Rabu 15 Desember 2021, 22:37 WIB

UISSI Dobrak Keterbatasan Akses Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam

Mediaindonesia.com | Humaniora
UISSI Dobrak Keterbatasan Akses Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam

Dok. Kemenag
Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama M Ali Ramdhani

 

KEHADIRAN Perguruan Tinggi Keagamaan Islam pada ruang maya di tengah derasnya arus informasi menjadi sangat penting. Itu karena perkembangan zaman tak lagi memberikan batasan jarak dan waktu bagi siapa saja yang mencari informasi maupun menuntut ilmu melalui media digital.

Hal tersebut dikatakan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama M Ali Ramdhani seusai acara peluncuran Program Pembelajaran Jarak Jauh, Program Studi Pendidikan Agama Islam IAIN Syekh Nurjati Cirebon Menuju Universitas Islam Siber Syekh Nurjati Indonesia (UISSI), Selasa (14/12).

"Dunia, dewasa ini dalam konteks kontemporer banyak yang menggambarkan sebagai sebuah kampung besar, di mana sekat-sekat ruang dan waktu dimediasi oleh teknologi yang kemudian menjadikan sekat menjadi tidak ada lagi," kata Ramdhani.

Pihaknya menyadari limpahan informasi yang luar biasa di dunia maya, pada satu sisi memberikan sisi negatif, dan sisi positif pada bagian lainnya. 

Terlebih di dalamnya juga bermunculan model-model informasi yang bersifat brainstroming, brainwashing, dan model-model dakwah dari kelompok transnasional.

"Kita memahami bahwa ruang ini menjadi tempat bersemayamnya berbagai aneka ragam gagasan, maka kita perlu hadir memberikan warna sekaligus memberikan ruang secara formal bagi anak bangsa untuk meningkatkan kualifikasi kompetensi yang tentu saja bermuara pada kesejahteraan.'

Guru Besar UIN Sunan Gunung Jati ini optimistis kehadirian UISSI nantinya akan mengubah pola pendidikan Islam yang tidak melulu melalui ruang formal yang hanya dapat diakses oleh anak bangsa yang berkesempatan. 

Kehadiran UISSI diyakini bermafaat bagi mereka yang membutuhkan, meski dalam keadaan yang tidak memungkinkan, seperti tinggal di daerah-daerah terpencil atau pun yang waktunya tersita demi mengabdikan dirinya pada pendidikan.

"Bahwa ada sekitar 40 ribu guru-guru madrasah yang belum memenuhi jenjang pendidikan S-1, dan ini yang diperintahkan oleh Pak Menteri Agama agar segera menghadirkan pemenuhan terhadap kompetensi guru, yang tujuan utamanya adalah memenuhi janji konstitusi, yaitu mencerdaskan anak bangsa," tandasnya.

IAIN Syekh Nurjati Cirebon ditetapkan sebagai Perguruan Tinggi Keagamaan Islam berbasis siber pertama di Indonesia. Penetapan itu berdasarkan Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam No 1175 Tahun 2021, tentang Penetapan Institut Agama Islam Syekh Nurjati sebagai Pilot Project Perguruan Tinggi Keagamaan Islam yang berbasis Digital University. (RO/J-2)

Baca Juga

ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

Banyak CPNS Mengundurkan Diri, Sosiolog: Lulusan Terbaik Enggan jadi PNS

👤Indriyani Astuti 🕔Sabtu 28 Mei 2022, 19:58 WIB
Budaya kerja birokrasi yang penuh penyimpangan anggaran serta sistem karir yang politis dan kolusi juga menurutnya menjadi faktor...
DOK MI

Mahasiswa Diajak Berpartisipasi Aktif Dalam Presidensi G20 Indonesia Melalui Youth-20

👤Despian Nurhidayat 🕔Sabtu 28 Mei 2022, 19:35 WIB
Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian terus berusaha meningkatkan awareness dan antusiasme masyarakat Indonesia untuk turut...
MI/ HO

Kemendikbudristek Gandeng LX International Siapkan SDM Bertalenta Digital

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 28 Mei 2022, 19:06 WIB
Program ini sebagai suatu solusi edukasi berbasis industri dengan skalabilitas yang tinggi dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya