Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
Melalui program Djarum Trees for Life (DTFL), Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) menyerahkan 23.171 pohon trembesi untuk menghijaukan dua ruas jalan tol di wilayah Bakauheni-Palembang. Pohon-pohon ini diserahkan kepada dua pengelola jalan tol, yaitu PT Bakauheni Terbanggi Besar Toll dan PT Waskita Sriwijaya Toll Road. Penyerahan simbolis berupa maket pohon dilakukan dalam sebuah seremoni yang dihadiri berbagai pejabat daerah dan kementerian terkait.
Langkah ini mencerminkan dukungan BLDF terhadap pembangunan infrastruktur berkelanjutan yang tidak hanya memperhatikan aspek ekonomi dan sosial, tetapi juga kelestarian lingkungan. Selain itu, inisiatif ini menjadi bagian dari kontribusi untuk mengurangi emisi karbon dari sektor transportasi.
"Program DTFL tahun lalu telah menjangkau lima ruas jalan tol di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kini total trembesi yang telah ditanam mencapai lebih dari 203 ribu pohon. Penanaman di Trans Sumatra bersama dua mitra tol ini memperkuat upaya nyata dalam menekan emisi karbon," ujar Program Director BLDF, Jemmy Chayadi, dikutip dari siaran pers yang diterima, Sabtu (2/8).
Empat tahun sebelumnya, kerja sama dengan dua mitra tol tersebut juga telah menghasilkan penanaman lebih dari 19.000 bibit trembesi di ruas tol Bakauheni-Terbanggi Besar. Kini, jumlah itu telah bertambah menjadi lebih dari 23 ribu pohon yang menghijaukan jalur sepanjang 179 km. Program ini tak hanya fokus pada penanaman, tetapi juga memastikan keberlangsungan pohon melalui perawatan selama tiga tahun.
Mewakili Gubernur Lampung, Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik menyatakan bahwa penanaman ribuan trembesi ini menjadi simbol harapan akan masa depan yang lebih hijau. Menurutnya, pembangunan ekonomi harus seiring dengan pelestarian lingkungan agar tercipta keseimbangan pembangunan.
Sementara itu, dalam sesi diskusi bertema 23.171 Trembesi untuk Masa Depan Hijau, Prof. Rahmat Safe’i menekankan bahwa trembesi termasuk pohon penyerap karbon paling tinggi, dengan kapasitas hingga 28,5 ton karbondioksida per pohon. Ia menyebut langkah BLDF sebagai pionir dalam adaptasi dan mitigasi perubahan iklim melalui penanaman pohon di sekitar infrastruktur.
Ke depan, BLDF akan terus menyatakan komitmennya untuk berperan aktif dalam berbagai upaya kolaboratif guna mengendalikan dampak perubahan iklim. (E-3)
Program Save The Valley Journey menghadirkan rangkaian aktivitas edukatif seperti Ice Breaking Dance, Water Filter Making, dan Seed Bomb Making.
Menurut dia, monorail dipilih karena tidak menimbulkan emisi dan minim gangguan terhadap habitat hewan.
Kepemimpinan transformasional kepala sekolah, budaya hijau sekolah, dan motivasi intrinsik siswa memiliki pengaruh signifikan terhadap perilaku ramah lingkungan.
Produk UltraDex menghasilkan pembakaran lebih efisien sehingga menghasilkan performa mesin yang stabil.
Selain melakukan edukasi langsung di sekolah, sebelumnya para relawan juga telah melakukan kampanye melalui media sosial untuk melakukan mindful consumption.
Upaya mendorong gaya hidup ramah lingkungan melalui sektor ritel mulai diperkenalkan di Bali.
Perubahan iklim global kini menjadi realitas ilmiah yang tidak terbantahkan dan berdampak langsung pada meningkatnya risiko bencana di berbagai wilayah, termasuk Sumatra.
Analisis global terhadap 31.000 spesies pohon mengungkap tren mengkhawatirkan: spesies pohon yang tumbuh lambat mulai punah, digantikan pohon cepat tumbuh yang rapuh.
Fenomena Bulan yang perlahan menjauh dari Bumi dijelaskan secara ilmiah oleh pakar IPB University.
Di tengah meningkatnya tekanan perubahan iklim dan pemanasan laut, diskusi tentang energi dan kelautan kini tidak lagi berdiri sendiri.
Peneliti mengungkap mekanisme seluler yang membantu tanaman tetap tumbuh meski cuaca ekstrem. Temuan ini menjadi kunci masa depan ketahanan pangan global.
Meski perubahan iklim mengancam es laut, beruang kutub di Svalbard justru ditemukan lebih sehat dan gemuk. Apa rahasianya?
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved