Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
POSISI bulan baru (hilal) penentu awal Ramadan 1447 H masih berada di bawah ufuk atau negatif saat matahari terbenam, Senin (17/2).
Hasil pengamatan rukyatul hilal di Observatorium Universitas Muhammadiyah Makassar, dari 96 titik seluruh Indonesia menunjukkan kriteria imkan rukyat belum terpenuhi.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, Ali Yafid yang memantau langsung proses rukyatul hilal menyebutkan, BMKG mendapatkan data bahwa pada tanggal 17 hari ini, saat terbenam matahari di jam 18.23 WITA.
"Ada pun posisi tinggi bulan berada di posisi minus satu derajat. Sementara untuk imkan rukyat yang disepakati, tinggi bulan harus berada di atas 3,0 derajat, hari ini tidak terpenuhi," jelasnya.
Dari sisi elongasi atau jarak sudut bulan-matahari, data mencatat angka 6,4 derajat, juga belum memenuhi kriteria yang disepakati.
Kondisi serupa dikonfirmasi oleh Badan Hisab Rukyat Sulawesi Selatan yang mencatat posisi bulan minus satu derajat pada pukul 18.24 WITA.
Menariknya, meski secara hisab posisi bulan masih negatif, proses pemantauan tetap berlangsung dengan melibatkan berbagai elemen. "Ada dari Ormas Muhammadiyah, NU, teman-teman mahasiswa UMI, UIM, UIN Alauddin, semua datang bersama-sama melihat. Ini kolaborasi yang luar biasa," ujarnya.
Meski demikian, ia mengingatkan potensi perbedaan penetapan awal Ramadan. Pimpinan ormas yang hadir telah menyampaikan kepada umat bahwa jika ada yang berpuasa tanggal 18 Februari dengan alasan keyakinan masing-masing, itu sah-sah saja.
Namun ia mengajak semua pihak menunggu keputusan pemerintah melalui sidang isbat.
"Kalau pun berbeda dan pemerintah nanti menetapkan di 19 Februari, satu alasan ikut pemerintah, satu lagi mungkin yakin dengan perhitungan ormas yang puasa di tanggal 18. Ini harus disampaikan kepada masyarakat supaya perbedaan ini adem, membuat masyarakat bisa memahami," imbaunya.
Sebagai catatan, Kementerian Agama akan menggelar sidang isbat penetapan awal Ramadan malam ini, dengan mengacu pada seluruh data hisab dan laporan rukyat dari 96 titik di seluruh Indonesia. (H-2)
Ratusan jemaah Tarekat Naqsyabandiyah memadati lokasi tersebut untuk menunaikan salat Ied atau salat Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah
Pelindo Regional 4 Makassar mencatat lonjakan arus mudik Lebaran 2026 sejak H-15 hingga H-5. Data terbaru menunjukkan total 308.473 pemudik telah melakukan perjalanan melalui 20 cabang
DINAS Kesehatan Sulawesi Selatan mencatat adanya ancaman serius penyebaran penyakit campak di Kota Makassar sepanjang tahun 2026. Sebanyak 187 kasus suspek dilaporkan.
Sebanyak 200 warga peserta mudik gratis akan diberangkatkan Minggu (15/3) dari Pelabuhan Makassar menuju Surabaya, menggunakan KM Labobar.
Komoditas seperti bawang merah dan bawang putih tercatat naik di kisaran 5 hingga 10 persen, harga cabai merah dan cabai besar juga naik.
BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di Sulawesi Selatan hari ini, 6 Maret 2026. Makassar dan sekitarnya berpotensi hujan lebat hingga 13:10 WITA.
Menag menambahkan, menjaga harmoni menjadi tanggung jawab bersama antara pemerintah dan ulama dalam menyikapi persoalan keagamaan.
Berdasarkan hasil sidang tersebut Pemerintah menetapkan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu 21 Maret 2026.
hasil sidang isbat idul fitri 2026 dan Panduan lengkap kriteria MABIMS terbaru 2026: Syarat tinggi hilal 3 derajat & elongasi 6,4 derajat sebagai penentu hasil Sidang Isbat di Indonesia.
MUI pada tahun 2004 menyatakan bahwa yang berhak untuk mengumumkan berkenaan dengan awal Ramadan dan lebaran adalah ulil atau di Indonesia yakni Kementerian Agama.
Pemerintah resmi menetapkan Idul Fitri 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Keputusan diambil melalui Sidang Isbat dengan metode istikmal 30 hari.
Kenapa harus ada sidang isbat untuk menentukan lebaran? Simak penjelasan lengkap dari sisi hukum negara, syariat agama, hingga sains astronomi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved