Rabu 29 September 2021, 11:04 WIB

Terapi Sel Punca Perlu Kehati-hatian Karena Efek Samping

M. Iqbal Al Machmudi | Humaniora
Terapi Sel Punca Perlu Kehati-hatian Karena Efek Samping

ANTARA/Rivan Awal Lingga
Kepala Badan POM Penny K Lukito

 

Terapi sel punca atau stem cell untuk pasien covid-19 juga perlu menerapkan prinsip kehati-hatian karena terapi tersebut memiliki beberapa efek samping.

Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM), Penny K Lukito menegaskan setiap produk yang digunakan untuk terapi memiliki risiko dan manfaat dalam penggunaannya untuk indikasi tertentu.

"Data global mengenai terapi sel punca menunjukkan perlunya kehati-hatian pada beberapa efek samping potensial seperti reaksi pada lokasi penggunaan, kemungkinan perpindahan sel dari tempat yang seharusnya ke tipe sel lain atau ke beberapa sel, kegagalan sel punca bekerja sebagaimana mestinya serta risiko timbulnya tumor," kata Penny kepada Media Indonesia, Rabu (29/9).

Baca jugaPenuhi Hak Informasi, Kemen PPPA Minta Pemda Bentuk Pusat Informasi Sahabat Anak

Dirinya menjelaskan setiap produk terapetik termasuk sel punca yang diregistrasikan ke Badan POM akan melalui tahap evaluasi keamanan, khasiat, dan mutu berdasarkan data saintifik dari uji preklinis dan uji klinis.

Meskipun sel punca berasal dari tubuh sendiri, namun risiko-risiko tersebut masih dapat muncul. Di samping itu, perlakuan terhadap sel sebelum digunakan juga dapat berpotensi menimbulkan kontaminasi.

"Mengingat sampai saat ini belum ada pengajuan atau pendaftaran sel punca ini ke Badan POM, maka belum ada proses evaluasi aspek efikasi dan keamanan yang dilakukan," ujar Penny.

Efikasi keamanan dilakukan dilakukan setelah ada proses pengajuan/pendaftaran/registrasi, sehingga sampai saat ini belum dapat disimpulkan keamanan sel punca untuk tujuan terapi tertentu.

Hingga kini belum ada instansi yang mengajukan emergency use authorization (EUA) terkait sel punca atau stem cell. "Sampai saat ini belum ada pengajuan pendaftaran sel punca kepada Badan POM," ungkap Penny.

Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) telah melakukan uji klinik terapi stem cell untuk covid-19 dengan derajat kritis.

"Terapi sel punca yang dikembangkan oleh Peneliti RSCM adalah bersifat alogenik bukan autologus, dan diproduksi massal, sehingga memang perlu izin edar atau EUA terlebih dahulu apabila akan digunakan untuk terapi covid-19," pungkasnya. (H-3)

Baca Juga

Dok. Bumame farmasi

Bumame Farmasi Ikut Jaga Protokol Kesehatan di Indonesia Badminton Festival 2021. 

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Rabu 01 Desember 2021, 22:44 WIB
"Menjadi bagian dari perhelatan kompetisi badminton skala internasional yang melibatkan banyak atlet-atlet kelas dunia, kami...
Dok. Pribadi

PDUI dan Le Minerale Lanjutan Kemitraan Promosikan Pola Hidup Sehat

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Rabu 01 Desember 2021, 22:37 WIB
Marketing Director Le Minerale Febri Hutama mengatakan, kemitraan strategis itu selaras dengan visi dan komitmen Le Minerale untuk mengajak...
Dok. Pribadi

UNESCO dan Balai Konservasi Borobudur Luncurkan Buku Pemetaan Potensi Kawasan Borobudur  

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Rabu 01 Desember 2021, 21:31 WIB
Buku Pemetaan Potensi Kawasan Borobudur menjadi sangat penting, karena adanya keberadaan Candi Borobudur yang tercatat dalam daftar Warisan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya