Sabtu 14 Agustus 2021, 11:47 WIB

Pemasaran Kopi Colol dan Flores Butuh Internet

mediaindonesia.com | Humaniora
Pemasaran Kopi Colol dan Flores Butuh Internet

Ist
Petani kopi telah memanfaatkan internet untuk memasarkan kopi floresnya hingga mancanegara.

 

MANGGARAI, Nusa Tenggara Timur, merupakan salah satu wilayah penghasil kopi terbaik di Nusantara. Namun, potensi ini belum maksimal karena jaringan internet yang kurang memadai di wilayah ini sehingga pemasaran kopi belum tergarap dengan baik.

Salah satu wilayah penghasil kopi di sini ialah Desa Colol di Manggarai Timur. Menurut seorang petani kopi colol, Mensi Arsa, bertani kopi sudah menjadi warisan nenek moyang penduduk desa ini.

“Kalau kami tidak mempunyai kopi, pasti keadaan kami sebagai petani ini mengalami kekurangan. Kebutuhan ­utama (masyarakat) sumbernya dari kopi. Ini sudah menjadi sahabat yang paling setia untuk petani-petani Colol,” ungkap Mensi dalam program Bakti untuk Negeri yang ta­yang di Metro TV, tadi malam.

Saat ini, Mensi masih memasarkan kopinya di sekitar desa. Padahal, dia bisa memaksimalkan pemasaran dengan bantuan internet. “Belum (memanfaatkan internet untuk memasarkan kopi). Soalnya jaringan di desa kami ini sangat susah sekali sehingga untuk melakukan komunikasi ataupun memakai internet itu sangat susah,” tuturnya.

Mensi mengaku bahwa niatan untuk memasarkan kopinya secara online sudah ada. Namun, kondisi sulitnya mengakses internet membuat niatnya harus ditunda terlebih dahulu.

Andre Hamboer, seorang pengusaha kopi flores yang berada di Ruteng, Kabupaten Manggarai, Flores, sedikit lebih beruntung. Dia telah memanfaatkan internet untuk memasarkan kopi floresnya hingga bisa dijual di hotel bintang 5 di Jakarta, bahkan ke luar negeri.

“Pemanfaatan internet di sini kami gunakan untuk memasarkan kopi kami melalui platform-platform marketplace. Karena memang dari segi akses juga sangat terbuka dan lebih mudah. Bahkan dengan adanya internet seperti platform-platform e-commerce yang lokal, itu membantu para penikmat kopi di rumah untuk membeli langsung dari kita,” kata Andre.

“Jadi bukan hanya pembeli-pembeli yang besar tapi juga pembeli-pembeli yang retail. Dan itu kami coba pasarkan melalui media sosial, e-commerce lokal. Cukup besar dampaknya karena kami dapat menjangkau customer-customer yang berada jauh di pelosok,” imbuhnya.

Andre tak memungkiri bahwa sinyal internet di wilayahnya belum sepenuhnya baik. Menurutnya, sinyal ini hanya bisa didapatkan di jam-jam tertentu. “Sinyal itu hanya kuat di jam-jam tertentu. Dan akan sangat lemah sinyal itu untuk misalnya vi­deo call atau mengirim pesan yang memang berat, mungkin gambar atau video, kadang-kadang fail,” ungkapnya.

Dia pun berharap ke depan para petani maupun pengusaha kopi di Manggarai, NTT, ini bisa merasakan infrastruktur jaringan telekomunikasi dan internet secara baik, termasuk infrastruktur jalan yang masih harus diperbaiki. “Karena kondisinya memang sangat jauh dan remote,” katanya.

Manggarai di Nusa Tenggara Timur memang menjadi salah satu target pembangunan ja­ringan internet oleh Badan Aksesbilitas Telekomunikasi dan Informasi Kementerian Komunikasi dan Informatika (BAKTI Kominfo). MenurutKepala Dinas Kominfo Manggarai Timur Bonifasius Sai, di wilayah ini terdapat 66 lokasi BTS yang dibangun pada 2021 ini.

“Kita bersyukur bantuan dari Kementerian Kominfo ini disambut gembira oleh seluruh masyarakat Manggarai Timur. Dengan dibangunnya 66 lokasi ini, diharapkan dapat memudahkan akses masyarakat untuk berkomunikasi. Saya yakin beberapa tahun lagi Manggarai Timur merdeka sinyal,” tegasnya.

Salah satu pembangunan BTS yang sedang dilakukan adalah di Desa Rende Nao, Kecamatan Poco Ranaka Timur, Kabupaten Manggarai Timur. CME Suvervisor Pembangunan BTS BAKTI Rende Nao, Bakti Mulyawan, melihat bahwa kebutuhan sinyal internet di wilayah ini cukup mendesak.

“Kebetulan saya juga sudah keliling ke site-site, masih saya temukan ada anak-anak mencari lokasi (sinyal) di satu titik di pinggir jalan. Saya juga sering ngobrol dengan warga setempat, kadang mereka harus pergi jauh (untuk cari sinyal),” ujar Bakti.

“Semoga setelah terba­ngunnya BTS ini masyarakat setempat bisa memanfaatkan, anak-anak sekolah bisa menggunakan, apalagi sekarang sistemnya belajar online, dan perkembangan teknologi di Manggarai Timur ini juga bisa cepat. Karena tidak hanya pendidikan saja, mungkin mereka sudah bisa bisnis online dan sebagainya,” imbuhnya.

Bupati Manggarai Timur Andreas Agas menyatakan wilayahnya punya potensi yang besar dalam sektor pertanian, terutama kopi. Dia menyebut kopi colol merupakan salah satu kopi terbaik di dunia. Untuk itu, bupati meminta agar pemasaran lebih digiatkan terutama pemasaran online.

“Saya sudah minta untuk membuat website toko colol. Sehingga kopi colol bisa dijual di situ. Atau segala produk di desa itu bisa dijual di website. Peran internet ini begitu penting untuk bisa mengembangkan sektor UKM di Kabupaten Manggarai Timur,” pungkasnya. (Ifa/S2-25)

Baca Juga

Dok. Kemenko PMK

Mitigasi Bencana, Menko PMK Lakukan Penanaman 10 Juta Pohon Mangrove di 34 Provinsi

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 24 Mei 2022, 23:37 WIB
Adapun aksi penanaman mangrove pada GPDRR 2022 merupakan momentum dukungan PBB terhadap komitmen Indonesia dalam pengurangan risiko bencana...
Dok. Kemenparekraf

Perkuat Kampanye Sadar Wisata, Kemenparekraf Gelar Training of Trainer untuk Desa Wisata

👤Meediaindonesia.com 🕔Selasa 24 Mei 2022, 23:22 WIB
Perubahan tren di kenormalan baru pariwisata bergeser dari pariwisata berbasis kuantitas ke pariwisata berbasis...
Dok. UMJ

Fakultas Pertanian UMJ Gelar Panen Raya Perdana dari Program Kebun Hidroponik

👤Mediaindonesia.com 🕔Selasa 24 Mei 2022, 23:08 WIB
FAKULTAS Pertanian Universitas Muhammadiyah Jakarta menggelar panen raya perdana dari program kebun hidroponik yang diawali pada Maret...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya