tahun 2021
Tanpa kematangan psikologis yang cukup, anak-anak berisiko tinggi terpapar konten yang tidak sesuai dengan tahap perkembangan usia mereka.
Meta menekankan bahwa perlindungan terhadap anak tidak harus dilakukan dengan cara yang mengekang atau memantau seluruh isi percakapan secara berlebihan.
DI tengah upaya pemerintah memperketat pengawasan digital bagi anak-anak, suara dari akar rumput mengingatkan bahwa regulasi teknis saja tidak cukup.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved