Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
Melalui program Djarum Trees for Life (DTFL), Bakti Lingkungan Djarum Foundation (BLDF) menyerahkan 23.171 pohon trembesi untuk menghijaukan dua ruas jalan tol di wilayah Bakauheni-Palembang. Pohon-pohon ini diserahkan kepada dua pengelola jalan tol, yaitu PT Bakauheni Terbanggi Besar Toll dan PT Waskita Sriwijaya Toll Road. Penyerahan simbolis berupa maket pohon dilakukan dalam sebuah seremoni yang dihadiri berbagai pejabat daerah dan kementerian terkait.
Langkah ini mencerminkan dukungan BLDF terhadap pembangunan infrastruktur berkelanjutan yang tidak hanya memperhatikan aspek ekonomi dan sosial, tetapi juga kelestarian lingkungan. Selain itu, inisiatif ini menjadi bagian dari kontribusi untuk mengurangi emisi karbon dari sektor transportasi.
"Program DTFL tahun lalu telah menjangkau lima ruas jalan tol di Jawa Tengah dan Jawa Timur. Kini total trembesi yang telah ditanam mencapai lebih dari 203 ribu pohon. Penanaman di Trans Sumatra bersama dua mitra tol ini memperkuat upaya nyata dalam menekan emisi karbon," ujar Program Director BLDF, Jemmy Chayadi, dikutip dari siaran pers yang diterima, Sabtu (2/8).
Empat tahun sebelumnya, kerja sama dengan dua mitra tol tersebut juga telah menghasilkan penanaman lebih dari 19.000 bibit trembesi di ruas tol Bakauheni-Terbanggi Besar. Kini, jumlah itu telah bertambah menjadi lebih dari 23 ribu pohon yang menghijaukan jalur sepanjang 179 km. Program ini tak hanya fokus pada penanaman, tetapi juga memastikan keberlangsungan pohon melalui perawatan selama tiga tahun.
Mewakili Gubernur Lampung, Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik menyatakan bahwa penanaman ribuan trembesi ini menjadi simbol harapan akan masa depan yang lebih hijau. Menurutnya, pembangunan ekonomi harus seiring dengan pelestarian lingkungan agar tercipta keseimbangan pembangunan.
Sementara itu, dalam sesi diskusi bertema 23.171 Trembesi untuk Masa Depan Hijau, Prof. Rahmat Safe’i menekankan bahwa trembesi termasuk pohon penyerap karbon paling tinggi, dengan kapasitas hingga 28,5 ton karbondioksida per pohon. Ia menyebut langkah BLDF sebagai pionir dalam adaptasi dan mitigasi perubahan iklim melalui penanaman pohon di sekitar infrastruktur.
Ke depan, BLDF akan terus menyatakan komitmennya untuk berperan aktif dalam berbagai upaya kolaboratif guna mengendalikan dampak perubahan iklim. (E-3)
Menurut dia, monorail dipilih karena tidak menimbulkan emisi dan minim gangguan terhadap habitat hewan.
Kepemimpinan transformasional kepala sekolah, budaya hijau sekolah, dan motivasi intrinsik siswa memiliki pengaruh signifikan terhadap perilaku ramah lingkungan.
Produk UltraDex menghasilkan pembakaran lebih efisien sehingga menghasilkan performa mesin yang stabil.
Selain melakukan edukasi langsung di sekolah, sebelumnya para relawan juga telah melakukan kampanye melalui media sosial untuk melakukan mindful consumption.
Upaya mendorong gaya hidup ramah lingkungan melalui sektor ritel mulai diperkenalkan di Bali.
Di tengah meningkatnya perhatian terhadap keamanan pangan, inovasi edible packaging atau kemasan yang dapat dimakan mulai banyak digunakan di berbagai produk makanan. Mengutip
Lautan dunia menyerap panas ekstrem tahun 2025, memecahkan rekor selama sembilan tahun berturut-turut. Simak dampak mengerikannya bagi iklim global.
Peneliti Oxford mengungkap bagaimana bentuk garis pantai dapat menjebak spesies laut saat suhu memanas. Garis pantai Timur-Barat tingkatkan risiko kepunahan.
PERINGATAN mengenai ancaman perubahan kiamat iklim kembali menguat seiring dengan ditemukannya fenomena geologi yang tidak biasa di Greenland.
Kawasan mangrove, yang berperan penting sebagai pelindung pantai, penyerap karbon, serta habitat keanekaragaman hayati, menjadi salah satu fokus rehabilitasi.
Sebagai hewan ektotermik, suhu lingkungan jadi penentu utama siklus hidup nyamuk. Karena itu perubahan iklim berdampak besar pada penyakit akibat gigitan nyamuk.
TAHUN 2024 tercatat sebagai salah satu tahun dengan kasus DBD akibat gigitan nyamuk aedes aegypti tertinggi dalam sejarah global. Itu merupakan sinyal kuat dari dampak perubahan iklim,
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved