Headline
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Indonesia akan alihkan sebagian impor minyak mentah ke AS.
Kumpulan Berita DPR RI
SEKITAR 700 juta tahun lalu, Bumi diperkirakan pernah sepenuhnya membeku dalam peristiwa yang dikenal sebagai “Snowball Earth". Saat itu hampir tak ada lautan atau danau yang tetap cair, bahkan di wilayah tropis. Lalu, apa yang memicu perubahan iklim ekstrem ini?
Sebuah studi baru mengungkap kombinasi iklim yang sudah dingin dan letusan gunung api raksasa menjadi pemicunya.
Sekitar 720 juta tahun lalu, letusan vulkanik yang dikenal sebagai Letusan Franklin melepaskan hamparan batuan baru yang membentang dari wilayah yang kini menjadi Alaska, Kanada utara, hingga Greenland. Letusan besar serupa pernah terjadi di masa lain, namun kali ini waktunya bertepatan dengan kondisi iklim yang sudah dingin.
Selain itu, pada masa tersebut tanaman darat belum berevolusi, sehingga proses pelapukan batuan terjadi sangat cepat.
Pelapukan kimia pada batuan segar dapat menyerap karbon dioksida dari atmosfer. Dengan menggunakan model iklim, para peneliti menunjukkan bahwa erosi cepat di area seluas itu mampu menurunkan kadar karbon dioksida secara drastis, hingga akhirnya memicu Bumi masuk ke fase “bola salju”.
Temuan yang dipublikasikan di Journal of Geophysical Research: Planets ini juga menjelaskan mengapa letusan seukuran Franklin di masa lain tidak memicu Snowball Earth. Perbedaannya, kala itu iklim Bumi lebih hangat atau vegetasi sudah berkembang, sehingga pelapukan berlangsung lebih lambat dan efek pendinginan tidak sekuat yang terjadi 700 juta tahun lalu. (The Guardian/Z-2)
Ilmuwan mengungkap penyebab zona gelap di lapisan es Greenland. Debu kaya fosfor memicu pertumbuhan alga yang mempercepat pencairan es akibat perubahan iklim.
Peneliti menemukan bahwa kenaikan kadar CO2 di atmosfer mulai mengubah kimia darah manusia, termasuk kenaikan bikarbonat yang signifikan.
Studi terhadap 5 juta kelahiran di Afrika dan India mengungkap tren mengejutkan, paparan panas saat hamil menurunkan jumlah bayi laki-laki yang lahir.
Berbeda dengan aksi penanaman biasa, program ini mencakup pendampingan nursery (pembibitan) bagi masyarakat lokal.
Kehidupan masyarakat pesisir di Karimunjawa mengalami perubahan karena dampak dari perubahan iklim yang terus menerus.
PERWAKILAN Perempuan Nelayan Sumatra Utara, Jumiati, mengungkapkan perubahan iklim membuat cuaca sulit diprediksi. Itu berdampak pada banyaknya nelayan di kampungnya kesulitan melaut.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved