Headline
Istana minta Polri jaga situasi kondusif.
UNTUK mendukung pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) menjelang tahun ajaran baru, guru dan tenaga pendidikan ditarget sebagai kelompok prioritas penerima vaksin covid-19. Dari target yang ditentukan, baru 23% guru dan tendik yang menerima vaksin covid-19. Angka itu masih jauh dari target, apalagi tinggal sebulan menjelang tahun ajaran baru.
"Info terakhir dari angka 5,5 juta itu sekitar 23% sudah divaksinasi. Seperti yang saya bilang itu adalah suatu target kalau target tidak tercapai semua, ya kita harus mengejar secepat mungkin karena sudah akan memasuki tahun ajaran baru," ungkap Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim, Kamis (20/5).
Nadiem mengatakan bahwa vaksinasi guru dan tendik memang sempat terhambat. Hal itu disebebkan oleh ketersediaan pasokan vaksin yang diimpor beberapa waktu lalu terganggu.
Bukan hanya vaksinasii guru dan tendik, tapi juga kelompok prioritas lain turut terhambat. Sebab, sejumlah negara pemasok vaksin khawatir dengan adanya lonjakan kasus seperti yang terjadi di India di negaranya. "Jadi sama kalau vaksinasi terhambat, mungkin impor dari negara tertentu tidak mau, itu juga menjadi kendala bagi vaksinasi guru," jelasnya.
Meski masih jauh dari target, Nadiem menegaskan bahwa sekolah-sekolah dengan guru yang sudah divaksinasi tetap harus menjalankan PTM. Dan sejak Januari 2021 tercatat sudah 20% sekolah melaksanakan PTM terbatas. "Ini bukan hal baru, sejak Januari sudah mulai," tuturnya.
Dia pun optimistis bahwa target vaksinasi harus tetap dikejar. Pemerintah telah mematok target tertinggi dan itu merupakan PR untuk terus mendorong semua pihak turut berkontribusi.
Sebelumnya, pemerintah melalui SKB 4 Menteri mewajibkan sekolah-sekokah untuk menyediakan opsi pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Pasalnya, pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang berjalan selama masa pandemi dinilai sudah terlalu lama dan bisa berdampak permanen pada sektor pendidikan di masa depan. Kemendikbudristek berjanji terus memonitor perkembangan situasi Covid-19 di Tanah Air. Sehingga keputusan yang akan diterapkan benar-benar efektif bagi dunia pendidikan.(H-1)
Campak bukan sekadar penyakit ringan dengan ruam merah di kulit. Di balik gejalanya yang tampak sederhana, virus ini dapat menyerang paru-paru hingga otak.
Saat ibunya diimunisasi maka zat antibodi-nya akan bisa masuk melalui plasenta dan saluran tali pusar ke si bayi
Masalah stunting di Indonesia belum kunjung reda. Namun, infeksi tersembunyi seperti Respiratory Syncytial Virus (RSV) ternyata bisa memicu lahirnya bayi stunting.
Hepatitis B merupakan infeksi virus yang menyerang hati dan dapat bersifat akut maupun kronis.
Vaksin memiliki beragam manfaat, antara lain untuk melindungi anak dari berbagai macam penyakit berbahaya seperti polio serta mencegah komplikasi berat yang dapat menyebabkan kecacatan.
Vaksin HPV yang selama ini dikenal sebagai perlindungan utama terhadap kanker serviks pada perempuan, kini direkomendasikan juga untuk anak laki-lak
KEJAKSAAN Agung (Kejagung) menyebut pengajuan red notice untuk Jurist Tan, mantan Staf Khusus Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi era Nadiem Makarim tengah dalam proses.
Penyidik Kejagung akan kewalahan jika mengusut kasus korupsi itu. Karenanya, Kejati diminta membuka kasus serupa agar korupsi ini bisa diusut tuntas.
KPK menyebut kasus dugaan korupsi pengadaan Google Cloud memiliki keterkaitan dengan perkara pengadaan sistem Chromebook yang saat ini ditangani Kejaksaan Agung (Kejagung).
Nadiem Makarim memenuhi panggilan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menjalani pemeriksaan sebagai saksi.
Kasus ini masih pada tahap penyelidikan. Ini merupakan kali pertama Nadiem dimintai keterangan.
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dijadwalkan memanggil dua menteri di era pemerintahan periode kedua Joko Widodo
Copyright @ 2025 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved