Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
Terapi sel punca atau stem cell untuk pasien covid-19 juga perlu menerapkan prinsip kehati-hatian karena terapi tersebut memiliki beberapa efek samping.
Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (Badan POM), Penny K Lukito menegaskan setiap produk yang digunakan untuk terapi memiliki risiko dan manfaat dalam penggunaannya untuk indikasi tertentu.
"Data global mengenai terapi sel punca menunjukkan perlunya kehati-hatian pada beberapa efek samping potensial seperti reaksi pada lokasi penggunaan, kemungkinan perpindahan sel dari tempat yang seharusnya ke tipe sel lain atau ke beberapa sel, kegagalan sel punca bekerja sebagaimana mestinya serta risiko timbulnya tumor," kata Penny kepada Media Indonesia, Rabu (29/9).
Baca juga: Penuhi Hak Informasi, Kemen PPPA Minta Pemda Bentuk Pusat Informasi Sahabat Anak
Dirinya menjelaskan setiap produk terapetik termasuk sel punca yang diregistrasikan ke Badan POM akan melalui tahap evaluasi keamanan, khasiat, dan mutu berdasarkan data saintifik dari uji preklinis dan uji klinis.
Meskipun sel punca berasal dari tubuh sendiri, namun risiko-risiko tersebut masih dapat muncul. Di samping itu, perlakuan terhadap sel sebelum digunakan juga dapat berpotensi menimbulkan kontaminasi.
"Mengingat sampai saat ini belum ada pengajuan atau pendaftaran sel punca ini ke Badan POM, maka belum ada proses evaluasi aspek efikasi dan keamanan yang dilakukan," ujar Penny.
Efikasi keamanan dilakukan dilakukan setelah ada proses pengajuan/pendaftaran/registrasi, sehingga sampai saat ini belum dapat disimpulkan keamanan sel punca untuk tujuan terapi tertentu.
Hingga kini belum ada instansi yang mengajukan emergency use authorization (EUA) terkait sel punca atau stem cell. "Sampai saat ini belum ada pengajuan pendaftaran sel punca kepada Badan POM," ungkap Penny.
Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) telah melakukan uji klinik terapi stem cell untuk covid-19 dengan derajat kritis.
"Terapi sel punca yang dikembangkan oleh Peneliti RSCM adalah bersifat alogenik bukan autologus, dan diproduksi massal, sehingga memang perlu izin edar atau EUA terlebih dahulu apabila akan digunakan untuk terapi covid-19," pungkasnya. (H-3)
PRESIDEN World Council of Stem Cell (WOCS) Deby Vinski mengusulkan agar pemerintah memanfaatkan fasilitas bank tali pusat celltech yang dinilai telah maju dan memenuhi standar internasional.
Ilmuwan Tiongkok menemukan cara mengubah stem cell atau sel punca manusia menjadi sel otak penghasil dopamin.
DUNIA kesehatan baik estetik, kebugaran, maupun bedah plastik semakin berkembang.
RS Atma Jaya merupakan rumah sakit akademik swasta pertama di Jakarta Utara yang telah mendapatkan sertifikasi resmi dari Kemenkes untuk menyelenggarakan layanan terapi sel.
TERAPAN stem cell therapy diklaim mampu mengobati penyakit yang sulit diobati dengan obat-obatan konvensional. Ada sejumlah terapi stem cell yang berkembang.
Penelitian baru menemukan bukti kuat bahwa otak manusia dewasa masih bisa menumbuhkan sel saraf baru di hipokampus.
Kemenkes memberikan apresiasi kepada Dexa Medica melalui Penghargaan Karya Anak Bangsa 2025 atas kontribusinya sebagai industri farmasi dengan uji klinis obat bahan alam terbanyak
Di tengah maraknya produk yang beredar, kredibilitas riset dan sertifikasi menjadi kriteria seleksi utama bagi konsumen cerdas.
INDONESIA resmi memulai uji klinis fase 1 vaksin tuberkulosis (Tb) berbasis inhalasi pertama di dunia.
Pil kontrasepsi pria eksperimental YCT-529 tanpa hormon lolos uji awal tanpa efek samping serius, membuka jalan jadi kontrasepsi pria pertama yang aman dan efektif.
Vaksin tuberkulosis merupakan vaksin tuberkulosis inhalasi pertama. Vaksin ini dikembangkan dengan menggunakan tiga antigen.
Pelaksanaan uji klinis dimulai pada 3 September 2024, dan rekrutmen partisipan secara resmi telah selesai per 16 April 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved