Jumat 09 April 2021, 11:35 WIB

BNPB: Penanganan Warga NTT Terdampak Seroja Berlangsung Optimal

Atalya Puspa | Humaniora
BNPB: Penanganan Warga NTT Terdampak Seroja Berlangsung Optimal

ANTARA/Kornelis Kaha
Atap salah satu gereja hancur akibat diterjang angin kencang badai Siklon tropis Seroja di Kota Kupang, NTT, Kamis (8/4/2021)

 

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan penanganan warga terdampak bencana siklon seroja berjalan optimal.

Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Raditya Jati mengungkapkan, dalam mengoptimalkan penanganan darurat pascabencana, BNPB mengerahkan sejumlah helikopter, SAR Dog, dan personel untuk membantu pemerintah daerah.

"Bantuan logistik pun terus dikirimkan BNPB melalui udara. Selain itu, dukungan penuh dari TNI, Polri dan kementerian serta lembaga sangat membantu dalam percepatan penanganan darurat," kata Raditya dalam keterangan resmi, Jumat (9/4).

Baca juga: BMKG Imbau Warga Ile Boleng Waspadai Banjir Bandang Susulan

Adapun, pelayanan kebutuhan dasar diberikan oleh berbagai pihak, seperti pengoperasian dapur umum oleh Tagana, TNI dan BPBD, kemudian penyediaan tenda-tenda keluarga serta pelayanan medis kepada warga yang mengalami luka-luka.

Kepala BNPB Doni Monardo telah mengunjungi beberapa wilayah terdampak di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) sejak Senin lalu (5/4). Kehadiran di lokasi bencana tak hanya melihat dampak hebat siklon tropis Seroja tetapi juga penanganan darurat, khususnya warga terdampak bencana.

Selama berada di NTT, Doni telah melihat secara langsung kondisi lokasi terdampak di Lembata, Alor dan Adonara. Ia mengajak pemerintah daerah di kawasan terdampak dan semua pihak untuk melakukan penanganan darurat secara optimal. Doni yang juga Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 menginstruksikan kepada kepala daerah setempat untuk melakukan penanganan prioritas terhadap kelompok rentan, seperti lansia, ibu hamil, ibu menyusui, anak-anak, dan disabilitas.

Saat berada di NTT, Doni juga menyempatkan diri untuk melihat kondisi dapur umum, pelayanan kesehatan dan pos pengungsian. Hal ini menjadi penting, mengingat dalam kondisi darurat banyak warga yang terdampak perlu mendapatkan bantuan yang maksimal.

Menyikapi upaya untuk menghindari Covid-19, Doni menginstruksikan untuk mengurangi kerumunan warga terdampak di pos pengungsian. BNPB akan memberikan dana tunggu hunian sehinga mereka dapat memanfaatkan untuk menyewa tempat tinggal yang layak. Dana tersebut digunakan untuk menyewa tempat tinggal atau rumah keluarga terdekat sebagai hunian sementara yaitu sebesar Rp500 ribu per bulan.

Bagi anak-anak yang mengalami trauma, BNPB juga berpesan untuk penyelenggaraan proses penyembuhan pascatrauma sehingga mereka bisa melanjutkan hidup tanpa ada bayang-bayang kejadian tersebut. (H-3)

Baca Juga

Dok. Kemendikbudriatek

Menjadikan Budaya sebagai Lumbung Pengetahuan

👤Dero Iqbal Mahendra 🕔Selasa 07 Desember 2021, 00:05 WIB
Kelompok Sirel dari Jogjakarta hadir sebagai juara kategori Aplikasi. Sirel berhasil menjadi juara pertama dengan karya aplikasi pemindai...
BMKG

BMKG Siapkan Dashboard Cuaca Kawasan Erupsi Semeru sebagai Panduan Mitigasi Bencana

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Senin 06 Desember 2021, 23:05 WIB
BMKG turut memberikan dukungan dalam upaya mitigasi lanjut serta pencarian, pertolongan dan penyelamatan (Search and Rescue) korban erupsi...
Antara

Kenalkan Google for Education, Kelas Juara Gelar Roadshow

👤Abdillah M Marzuqi 🕔Senin 06 Desember 2021, 22:53 WIB
Google for Education untuk menunjang kegiatan belajar jarak...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya