Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat telah terjadi 243 kejadian bencana di Indonesia sepanjang tahun 2026. Mayoritas bencana yang terjadi merupakan bencana hidrometeorologi basah, seperti banjir dan tanah longsor.
Kepala BNPB Suharyanto mengatakan, data tersebut mencakup seluruh jenis bencana yang dipantau BNPB di berbagai wilayah Indonesia.
“Terkait bencana Indonesia tahun 2026, karena BNPB memotret semua jenis bencana, jadi jumlahnya lebih besar. Ini ada 243 kejadian bencana yang terjadi di 2026,” kata Suharyanto dalam rapat dengan Komisi VIII DPR RI, Selasa (3/2).
Ia menjelaskan, banjir, banjir bandang, dan tanah longsor menjadi jenis bencana yang paling sering terjadi. Pada tahun ini, BNPB juga sedang menggeser fokus penanganan bencana Sumatra ke Pulau Jawa. Pasalnya, pada awal tahun ini pulau Jawa tengah menghadapi sejumlah bencana.
Sejumlah bencana hidrometeorologi dilaporkan terjadi di Jawa Tengah, wilayah Jabodetabek seperti Karawang, Bekasi, dan Tangerang, hingga DKI Jakarta. Selain itu, BNPB juga mencatat kejadian bencana di Lampung Utara meskipun skalanya tidak terlalu besar.
Menghadapi tingginya intensitas bencana, BNPB terus mengintensifkan langkah mitigasi, salah satunya melalui operasi modifikasi cuaca. Upaya tersebut dilakukan secara kolaboratif antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
“Dengan kekuatan pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam melaksanakan operasi modifikasi cuaca, paling tidak hasilnya lebih baik,” kata Suharyanto.
BNPB menegaskan akan terus memperkuat koordinasi lintas kementerian dan pemerintah daerah guna menekan risiko bencana serta meminimalkan dampak terhadap masyarakat sepanjang tahun 2026. (Ata/I-1)
Data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat, sebanyak 2.453 jiwa terdampak telah mengungsi ke lokasi yang dinilai lebih aman.
BNPB akan segera menyalurkan bantuan stimulan perbaikan rumah bagi masyarakat terdampak bencana Sumatra.
BNPB juga menyalurkan bantuan dana tunggu hunian bagi warga yang memilih tinggal sementara di rumah keluarga atau sanak saudara. Bantuan tersebut sebesar Rp600 ribu per bulan.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menegaskan tetap siaga mendampingi pemerintah daerah meski status tanggap darurat bencana di sejumlah wilayah di Sumatra telah dicabut.
BADAN Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyoroti masih minimnya anggaran mitigasi bencana di Indonesia, di tengah meningkatnya ancaman bencana alam dan kerentanan wilayah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved