Senin 08 Maret 2021, 21:58 WIB

Dunia Pendidikan Indonesia Hadapi Tiga Masalah Besar

Syarief Oebaidillah | Humaniora
Dunia Pendidikan Indonesia Hadapi Tiga Masalah Besar

DOK Kemendikbud
Mendikbud Nadiem Anwar Makarim saat webinar peringatan Hari Perempuan Internasional, Senin (8/3).

 

SAAT ini masih terdapat tiga masalah besar dalam dunia pendidikan yang mesti ditanggulangi yaitu intoleransi, kekerasan seksual, dan perundungan. Ketiga hal tersebut sudah semestinya tidak terjadi lagi di semua jenjang pendidikan yang dialami oleh peserta didik khususnya kalangan perempuan.

Hal itu diungkapkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Anwar Makarim pada webinar peringatan Hari Perempuan Internasional yang diselenggarakan Pusat Pendidikan Karakter (Puspeka) Kemendikbud, Senin (8/3).

Tiga masalah besar dalam pendidikan tersebut, jelas Nadiem, sangat mempengaruhi tumbuh kembang peserta didik dan menentukan keputusan-keputusan yang akan mereka ambil untuk menggapai cita-citanya. Dikatakan, Kemendikbud telah berupaya mendorong terciptanya lingkungan belajar yang aman bagi peserta didik perempuan melalui diterapkannya Permendikbud Nomor 82 Tahun 2015 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Tindak Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan Sekolah Dasar dan Menengah.

Selain itu, lanjut Nadiem, saat ini pihaknya sedang membahas rancangan peraturan pencegahan dan penanggulangan kekerasan seksual di perguruan tinggi. Peraturan Menteri untuk perguruan tinggi dan mekanisme itu, ungkap Nadiem, dirancang dengan penuh kehati-hatian dan pertimbangan agar pelaksanaannya dapat berjalan secara tepat dan sesuai dengan harapan.

"Tetapi satu hal yang perlu diingat bahwa kami hanya akan menjadi satu ombak kecil di tengah upaya menciptaan lingkungan yang mendukung bagi perempuan," tegasnya.

Nadiem mengutarakan hanya dengan kesadaran dan kemauan semua lapisan masyarakat untuk bersama-sama menebus dosa melalui lingkungan belajar yang kondusif dan mendukung bagi perempuan mulai dari rumah, sekolah, perguruan tinggi, sampai tempat kerja akan mendorong kemunculan lebih banyak perempuan pemimpin di masa depan dengan kecerdasan dan karakter unggul.

"Momentum Hari Perempuan Internasional ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa perjuangan menuju kesetaraan gender masih panjang dan membutuhkan gotong royong semua golongan untuk mewujudkannya. Mari terus pertahankan semangat hari perempuan yang telah hidup selama lebih dari satu abad ini untuk Indonesia setara bersama," pungkas Nadiem. (OL-15)

 

Baca Juga

AFP/Roslan RAHMAN

Singapura Bisa Jadi Contoh Tekan Covid-19

👤Siswantini Suryandari 🕔Selasa 13 April 2021, 06:58 WIB
Selain larangan mudik, aturan yang ketat harus ditegakkan agar Indonesia bisa menuju zero covid-19 seperti dialami Singapura saat...
Ist

Bantuah Artha Graha Peduli ke Kupang Distribusiksn ke Sabu

👤mediaindonesia.com 🕔Selasa 13 April 2021, 05:20 WIB
Bantuan dari Artha Graha Peduli diterbangkan dengan helikopter milik BNPB dari Maumere ke  Sabu Raijua Kupang pada Sabtu...
ANTARA/OKY LUKMANSYAH

Masyarakat Diminta Jangan Khawatirkan Efikasi Vaksin

👤Budi Ernanto 🕔Selasa 13 April 2021, 04:34 WIB
Pemerintah akan memberikan yang terbaik bagi rakyatnya terkait vaksin...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Salah Kaprah Salurkan Energi

Kenakalan remaja pada masa lalu hingga masa kini masih ada, bahkan semakin meninggi. Itu terjadi karena remaja sering kali mementingkan solidaritas grup.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya