Headline
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Presiden sebut dampak perang nuklir lintas batas dan jangka panjang.
Kumpulan Berita DPR RI
PENYAKIT jantung bawaan (PJB) adalah kelainan pada struktur jantung yang umumnya muncul sejak lahir dan hal ini menyebabkan aliran darah dari jantung menuju seluruh jaringan tubuh tidak berjalan lancar. Penyakit jantung ini merupakan salah satu penyakit yang sering dijumpai oleh anak-anak.
Berdasarkan dari Indonesia Heart Association, angka kejadian kelainan jantung bawaan di Indonesia diperkirakan mencapai 43,2 ribu kasus dari 4,8 juta kelahiran hidup. Jika asupan nutrisi anak yang menderita kelainan jantung bawaaan tidak sesuai dengan energi yang dikeluarkan, maka perkembangan anak akan mengalami gangguan.
Dr.dr. I Gusti Lanang Sidhiarta Sp.A(K), Dokter Spesialis Anak Ahli Nutrisi dan Penyakit Metabolik RSUP Sanglah, Bali, mengatakan bahwa anak yang mengalami kelainan jantung bawaan ini sebanyak 80,2 persen di antaranya mengalami kurang gizi atau malnutrisi.
Baca juga: Keputusan Reproduksi Harus Dibicarakan Sebelum Menikah, Ini Alasannya
Penyebab anak PJB bengalami malnutrisi yang pertama karena asupan nutrisi yang di konsumsi tidak sesuai sehingga asupan nutrisi anak tidak sesuai dengan kebutuhannya. Selain itu, anak dengan PJB sering mengalami inflamasi atau infeksi yang menyebabkan kebutuhan nutrisi meningkat. Kemudian, anak dengan PJB seringkali mengalami gangguan penyerapan nutrisi pada usus.
“Dari tiga ini, bisa salah satunya, bisa ketiga-tiganya pada anak yang mengalami kelainan jantung bawaan, itulah sebabnya anak-anak yang mengalami PJB itu sering sekali mengalami malnutrisi atau kurang gizi, seperti itu.” jelas dr. Lanang dalam webinar “Pentingnya Dukungan Nutrisi Tepat untuk Mengoptimalkan Tumbuh Kembang Anak” yang diselenggarakan oleh Danone Specialized Nutrition Indonesia, Rabu (29/9).
Dampak pada anak dengan PJB terhadap tumbuh kembang yang banyak adalah malnutrisi sejak usia dini. Faktanya, sebanyak 15-41 persen anak sudah mengalami malnutrisi di tahun pertama mereka. Efek dari malnutrisi ini dapat menyebabkan anak mengalami gangguan dasar atau kognitif dan daya tahan tubuh anak yang rendah atau mudah sakit. Dampak yang paling berat adalah dapat memperparah kerusakan otot jantung hingga terjadi komplikasi.
Baca juga: Tingkatkan Pelayanan Kesehatan, RSMH Tambah Ruang Inap Eksekutif
Dampak pada anak dengan PJB terhadap tumbuh kembang yang banyak adalah malnutrisi sejak usia dini. Faktanya, sebanyak 15-41 persen anak sudah mengalami malnutrisi di tahun pertama mereka. Efek dari malnutrisi ini dapat menyebabkan anak mengalami gangguan dasar atau kognitif dan daya tahan tubuh anak yang rendah atau mudah sakit. Dampak yang paling berat adalah dapat memperparah kerusakan otot jantung hingga terjadi komplikasi.
Cara mengidentifikasi dini malnutrisi pada anak dengan PJB yang paling awal adalah dengan mengidentifikasi berat badan secara rutin menggunakan tabel persentil-5 WHO. Jika kenaikan berat badan setiap bulan tidak sesuai dengan yang seharusnya, maka anak dapat dikatakan mengalami gagal tumbuh.
“Jika berat badan di bawah persentil-5, berarti ini gagal tumbuh, ini harus segera dilakukan intervensi, seperti itu. Kalau dibiarkan akan terjadi gizi kurang, lebih berat lagi terjadi gizi buruk,” tambah dr. Lanang.
Perbaikan gizi anak dengan KJB dapat mencegah atau menurunkan angka kesakitan dan kematian, mendukung tumbuh kembang yang optimal, dan memberikan angka keberhasilan operasi koreksi jantung dengan hasil yang lebih baik, serta kualitas fisik dan mental yang optimal di masa depan. (*/H-3)
Tidur dalam kondisi terang bukan sekadar masalah gangguan kenyamanan, melainkan ancaman serius bagi jantung.
Peningkatan risiko penyakit jantung koroner pada golongan darah non-O diduga berkaitan dengan kadar faktor pembekuan darah dan penanda inflamasi yang lebih tinggi.
Nyeri leher tak selalu akibat salah tidur. Dalam kondisi tertentu, sakit leher bisa menjadi gejala serangan jantung. Kenali tanda dan risikonya.
Tes darah baru mampu mendeteksi risiko komplikasi mematikan pada pasien hypertrophic cardiomyopathy (HCM). Terobosan besar bagi jutaan pengidap jantung genetik.
Peradangan kronis pada gigi dan gusi bukan sekadar rasa nyeri, melainkan proses biologis yang memengaruhi pembuluh darah.
Para pelari disarankan agar rutin mendeteksi masalah jantung, seperti keberadaan plak, sedini mungkin.
Echocardiography merupakan metode utama non-invasif, tanpa radiasi, dan akurat untuk mendeteksi, mendiagnosis, serta memantau struktur dan fungsi jantung bayi dan anak.
Studi global mengungkap hubungan air minum asin dengan kenaikan tekanan darah. Ancaman serius bagi warga pesisir akibat perubahan iklim.
Studi global mengungkap ketidakcocokan hasil tes kreatinin dan sistatin C bisa menjadi sinyal bahaya gagal ginjal hingga kematian.
Pedoman diet terbaru AS memicu perdebatan sengit. Ahli kardiologi peringatkan risiko lemak jenuh dan daging merah dalam piramida makanan "terbalik" Trump.
Peningkatan risiko penyakit jantung koroner pada golongan darah non-O diduga berkaitan dengan kadar faktor pembekuan darah dan penanda inflamasi yang lebih tinggi.
Nyeri leher tak selalu akibat salah tidur. Dalam kondisi tertentu, sakit leher bisa menjadi gejala serangan jantung. Kenali tanda dan risikonya.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved