Headline

Pelaku usaha menagih penyederhanaan regulasi dan kepastian kebijakan dari pemerintah.

Hilal di Makassar masih di Bawah Ufuk

Lina Herlina
17/2/2026 18:22
Hilal di Makassar masih di Bawah Ufuk
Ilustrasi(Dok Istimewa)

POSISI bulan baru (hilal) penentu awal Ramadan 1447 H masih berada di bawah ufuk atau negatif saat matahari terbenam, Senin (17/2). 

Hasil pengamatan rukyatul hilal di Observatorium Universitas Muhammadiyah Makassar, dari 96 titik seluruh Indonesia menunjukkan kriteria imkan rukyat belum terpenuhi.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, Ali Yafid yang memantau langsung proses rukyatul hilal menyebutkan, BMKG mendapatkan data bahwa pada tanggal 17 hari ini, saat terbenam matahari di jam 18.23 WITA.

"Ada pun posisi tinggi bulan berada di posisi minus satu derajat. Sementara untuk imkan rukyat yang disepakati, tinggi bulan harus berada di atas 3,0 derajat, hari ini tidak terpenuhi," jelasnya.

Dari sisi elongasi atau jarak sudut bulan-matahari, data mencatat angka 6,4 derajat, juga belum memenuhi kriteria yang disepakati. 

Kondisi serupa dikonfirmasi oleh Badan Hisab Rukyat Sulawesi Selatan yang mencatat posisi bulan minus satu derajat pada pukul 18.24 WITA.

Menariknya, meski secara hisab posisi bulan masih negatif, proses pemantauan tetap berlangsung dengan melibatkan berbagai elemen. "Ada dari Ormas Muhammadiyah, NU, teman-teman mahasiswa UMI, UIM, UIN Alauddin, semua datang bersama-sama melihat. Ini kolaborasi yang luar biasa," ujarnya.

Meski demikian, ia mengingatkan potensi perbedaan penetapan awal Ramadan. Pimpinan ormas yang hadir telah menyampaikan kepada umat bahwa jika ada yang berpuasa tanggal 18 Februari dengan alasan keyakinan masing-masing, itu sah-sah saja. 

Namun ia mengajak semua pihak menunggu keputusan pemerintah melalui sidang isbat.

"Kalau pun berbeda dan pemerintah nanti menetapkan di 19 Februari, satu alasan ikut pemerintah, satu lagi mungkin yakin dengan perhitungan ormas yang puasa di tanggal 18. Ini harus disampaikan kepada masyarakat supaya perbedaan ini adem, membuat masyarakat bisa memahami," imbaunya.

Sebagai catatan, Kementerian Agama akan menggelar sidang isbat penetapan awal Ramadan malam ini, dengan mengacu pada seluruh data hisab dan laporan rukyat dari 96 titik di seluruh Indonesia. (H-2)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indrastuti
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik