Headline
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Aturan itu menunjukkan keberpihakan negara pada kepentingan anak.
Kumpulan Berita DPR RI
KONSULTAN Alergi Imunologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Zakiudin Munasir mengatakan, imunisasi pada anak sejatinya bisa dilakukan secara maksimal di tengah pandemi dengan protokol kesehatan yang harus ditaati oleh masyarakat
"Tentu tidak apa-apa asal tetap mematuhi protokol kesehatan," ucap Zakiudin kepada Media Indonesia, Selasa (23/11).
Optimalisasi imunisasi pada anak sangat dibutuhkan agar seluruh anak dapat divaksin. Penurunan cakupan Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) selama pandemi terjadi terutama pada tahun ini. Hal itu berpotensi bisa berdampak pada penurunan kesehatan secara nasional.
IDAI sendiri berkomitmen untuk terus mendukung cakupan IDL. Namun hal ini harus didukung juga oleh pemerintah untuk memastikan ketersediaan vaksin dan distribusinya serta membuka kesempatan seluas-luasnya kepada penyedia vaksin PCV, HPV dan Rotavirus untuk menjamin kontinuitas ketersediaan vaksin.
Baca juga : Sinovac dan Sinophram Diizinkan, Kepastian Umrah Menunggu Teknis
"Tentunya IDAI menginginkan cakupan penuh dengan meningkatkan kegiatan edukasinya dengan mengadakan acara-acara pelatihan ke anggota IDAI," kata Zakiudin.
Imunisasi lengkap memiliki dampak positif bagi anak. Salah satunya bisa meningkatkan daya tahan tubuh sehingga tidak tertular penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Efek dominonya jika anak memiliki daya tahan tubuh lemah maka bisa lebih mudah tertular covid-19.
"Menurunnya imunisasi juga akan berpengaruh pada kondisi anak sehingga lebih mudah terpapar covid-19. Kalau terkena penyakit-penyakit yang bisa dicegah dengan imunisasi tentunya akan mudah kena covid-19," pungkasnya. (OL-7)
Selain gangguan perilaku seperti hiperaktif dan sulit konsentrasi, paparan layar berlebih juga memicu gangguan tidur.
Langkah pertama yang harus diperhatikan bukan sekadar menahan lapar, melainkan kesiapan fisik dan psikis sang anak untuk berpuasa di bulan Ramadan.
Ledakan emosi orangtua sering kali dipicu oleh kondisi fisik dan psikis yang sedang tidak stabil.
Emosi yang bergejolak sering kali menjadi penghalang bagi orangtua untuk berpikir jernih.
Batuk pada kasus PJB memiliki mekanisme yang berbeda dengan batuk akibat virus atau bakteri pada umumnya.
Anak-anak adalah kelompok yang paling rentan saat bencana terjadi. Hal ini karena mereka umumnya belum memiliki kemampuan untuk mengekspresikan emosi secara verbal.
LONJAKAN kasus campak yang terjadi belakangan ini dinilai menjadi indikator menurunnya kekebalan kelompok atau herd immunity di masyarakat
Di Indonesia, jadwal imunisasi anak saat ini mengacu pada rekomendasi Kementerian Kesehatan serta panduan terbaru dari IDAI yang diperbarui pada 2024.
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Kelengkapan imunisasi sesuai usia merupakan benteng terkuat bagi anak.
Vaksin seperti RSV, hepatitis A, hepatitis B, dengue, serta meningokokus diberikan berdasarkan risiko tertentu.
Difteri masih berbahaya dan bisa muncul diam-diam. Kenali gejala awal, cara penularan, dan risiko fatal penyakit yang sebenarnya dapat dicegah ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved