Headline
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Sekitar 50% anak pengguna internet pernah terpapar konten seksual di medsos.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYAKIT jantung bawaan (PJB) adalah kelainan pada struktur jantung yang umumnya muncul sejak lahir dan hal ini menyebabkan aliran darah dari jantung menuju seluruh jaringan tubuh tidak berjalan lancar. Penyakit jantung ini merupakan salah satu penyakit yang sering dijumpai oleh anak-anak.
Berdasarkan dari Indonesia Heart Association, angka kejadian kelainan jantung bawaan di Indonesia diperkirakan mencapai 43,2 ribu kasus dari 4,8 juta kelahiran hidup. Jika asupan nutrisi anak yang menderita kelainan jantung bawaaan tidak sesuai dengan energi yang dikeluarkan, maka perkembangan anak akan mengalami gangguan.
Dr.dr. I Gusti Lanang Sidhiarta Sp.A(K), Dokter Spesialis Anak Ahli Nutrisi dan Penyakit Metabolik RSUP Sanglah, Bali, mengatakan bahwa anak yang mengalami kelainan jantung bawaan ini sebanyak 80,2 persen di antaranya mengalami kurang gizi atau malnutrisi.
Baca juga: Keputusan Reproduksi Harus Dibicarakan Sebelum Menikah, Ini Alasannya
Penyebab anak PJB bengalami malnutrisi yang pertama karena asupan nutrisi yang di konsumsi tidak sesuai sehingga asupan nutrisi anak tidak sesuai dengan kebutuhannya. Selain itu, anak dengan PJB sering mengalami inflamasi atau infeksi yang menyebabkan kebutuhan nutrisi meningkat. Kemudian, anak dengan PJB seringkali mengalami gangguan penyerapan nutrisi pada usus.
“Dari tiga ini, bisa salah satunya, bisa ketiga-tiganya pada anak yang mengalami kelainan jantung bawaan, itulah sebabnya anak-anak yang mengalami PJB itu sering sekali mengalami malnutrisi atau kurang gizi, seperti itu.” jelas dr. Lanang dalam webinar “Pentingnya Dukungan Nutrisi Tepat untuk Mengoptimalkan Tumbuh Kembang Anak” yang diselenggarakan oleh Danone Specialized Nutrition Indonesia, Rabu (29/9).
Dampak pada anak dengan PJB terhadap tumbuh kembang yang banyak adalah malnutrisi sejak usia dini. Faktanya, sebanyak 15-41 persen anak sudah mengalami malnutrisi di tahun pertama mereka. Efek dari malnutrisi ini dapat menyebabkan anak mengalami gangguan dasar atau kognitif dan daya tahan tubuh anak yang rendah atau mudah sakit. Dampak yang paling berat adalah dapat memperparah kerusakan otot jantung hingga terjadi komplikasi.
Baca juga: Tingkatkan Pelayanan Kesehatan, RSMH Tambah Ruang Inap Eksekutif
Dampak pada anak dengan PJB terhadap tumbuh kembang yang banyak adalah malnutrisi sejak usia dini. Faktanya, sebanyak 15-41 persen anak sudah mengalami malnutrisi di tahun pertama mereka. Efek dari malnutrisi ini dapat menyebabkan anak mengalami gangguan dasar atau kognitif dan daya tahan tubuh anak yang rendah atau mudah sakit. Dampak yang paling berat adalah dapat memperparah kerusakan otot jantung hingga terjadi komplikasi.
Cara mengidentifikasi dini malnutrisi pada anak dengan PJB yang paling awal adalah dengan mengidentifikasi berat badan secara rutin menggunakan tabel persentil-5 WHO. Jika kenaikan berat badan setiap bulan tidak sesuai dengan yang seharusnya, maka anak dapat dikatakan mengalami gagal tumbuh.
“Jika berat badan di bawah persentil-5, berarti ini gagal tumbuh, ini harus segera dilakukan intervensi, seperti itu. Kalau dibiarkan akan terjadi gizi kurang, lebih berat lagi terjadi gizi buruk,” tambah dr. Lanang.
Perbaikan gizi anak dengan KJB dapat mencegah atau menurunkan angka kesakitan dan kematian, mendukung tumbuh kembang yang optimal, dan memberikan angka keberhasilan operasi koreksi jantung dengan hasil yang lebih baik, serta kualitas fisik dan mental yang optimal di masa depan. (*/H-3)
Orang dewasa yang aktif antara pukul 07.00–08.00 pagi mencatatkan kemungkinan terendah terkena penyakit arteri koroner.
SEORANG pasien datang dengan keluhan nyeri dada yang mengarah pada gangguan aliran darah ke jantung dan ditangani dengan rotablator untuk mengatasi sumbatan.
Perencanaan yang matang adalah kunci utama agar pasien aritmia tetap aman selama di perjalanan mudik lebaran.
Total biaya penanganan gagal ginjal mencapai Rp13 triliun pada 2025. Angka ini menempatkan gagal ginjal di posisi kedua setelah penyakit jantung yang menelan biaya Rp17 triliun.
Setiap menit keterlambatan dalam menangani sumbatan pembuluh darah berarti semakin banyak otot jantung yang mengalami kerusakan permanen.
Batuk pada kasus PJB memiliki mekanisme yang berbeda dengan batuk akibat virus atau bakteri pada umumnya.
Aritmia bisa terjadi pada usia muda tanpa disadari. Kenali gejala ringan, faktor pemicu, dan cara pencegahannya agar terhindar dari gangguan jantung berbahaya.
Orang dewasa yang aktif antara pukul 07.00–08.00 pagi mencatatkan kemungkinan terendah terkena penyakit arteri koroner.
Penyakit jantung tak hanya dipengaruhi genetik. Ahli Mayo Clinic menyebut gaya hidup punya peran lebih besar.
Peradangan dapat meningkatkan risiko berbagai penyakit serius, termasuk jantung.
Studi terbaru mengungkap hubungan mengejutkan antara karies gigi pada anak dengan risiko penyakit jantung dan diabetes saat dewasa.
Studi terbaru Yale School of Medicine mengungkap bahaya tersembunyi COMISA. Kombinasi sulit tidur dan henti napas saat tidur memicu kerusakan jantung permanen.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved