Minggu 17 Januari 2021, 14:20 WIB

BNPB Beri Dana Stimulan Bagi Rumah Rusak Akibat Gempa Sulbar

Atalya Puspa | Humaniora
BNPB Beri Dana Stimulan Bagi Rumah Rusak Akibat Gempa Sulbar

ANTARA/ akbar Tado
PENGUNGSI KORBAN GEMPA DI HARI KE TIGA: Sejumlah pengungsi beraktivitas di tempat pengungsian di Mamuju, Sulawesi Barat, Minggu(17/1/2021).

 

BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan memberikan dana stimulan bagi warga yang memiliki rumah dan mengalami kerusakan akibat gempabumi di Sulawesi Barat (Sulbar) yang terjadi pada Jumat (15/1) dini hari. Adapun besaran dana stimulan tersebut masing-masing adalah Rp50 juta untuk rumah rusak berat (RB), Rp25 juta untuk rumah rusak sedang (RS) dan Rp10 juta untuk rumah rusak ringan (RR).

Menurut Kepala BNPB Doni Monardo jumlah besaran dana stimulan tersebut merupakan usulan yang diberikan dari pemerintah Sulbar kepada pemerintah pusat melalui BNPB. “Ini merupakan usulan dari pemprov  Sulbar kepada pusat melalui BNPB,” jelas Doni, Minggu (17/1).

Sebelumnya, Doni telah memastikan bahwa kerusakan rumah warga akibat gempabumi menjadi tanggung jawab pemerintah pusat, pemprov dan pemerintah kabupaten. “Pemerintah pasti akan memberikan perhatian kepada masyarakat yang menjadi korban, termasuk rumah yang rusak nanti menjadi tanggung jawab BNPB bersama dengan pemprov dan Kabupaten,” pungkas Doni.

Terpisah, Universitas Negeri Makassar (UNM), Sulawesi Selatan mengambil kebijakan membebaskan uang kuliah tunggal (UKT) bagi mahasiswa terdampak gempa di Provinsi Sulbar. Rektor UNM Prof Husain Syam di Makassar, Minggu, mengatakan kebijakan ini berlaku bagi mahasiswa Sulbar mulai jenjang pendidikan S1 hingga S3. "Untuk mahasiswa kita yang ada di Sulbar mulai S1 hingga S3 sekitar 870 orang. Mereka terpusat di Majene dan Mamuju yang masing-masing sekitar 400-an mahasiswa," katanya.

Untuk mendapatkan pembebasan UKT semester genap 2020/2021, kata dia, mahasiswa harus mengikuti mekanisme pengajuan pembebasan UKT Korban Bencana Alam Provinsi Sulawesi Barat, yakni dengan cara orang tua atau wali mengajukan surat permohonan pembebasan UKT dengan melampirkan beberapa dokumen. Di antaranya foto copy bukti pembayaran UKT sebelumnya, foto copy kartu keluarga dan KTP, surat keterangan terdampak bencana dari dari lurah/desa, foto lokasi kejadian, dan foto keluarga dan atau foto rumah.

Kebijakan pembebasan UKT mahasiswa terdampak gempa Sulbar itu tertuang dalam Keputusan Rektor Universitas Negeri Makassar Nomor : 118/UN36/HK/2021.(Ant)

Baca Juga

Antara /Aloysius Jarot Nugroho

Inilah Kota yang Dinobatkan Paling Toleran se-Indonesia

👤Mediaindonesia.com 🕔Kamis 25 Februari 2021, 22:35 WIB
Kota Salatiga berhasil meraih penghargaan sebagai Kota Paling Toleran se-Indonesia pada tahun 2020 dengan skor 6,717 versi Setara...
Antara/Fikri Yusuf

Vaksinasi untuk Lansia Turunkan Angka Kematian Akibat Covid-19

👤Ghani Nurcahyadi 🕔Kamis 25 Februari 2021, 22:27 WIB
"Mereka sudah mematuhi protokol kesehatan dengan lebih banyak tinggal di rumah. Hanya 10% dari mereka yang terpapar Covid-19. Namun...
DOK IST

Bahasa dan Aksara Nusantara Harus Menyesuaikan Perkembangan Zaman

👤Budi Ernanto 🕔Kamis 25 Februari 2021, 22:11 WIB
Bahasa adalah representasi dari kehidupan sebagai manusia, sehingga mencerminkan identitas bangsa yang...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya