Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
TERKAIT program vaksin untuk mahasiswa, tentunya vaksinasi untuk pelajar ini menjadi prioritas terlebih beberapa kegiatan prestasi yang sifatnya olahraga sudah memberikan vaksin kepada tim olahraga yang berprestasi dan melakukan kompetisi. Bagaimana dengan kondisi di sejumlah kampus di tanah air.
Direktur Kemahasiswaan Universitas Airlangga, Dr. Hadi Shubhan, menyampaikan bahwa mahasiswa Indonesia itu meskipun di dalam masa pandemi covid-19 perlu difasilitasi oleh negara untuk melakukan berbagai macam kegiatan yang sifatnya akademik maupun non akademik demi menyelamatkan kualitas dan mutu dari para mahasiswa tersebut. Begitu juga dengan pemenuhan hak untuk mendapatkan vaksinasi.
"Sehingga negara itu harus hadir di dalam fasilitasi tersebut dimana kemudian kegiatan tersebut juga bisa menyumbangkan prestasi baik serta masyarakat untuk perguruan tinggi maupun untuk negara," kata Hadi dalam Focus Group Discussion (FGD): "Prestasi Mahasiswa Selama Covid-19: Perspektif 5M dan Vaksinasi" secara virtual, Jumat (2/7)
Sementara itu, Direktur Kemahasiswaan Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya, Imam Abadi menjelaskan bahwa ketika kondisi pandemi ini jutsru mahasiswa bisa meraih prestasi yang luar biasa. Bahkan pencapaian itu dua kali lipat dibandingkan tahun lalu.
"Artinya, kondisi seperti ini itu juga membuktikan mahasiswa itu semakin mudah untuk mengakses kegiatan yang kompetisi yang memang mayoritas diadakan secara daring. Saya saya kira kebutuhan penguatan dukungan dari Universitas dan dukungan dari negara itu memang sangat dibutuhkan untuk memacu mahasiswa," sebutnya.
Di samping berbagai insentif dan penghargaan dari akademik dan reward dari lainnya tentu ini akan mendukung dan memotivasi mahasiswa Indonesia agar mendapatkan perhatian yang lebih untuk berprestasi baik di tingkat nasional dan internasional.
Senada disampaikan, Direktur Kemahasiswaan dan Pengembangan Karir Institut Pertanian Bogor Alim Setiawan Slamet, bahwa survivalitas itu bukan ditentukan oleh siapa paling paling kuat tapi tentang siapa yang paling adaptif menghadapi perubahan.
"Saya kira kita ingin mahasiswa kita itu untuk bisa menjadi pembelajar yang lincah, yang tangguh, yang cepat jadi apapun dinamikanya, apapun berubahnya mahasiswa bisa adaptif karena itu yang menentukan kualitas dan menentukan prestasi yang dicapai," jelasnya.
Menurutnya, perlu didorong pembelajaran dengan multiaktivitas sejalan yang disampaikan Ki Hajar Dewantara bahwa jadikan setiap orang sebagai guru, jadikan setiap tempat sebagai sekolah dan jadikan setiap detik sebagai proses pembelajaran. Sehingga pembelajaran itu bisa di manapun dan dengan siapa saja.
"Oleh karena itu, penting program dari pemerintah untuk vaksinasi dalam kondisi pandemi ini kalau mahasiswi Indonesia, sudah divaksin mereka bisa belajar di manapun karena memang dengan online ini ada keterbatasan, untuk mencapai capaian pembelajaran itu saya kira dengan online banyak sekali keterbatasan tapi kalau bisa turun langsung itu tentu akan lebih baik, ini kan butuh imunitas yang kuat, dan kondisi yang sehat," paparnya.
Direktur Kemahasiswaan dan Pengembangan Karir Institut Pertanian Bogor Alim Setiawan Slamet, menegaskan survivalitas itu bukan ditentukan oleh siapa paling paling kuat tapi tentang siapa yang paling adaptif menghadapi perubahan.
Baca juga : BPOM Sidak dan Blokir Produsen Ivermectin untuk Pembinaan
"Saya kira kita ingin mahasiswa kita itu untuk bisa menjadi pembelajar yang lincah, yang tangguh, yang cepat jadi apapun dinamikanya, apapun berubahnya mahasiswa bisa adaptif karena itu yang menentukan kualitas dan menentukan prestasi yang dicapai," jelasnya.
Menurutnya, perlu didorong pembelajaran dengan multiaktivitas sejalan yang disampaikan Ki Hajar Dewantara bahwa jadikan setiap orang sebagai guru, jadikan setiap tempat sebagai sekolah dan jadikan setiap detik sebagai proses pembelajaran. Sehingga pembelajaran itu bisa di manapun dan dengan siapa saja.
"Oleh karena itu, penting program dari pemerintah untuk vaksinasi dalam kondisi pandemi ini kalau mahasiswi Indonesia, sudah divaksin mereka bisa belajar di manapun karena memang dengan online ini ada keterbatasan, untuk mencapai capaian pembelajaran itu saya kira dengan online banyak sekali keterbatasan tapi kalau bisa turun langsung itu tentu akan lebih baik, ini kan butuh imunitas yang kuat, dan kondisi yang sehat," paparnya.
Direktur Kemahasiswaan Institut Teknologi Bandung, G. Prasetyo Adhitama mengatakan memang kolaborasi yang diperlukan dalam situasi pandemi covid-19 dengan upaya adaptif.
"Karena kita masyarakat sosial, nggak bisa adaptasi sendiri. Oleh karena itu harus bersama-sama, bahu membahu untuk mengatasi masalah ini," sebutnya.
Selanjutnya karena kondisi pandemi covid-19, maka semua pihak tidak bisa egois atau mempertahankan ego sektoral. Bahkan ketika mereka mendapatkan networking dalam mendapatkan akses vaksinasi untuk mahasiswa namun mereka sadar bahwa upaya penanganan covid-19 menyeluruh sehingga menolak untuk mendahului.
"Kita percaya satgas sudah punya strategi siapa dulu yang dapat, dan pada akhirnya mahasiswa juga dapat. Alhamdulillah belakangan mahasiswa juga sudah diplot untuk mendapatkan vaksinasi, dan kita ikut berpartisipasi menyediakan fasilitas," sebutnya.
Direktur Kemahasiswaan Universitas Gadjah Mada, Suharyadi mengaku bahwa negara ini wajib untuk memberikan mahasiswa beraktivitas kegiatan ekstrakurikuler. Bahkan sebagai upaya membangun karakter.
"Karena selama ini banyak yang beranggapan ini bahwa ekstrakurikuler itu diabaikan dulu saja dan fokus pada kegiatan akademik. Ini harus kita balik karena kegiatan ekstrakurikuler harus tetap dirawat dan diberikan fasilitas," pungkasnya. (OL-2)
Kegagalan di masyarakat jauh lebih fatal dibanding kegagalan akademik.
Presiden Prabowo Subianto mengundang perguruan tinggi terkemuka Inggris untuk menjalin kerja sama dalam pendirian 10 universitas baru di Indonesia.
Mitigasi lewat pendekatan sosial kemasyarakatan ini bisa menjadi contoh sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam membangun ketangguhan desa menghadapi bencana.
Penguatan kompetensi dan sistem perlindungan bagi mahasiswa yang melakukan kegiatan kerja di luar negeri harus terus ditingkatkan.
Peserta juga diajak mengeksplorasi cara memanfaatkan kertas daur ulang sebagai media artistik seperti ilustrasi, kartu ucapan, kemasan kreatif, dan karya dekoratif.
Kunjungan akademik ini menjadi langkah strategis Universitas LIA dalam memperkuat jejaring internasional dan memberikan pengalaman global bagi sivitas akademika.
Influenza atau yang lebih akrab dikenal sebagai flu sering kali dianggap remeh sebagai gangguan pernapasan biasa.
Daya tular campak cukup tinggi, mirip dengan covid-19. Seseorang yang terinfeksi dapat menularkan virus selama 4 hari sebelum dan sesudah gejala muncul.
Jemaah haji perlu memahami manfaat kesehatan jangka panjang dari vaksinasi, bukan sekadar memenuhinya sebagai syarat administrasi.
Data Kementerian Agama menunjukkan bahwa lebih dari 22% jemaah haji Indonesia pada 2025 merupakan kelompok lansia, dan mayoritas membawa penyakit komorbid.
Orang yang hidup dengan HIV (ODHA) memiliki risiko lebih tinggi terkena infeksi menular seksual (IMS). Selain berdampak langsung pada kesehatan.
Dalam kondisi hujan, tingkat kelembapan tinggi, dan suhu tinggi, melakukan aktivitas fisik di tempat terbuka meningkatkan peluang terserang penyakit.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved