Senin 20 September 2021, 17:23 WIB

Anies: Dunia Tercengang Indonesia Mampu Kendalikan Covid-19

Selamat Saragih | Humaniora
Anies: Dunia Tercengang Indonesia Mampu Kendalikan Covid-19

Antara
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan

 

GUBERNUR DKI Jakarta, Anies Baswedan, menyebutkan, dunia tercengang melihat Indonesia bisa mengendalikan pandemi Covid-19 dengan baik. Karena saat ini Indonesia berada dalam situasi aman dari penyebaran Covid-19, setelah menghadapi gelombang kedua pandemi Covid-19 mencapai puncaknya pada Juli 2021 lalu.

“Hari ini dunia menengok ke Indonesia dengan rasa cengang betapa negara kita mampu menjalani masa ujian kemarin dengan baik dan sekarang kita pada fase yang jauh lebih aman,” kata Anies saat memberikan sambutan pada acara peringatan Hari Rapat Raksasa Ikada ke 76 Tahun 2021 disiarkan Youtube Pemprov DKI Jakarta, Senin (20/9).

Menurut Anies, kunci bangsa Indonesia bisa mengendalikan pandemi Covid-19 adalah kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam melawan dan menangani Covid-19.

Dia menilai pemerintah tidak bisa bekerja sendirian dalam menghadapi pandemi Covid-19 dan juga masyarakat tidak bisa dibiarkan berjalan sendirian dalam berjuang mengatasi virus yang mematikan ini.

Baca juga: Cakupan Vaksinasi Lansia Masih 27,4%

“Alhamdulillah selama beberapa bulan ini kita menyaksikan kerja kolosal yang luar biasa. Kita sekarang mengistilahkan dengan terminologi kolaborasi, kerja bersama seluruh komponen, baik yang berada di jajaran atas nama negara dan baik di jajaran atas nama rakyat dengan berbagai badan yang ada di dalamnya, bekerja bersama-sama menghadapi pandemi ini. Kolaborasi itulah mengantarkan kita semua melewati masa-masa sulit beberapa bulan yang lalu,” ungkal Anies.

Gubernur DKI itu pun memandang semangat kerja sama dan kolaborasi ini merupakan nilai dan inspirasi penting dari peristiwa Ikada 19 November 1945 di mana pada saat itu sebanyak 300.000-an warga Jakarta berkumpul di lapangan Ikada untuk terus mempertahankan dan memperjuangkan kemerdekaan yang sudah diproklamirkan pada 17 Agustus. Saat itu, penduduk Jakarta sebanyak 620.000 orang.

“Kita semua yang bertugas di Jakarta, jangan pernah anggap remeh peristiwa Ikada 1945. Itulah cikal bakal bangkitnya gerakan rakyat di seluruh Indonesia. Inilah cikal bakal solidnya gerakan rakyat bersama dengan pemerintah,” tandas Anies.

“Karena itu, saat ini solidnya kita berkerja bersama dalam menghadapi pandemi harus diteruskan dalam kerja sama di berbagai aspek. Rakyat memilih untuk datang ke lapangan Ikada karena mereka menginginkan merdeka, mereka menginginkan merdeka bukan untuk merdeka saja, tetapi menginginkan merdeka untuk merubah nasibnya,” ungkap Anies.

Diketahui, Rapat Raksasa Lapangan Ikada terjadi pada 19 September 1945, saat Soekarno memberikan pidato singkat di hadapan ribuan rakyat di Lapangan Ikada dalam rangka memperingati 1 bulan proklamasi kemerdekaan.

Di berbagai tempat, lanjutnya, masyarakat dengan dipelopori para pemuda menyelenggarakan rapat dan demonstrasi untuk membulatkan tekad menyambut kemerdekaan.

Di Lapangan Ikada atau Ikatan Atletik Djakarta pada 19 September 1945 dilaksanakan rapat umum yang dipelopori Komite Van Aksi. Lapangan Ikada sekarang ini terletak di sebelah selatan Lapangan Monas. (OL-4)

Baca Juga

AFP

Pembukaan Ibadah Umrah Tunggu Hasil Diskusi Pemerintah Arab Saudi dan Indonesia

👤Widhoroso 🕔Kamis 28 Oktober 2021, 00:19 WIB
PEMERINTAH Arab Saudi dan Indonesia masih melakukan diskusi intensif terkait pelaksanaan ibadah umrah. Hal tersebut membuat hingga kini...
MI/Ramdani

Pemerintah Harus Awasi Ketat Kepatuhan Penurunan Biaya PCR

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 27 Oktober 2021, 22:10 WIB
Pasalnya, ada oknum atau provider penyedia lab tes PCR yang curang dengan menetapkan harga PCR di atas...
MI/Panca Syurkani

Sudirman Said: Langkah Presiden Tekan Harga Tes PCR Harus Diapresiasi

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 27 Oktober 2021, 20:45 WIB
Kendati biayanya sudah turun, kualitas tes PCR harus tetap...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Menghadang Ganasnya Raksa

Indonesia masih menjadi sasaran empuk perdagangan ilegal merkuri, terutama dari Tiongkok dan Taiwan. Jangan sampai peristiwa Minamata pada 1956 di Jepang terjadi di sini.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya