Jumat 09 April 2021, 11:00 WIB

BMKG Imbau Warga Ile Boleng Waspadai Banjir Bandang Susulan

Humaniora | Humaniora
BMKG Imbau Warga Ile Boleng Waspadai Banjir Bandang Susulan

ANTARA/ADITYA PRADANA PUTRA
Seorang anak membawa bantuan logistik untuk korban longsor di Desa Nelelamadike, Ile Boleng, Kabupaten Flores Timur, NTT, Kamis (8/4/2021).

 

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dwikorita Karnawati mengingatkan warga di sejumlah desa di kaki Gunung Ile Boleng, Flores Timur, agar mewaspadai kondisi 'kipas aluvial' yang berpotensi memicu banjir bandang susulan.

"Yang lebih penting lagi di atas itu dikhawatirkan skenario terburuk endapannya belum turun semua. Masih ada sedimentasi di atas," katanya saat meninjau situasi pascabencana di Desa Lamanele, Kecamatan Ile Boleng, Flores Timur, Jumat (9/4).

Dwikorita mengatakan kipas aluvial adalah endapan yang terbentuk karena kumpulan serta susunan material bongkahan hingga pasir di lereng gunung yang sering mengalami erosi. Penyebabnya bisa karena lereng runtuh dari atas gunung.

Baca juga: BNPB Distribusikan Bantuan ke Tiga Kabupaten Terdampak Bencana NTT

BMKG sudah menyampaikan peringatan dini kepada masyarakat di sekitar kaki Gunung Ile Boleng untuk tetap mewaspadai hujan lebat disertai petir yang diperkirakan berlangsung pukul 11.00 hingga 17.00 WITA. "Harus hati-hati, bisa saja ada susulan," katanya.

Peringatan dini bencana alam susulan telah disampaikan BMKG secara berturut sejak 28 Maret, 31 Maret, dan 1 hingga 2 April 2021. Sebab banyak terdapat perkampungan penduduk di sekitar bantaran sungai kaki gunung.

Hasil monitoring BMKG di lapangan dalam beberapa hari terakhir melaporkan banjir bandang yang melanda kawasan setempat bersumber dari lereng atas Gunung Ile Boleng.

"Ini fenomena yang sudah beberapa kali terjadi di Indonesia. Ada kesamaan dengan banjir bandang yang lampau. Misalnya yang terjadi di Wasior (Papua) Barat, Taman Nasional Gunung Leseur (Aceh), Sentani (Jayapura), dan sejumlah lokasi lainnya," katanya.

Sebelum terjadi hujan ekstrem di Kabupaten Flores Timur, Ahad (4/4), kata Dwikorita, kipas aluvial telah terpantau muncul di bagian hulu atas bagian lembah Ile Boleng.

"Kebetulan data BMKG pada 3 April 2021, kami merekam gempa berkekuatan magnitudo (M) 4,1. Kami sedang menganalisis apakah ada kaitan gempa ini dengan bencana di sini. Karena hampir semua kejadian banjir bandang diawali dengan gempa berkekuatan rendah. Analisis sementara kami, dapat memicu runtuhnya batu di atas dan menyumbat lembah di atas," kata dia. (Ant/H-3)

Baca Juga

DOK Kemenag

Kasus Paul Zhang, Wamenag Minta Umat Islam Untuk Menahan Diri

👤Widhoroso 🕔Minggu 18 April 2021, 21:54 WIB
UMAT Islam diminta untuk menahan diri terkait penistaan agama yang dilakukan Jozeph Paul Zhang. Hal itu diungkapkan Wakil Menteri Agama...
Dok Humas KLHK

Lahir Seekor Elang Jawa di Taman Nasional Gunung Halimun Salak

👤Atalya Puspa 🕔Minggu 18 April 2021, 20:15 WIB
Elang Jawa merupakan salah satu dari tiga spesies kunci di Taman Nasional Gunung Halimun Salak (TNGHS) dan sebagai satwa endemik Pulau...
dok cokelatin signature

Mengolah Criollo dari Biji Kakao Terbaik

👤RO/Micom 🕔Minggu 18 April 2021, 19:48 WIB
Biji kakao ini memiliki kandungan kadar gula yang rendah, aroma coklat yang wangi serta tekstur rasa yang...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Maksimalkan Target di Ajang Pramusim

EMPAT tim semifinalis Piala Menpora, yakni PSS Sleman, Persib Bandung, Persija Jakarta, dan PSM Makassar, akan memaksimalkan turnamen pramusim sebelum berlanjut ke Liga 1

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya