Rabu 07 Juli 2021, 23:13 WIB

Indonesia Komitmen Tangani Krisis Iklim dengan Kurangi Pembuangan Sampah ke Laut

Atalya Puspa | Humaniora
Indonesia Komitmen Tangani Krisis Iklim dengan Kurangi Pembuangan Sampah ke Laut

Antara/Saiful Bahri
Penampakan sampah yang menumpuk di pantai Pamekasan, Jawa Timur

 

INDONESIA berpotensi menjadi negara superpower terkait penyelamatan dunia soal krisis iklim. Pasalnya, wilayah Indonesia termasuk ke dalam coral triangle region dunia dengan luasan hutan mangrove 3,2 juta hektar, padang lamun 3 juta hektar, dan hamparan terumbu karang yang ekstensif. 

Untuk mencapai kekuatan penuh Indonesia guna menyelamatkan iklim dengan memanfaatkan karbon biru yang dimiliki, Direktur Pengelolaan Sampah, Direktorat Jenderal Pengelolaan Limbah, Sampah, dan Bahan Beracun Berbahaya (PSLB3) Kemenetrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Novrizal Tahar mengungkapkan, pengurangan sampah ke laut menjadi kunci utama. 

"Karena sampah ke laut ini menjadi predator yang berbahaya kalau masuk ke tiga ekosistem tersebut, hutang mangrove, padang lamun, dan hamparan terumbu karang. Ini akan menyebabkan kerusakan sehingga potensi Indonesia untuk menjadi superpower dari karbon biru akan hilang," kata Novrizal dalam webinar yang diselenggarakan pada Rabu (7/7). 

Untuk itu, Ia menyatakan Indonesia menargetkan untuk mengurangi timbunan sampah ke laut sebanyak 70% pada 2025. Selama tiga tahun terakhir ini, Novrizal menyatakan Indonesia telah berhasil menurunkan sampah ke laut hingga 15,3%. 

"Dari yang tadinya total sampah plastik ke laut 615 ribu ton pertahun, menurun menjadi 521 ribu ton pertahun pada 2020. Artinya ada progres dan upaya yang kita lakukan," ucapnya. 

Baca juga : Popularitas Bisnis Daur Ulang Berkelanjutan Meningkat

Novrizal menyatakan, rencana jangka panjang yang terus dilakukan antara lain dengan pengurangan plastik sekali pakai di kementerian, lembaga, dan perkantoran. 

Selain itu, meningkatkan dukungan asistensi kepada kepala daerah dan pemda untuk mengelola sampah terpadu dan berkelanjuta, serta memperbanyak kajian analisis pengelolaan sampah darat dan laut. 

"Prinsipnya, potensi untuk menjadi superpower dengan memanfaatkan tiga hamparan tersebut akan sia-sia kalau kita tidak menjaga wilayah pesisir dan mencegah sampah plastik ke laut. Karena ini menjadi hal yang sangat serius," pungkasnya. 

Pada kesempatan tersebut, Ketua Dewan Pertimbangan Pengendalian Perubahan Iklim Sarwono Kusumaatmadja mengungkapkan, Indonesia memegang 65% zona inti dari coral triangle dunia. Karenanya Indonesia memiliki cadangan beharga untuk perubahan iklim. 

"Challenge ke depan adalah bagaimana kita bisa memanfaatkan karbon biru secara berkelanjutan. Tantangan yang menarik adalah bagaimana kita bisa menyusun persepsi bersama dan melakukan kolaborasi antara semua stakeholder, baik pemerintah, dunia keilmuwan, dan masyarakat adat," ungkapnya. (OL-7)

Baca Juga

MI/VICKY GUSTIAWAN

Membuka Nesowi dari Kepulan Kabut Ketertinggalan

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 18 September 2021, 11:10 WIB
Jarak tempuh dari kota menuju Desa Nesowi menjadi lebih jauh lantaran aksesnya yang...
DOK KEMENSOS

Percepat Pengentasan Masalah Sosial di Indonesia, Mensos Luncurkan Program Pejuang Muda

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 18 September 2021, 10:33 WIB
Mensos memaparkan Program Pejuang Muda adalah laboratorium sosial bagi para mahasiswa diharapkan dapat mengaplikasikan ilmu dan...
DOK KEMENDIKBUDRISTEK

Mendikbudristek Mendengar dan Mengajak BEM Berkolaborasi Sukseskan Merdeka Belajar

👤mediaindonesia.com 🕔Sabtu 18 September 2021, 09:00 WIB
Mendikbudristek menjelaskan dua hal utama yang ingin diwujudkan melalui berbagai program dan kebijakan, yaitu sekolah dan perguruan tinggi...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Ramai-Ramai Abai Laporkan Kekayaan

KPK mengungkap kepatuhan para pejabat membuat LHKPN tahun ini bermasalah. Akurasinya juga diduga meragukan.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya