Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
MENTERI Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan untuk tingkat provinsi di luar Jawa Bali, Provinsi dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 sudah tidak ada.
Sedangkan di Level 3 ada 4 provinsi, di Level 2 ada 22 provinsi, dan 1 provinsi ada di Level 1. Kepulauan Riau turun ke Level 1 dan Kalimantan Timur turun ke Level 2.
Dari indikator 10 kabupaten kota yang diterapkan Level 4 di luar Jawa Bali dalam dua minggu kemarin 21 September - 4 Oktober, terjadi kenaikan level di Kota Banjarmasin. Lalu tujuh kabupaten kota turun Level PPKMnya dan dua tetap Levelnya.
Padang, Kota Banjarmasin, dan Balikpapan mengalami kenaikan positivity rate. Target pemeriksaan di 7 kabupaten kota, terdapat 3 yang tidak mencapai target, yaitu Aceh Tamiang dan Pidie di Aceh serta Bulungan di Kalimantan Utara.
Target vaksinasi, sebanyak 8 kabupaten kota berada di bawah rata-rata, atau di bawah 45%. Juga terkait capaian lansia sebanyak 7 kabupaten kota di bawah nasional atau di bawah 30%.
"Perpanjangan PPKM luar Jawa Bali diusulkan untuk dua minggu ke depan yaitu 5 - 18 Oktober," kata Airlangga, dalam konferensi pers update Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), Senin (4/10).
Baca juga : Tren Kasus Turun, Rerie: Upaya Pengendalian Covid-19 Harus Konsisten
Cakupannya, sebanyak enam kabupaten kota tetap di Level 4 yaitu Kabupaten Pidie, Kabupaten Bangka, Kota Padang, Kota Banjarmasin, Kabupaten Bulungan dan Kota Tarakan.
Pada PPKM Level 3, pada 44 kabupaten kata. PPKM Level 2 menjadi 292 kabupaten kota dari sebelumnya 249. Untuk PPKM Level 1 ada di 44 kabupaten kota dari sebelumnya hanya 18.
Jumlah kasus Covid-19 per pulau dari kelompok provinsi, di wilayah Sumatera tercatat recovery rate 95,19%, fatality rate di 3,54%. Sejak 9 Agustus-3 Oktober, telah turun 91,66%.
Kemudian di wilayah Nusa Tenggara, recovery rate sebesar 96,78%, fatality rate 2,33%, penurunan kasus 93,79%.
Di wilayah Kalimantan, recovery rate sebesar 95,11%, fatality rate 3,15% dengan penurunan 87,44%.
Untuk Sulawesi, recovery rate 95,73%, fatality rate 2,62%, dengan penurunan 88,68%.
Wilayah Maluku dan Papua, recovery rate 95,69%, fatality rate 1,71%, dan penurunannya 88,47%. (OL-2)
Narasi-narasi menyesatkan di media sosial menjadi salah satu pemicu utama keengganan orangtua untuk memberikan vaksinasi kepada anak mereka.
Vaksinolog dan internis sekaligus Chief Medical Advisor Imuni, dr. Dirga Sakti Rambe, mengatakan bahwa vaksin tidak melulu hanya diberikan untuk anak-anak.
Tingginya mobilitas masyarakat, terutama pada momen libur lebaran, menjadi salah satu faktor risiko yang patut diwaspadai orangtua mengenai risiko campak pada anak.
Waktu ideal untuk pemberian vaksinasi adalah minimal 14 hari atau dua pekan sebelum keberangkatan guna memastikan perlindungan optimal selama liburan.
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat melaporkan peningkatan signifikan dalam jumlah kasus campak (measles) pada awal tahun 2026.
Berbagai stimulus telah disiapkan pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi selama periode Lebaran, mulai dari diskon transportasi
Airlangga mengatakan dalam pelaksanaannya, Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara ditugaskan untuk menyelesaikan berbagai persoalan berkaitan PLTD.
MENTERI Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan skema kerja bekerja dari rumah (work from home) atau WFH dampak dari kenaikan harga minyak.
Airlangga Hartarto mengusulkan penerbitan peraturan pemerintah pengganti undang-undang sebagai langkah antisipasi apabila konflik Timur Tengah memicu lonjakan harga minyak dunia.
Pemerintah Indonesia memperkuat kemitraan strategis dengan Jepang dalam pengembangan industri, transisi energi, hingga penguatan rantai pasok global.
Pemerintah menyiapkan anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) sebagai penyangga untuk meredam gejolak harga di tengah ketidakpastian global akibat perang di Timur Tengah
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved