Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
DOKTER dari RSPAD Gatot Subroto, Kartika Yulianti, mengajurkan untuk mengecek gula darah rutin untuk mencegah diabetes baiknya dilakukan setiap satu bulan sekali, khususnya bagi masyarakat yang memiliki riwayat keluarga dengan diabetes maupun yang menjalani gaya hidup tidak sehat.
"Pemeriksaan gula darah itu penting karena sering kali kita tidak mengatur gaya hidup kita, sehingga harus rutin diperiksa. Terkadang karena tidak diperiksa, tiba- tiba kita malah dinyatakan terkena diabetes yang parah karena gula darahnya terlalu tinggi," kata Kartika di Jakarta, Minggu (14/11).
Adapun gaya hidup yang tidak sehat dan memicu terjadinya diabetes atau gula darah berlebih dalam tubuh di antaranya seperti asupan gula lewat makanan dan minuman yang tidak dikontrol atau berlebihan, tubuh tidak aktif bergerak atau gaya hidup sedentari, rutin merokok, hingga rutin mengonsumsi minuman keras.
Baca juga: Yuk Ketahui Beda Stres dan Kecemasan
Diabetes merupakan penyakit tidak menular dan tergolong kronis karena dapat mengakibatkan komplikasi penyakit hingga kematian jika tidak ditangani dengan maksimal.
Berdasarkan Riskesdas Kementerian Kesehatan 2018, penyakit yang menjadi penyebab ketiga kematian tertinggi di Indonesia itu dapat diturunkan secara genetik dan tentunya menjadi berbahaya terutama jika gaya hidup yang dipilih tidak sehat.
"Pemeriksaannya harus bisa dilakukan dari usia sedini mungkin. Jika bandingkan dengan generasi lalu, penyakit diabetes itu risikonya meningkat ketika menginjak usia 40 tahun. Namun di masa kini, untuk usia 20 tahun saja sudah banyak yang terkena diabetes karena gaya hidup yang tidak sehat," ujar Kartika.
Ajakan untuk memeriksa gula darah secara rutin pun disampaikan Kartika bersamaan dengan perayaan momen Hari Diabetes Internasional yang jatuh setiap 14 November.
Pemeriksaan rutin perlu digalakan mengingat angka kasus diabetes yang menyebabkan kematian masih sangat tinggi di Indonesia. Sehingga. jika pemeriksaan gula darah dilakukan secara rutin, angka kasus diabetes bisa diatasi sejak awal dideteksi.
Tentunya dengan pemeriksaan rutin untuk kadar gula darah, Anda telah berkomitmen untuk menyiapkan kualitas hidup yang lebih baik.
Ada pun dua jenis pemeriksaan gula darah yang umum diketahui masyarakat adalah pemeriksaan gula darah sewaktu dan pemeriksaan gula darah puasa.
Pemeriksaan gula darah sewaktu biasanya dilakukan tanpa perlu mengawasi jadwal makan dan sering kali dilakukan untuk tes cepat atau screening.
Idealnya hasil pemeriksaan gula darah sewaktu yang didapatkan oleh orang yang menjalani tes itu berkisar di bawah angka 200 mg/dL.
Sementara untuk gula darah puasa, biasanya mengharuskan orang yang menjalani tes untuk melakukan puasa selama delapan jam lamanya.
Tes ini sering kali diminta dilakukan untuk mendiagnosa penyakit diabetes di tahap pertama dengan hasil ideal di bawah 125 mg/dL. (Ant/OL-1)
Puasa Ramadan tingkatkan sensitivitas insulin penderita diabetes. Simak panduan pola makan, aturan hidrasi 2-4-2, dan tips medis dari pakar endokrin di sini.
Penderita diabetes berisiko tinggi mengalami masalah kaki akibat kerusakan saraf dan aliran darah. Lakukan pemeriksaan kaki rutin untuk mencegah infeksi serius dan amputasi.
Kaki merupakan bagian tubuh yang paling rawan terluka karena fungsinya sebagai penumpu utama beban tubuh.
Pemahaman mengenai klasifikasi diabetes melitus sangat penting karena setiap tipe memiliki karakteristik dan penyebab yang berbeda.
Penderita diabetes umumnya menunjukkan empat gejala utama yang saling berkaitan, atau yang sering disebut sebagai gejala klasik 4P.
KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) mengimbau masyarakat untuk tetap memperhatikan prinsip gizi seimbang dalam memilih menu berbuka puasa selama bulan Ramadan 2026.
PIN Pulse resmi meluncur di Kickstarter 2026. Cincin pintar titanium ini mampu melacak estimasi gula darah dan tekanan darah secara non-invasif.
Ahli nutrisi menyarankan makan sayuran non-tepung lebih dulu sebelum protein dan karbohidrat untuk mengatur gula darah, memperlambat pencernaan karbohidrat.
Penelitian terbaru ungkap sari lemon dapat memperlambat pencernaan pati dan menekan lonjakan gula darah setelah makan karbohidrat.
Mengenali tanda-tanda awal gula darah tinggi, mengetahui langkah pertolongan pertama, serta menerapkan pola hidup pencegahan menjadi hal penting untuk menjaga kesehatan jangka panjang.
Banyak orang mengaitkan kadar gula darah tinggi atau hiperglikemia langsung dengan diabetes. Namun, kenyataannya ada faktor lain.
Risiko metabolisme tubuh juga perlu diwaspadai dari tingginya kadar gula darah. Selain resistensi insulin, gula darah yang tinggi dapat meningkatkan komplikasi serius
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved