Headline
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Serangan terhadap pasukan perdamaian melanggar hukum internasional.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 4.371 awak media se-Jabodetabek tuntas mengikuti vaksinasi covid-19 dosis kedua di Aula Blok G Lantai Dasar, Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan Nomor 8-9, Jakarta Pusat, pada hari terakhir, Jumat (7/5). Vaksinasi dosis pertama berlangsung pada 24 Maret-9 April lalu di tempat yang sama.
Upaya menciptakan herd immunity atau kekebalan kelompok itu merupakan kerja sama antara Pemprov DKI Jakarta, Dewan Pers, Dinas Kesehatan DKI Jakarta bersama-sama dengan 11 asosiasi media dan asosiasi wartawan, salah satunya Persatuan Wartawan Indonesia (PWI). Menurut Ketua Bidang Distribusi Bantuan PWI Peduli Pusat Karim Paputungan yang turut mengawasi pelaksanaan vaksinasi tersebut, secara keseluruhan pelayanan berjalan lancar dan sukses.
"Di Balai Kota DKI, kami melihat vaksinasi dosis 2 untuk teman-teman wartawan. Prosesnya sangat lancar. Profisiat untuk panitia dan Pemprov DKI Jakarta, dan semua organisasi yang terlibat," tulis Wakil Pemimpin Umum Harian Kompas Budiman Tanuredjo dalam status Facebook-nya, setelah ia hadir di lokasi vaksinasi tersebut.
"Betul sekali vaksinasi pertama dan kedua semua berlangsung lancar, cepat dan tertib," kata salah seorang peserta menguatkan penilaian Karim dan Budiman. Peserta lain menambahkan bahwa dia mendaftar seusai salat Jumat. Ikut antrean sebentar dan langsung dilayani. "Saya Jumatan di sini," katanya. Aula Blok G, tempat pelaksanaan vaksinasi itu sempat ditata untuk salat Jumat sesuai protokol kesehatan.
Seusai disuntik, peserta diberi kesempatan setengah jam untuk observasi. Biasanya sekalian menunggu pencetakan kartu vaksinasi yang berisi identitas diri dan riwayat pemberian vaksin. "Sekarang kartu vaksinasi kita cetak sendiri. Linknya dikirim melalui SMS," kata Sup, peserta dari media cetak.
Kapan vaksinasi gelombang III akan dilaksanakan? "Sekarang masih kami proses," kata anggota Dewan Pers Agus Sudibyo. Nasir dan Agus Sudibyo kompak menyampaikan penghargaan dan terima kasih kepada Gubernur Anies Baswedan beserta jajaran Dinas Kesehatan, dokter, vaksinator, dan semua pihak yang sepenuh hati membantu terselenggaranya program vaksinasi. (RO/OL-14)
Rancangan ini merupakan respons atas tantangan besar yang dihadapi industri media, terutama disrupsi digital dan tekanan ekonomi yang berdampak pada keberlanjutan jurnalisme berkualitas.
Dewan Pers menyoroti perjanjian dagang RI-AS yang berpotensi membuka kepemilikan asing 100% di sektor media dan melemahkan aturan platform digital bagi pers.
Iwakum memaknai Hari Pers Nasional 2026 sebagai momentum penguatan perlindungan hukum dan konstitusional bagi kebebasan pers di Indonesia.
KETUA Dewan Pers Komaruddin Hidayat menegaskan peran pers sebagai cermin yang memantulkan realitas yang terjadi di pemerintah maupun masyarakat.
Ketua Dewan Pers, Komaruddin Hidayat, menegaskan bahwa sinergi antarlembaga merupakan kunci utama agar setiap kasus yang menimpa insan pers dapat diselesaikan secara berkeadilan.
Putusan MK menegaskan bahwa wartawan tidak dapat serta-merta diproses secara pidana atau perdata atas karya jurnalistik dalam pengujuan UU Pers, Dewan Pers minta baca detil putusan MK
Narasi-narasi menyesatkan di media sosial menjadi salah satu pemicu utama keengganan orangtua untuk memberikan vaksinasi kepada anak mereka.
Vaksinolog dan internis sekaligus Chief Medical Advisor Imuni, dr. Dirga Sakti Rambe, mengatakan bahwa vaksin tidak melulu hanya diberikan untuk anak-anak.
Tingginya mobilitas masyarakat, terutama pada momen libur lebaran, menjadi salah satu faktor risiko yang patut diwaspadai orangtua mengenai risiko campak pada anak.
Waktu ideal untuk pemberian vaksinasi adalah minimal 14 hari atau dua pekan sebelum keberangkatan guna memastikan perlindungan optimal selama liburan.
Dokter mengingatkan orang tua untuk melengkapi imunisasi anak minimal dua pekan sebelum mudik Lebaran.
Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat melaporkan peningkatan signifikan dalam jumlah kasus campak (measles) pada awal tahun 2026.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved