Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
POLEMIK panjang pencarian lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) atau Pengolahan Sampah jadi Energi Listrik (PSEL) di Kota Makassar, Sulawesi Selatan akhirnya menemui kepastian.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyebutkan rencana pemindahan lokasi pembangunan proyek tersebut tidak dipindahkan dan menetapkan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Antang, Manggala, sebagai lokasi final proyek strategis tersebut.
Penetapan ini sekaligus mengakhiri penolakan warga Tamalanrea yang sejak awal menentang pembangunan PLTSa di kawasan permukiman mereka. Zulhas menegaskan, memaksakan lokasi baru hanya akan memperpanjang masalah.
“Kalau banyak perlawanan dari masyarakat, susah itu. Tidak bisa kita paksakan lokasi baru. Ya sudah, di sini saja, di (TPA Antang). Lebih gampang prosesnya dan aksesnya sudah ada,” tegas Zulhas saat meninjau langsung TPA Antang, Jumat (6/2).
Arahan tegas dari pemerintah pusat ini langsung ditindaklanjuti Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin. Ia menyatakan Pemkot akan segera menyesuaikan seluruh proses dengan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 109 Tahun 2025 tentang Penanganan Sampah Menjadi Energi Terbarukan.
“Pak Menko sudah sampaikan prosesnya dilaksanakan di sini, di tempat ini. Artinya implementasi Perpres 109 akan kita terapkan benar-benar sesuai arahan. Tidak ada proses pergeseran lagi,” ujar Munafri, yang akrab disapa Appi.
Untuk mendukung proyek waste to energy ini, Pemkot Makassar menyiapkan lahan seluas 5 hingga 7 hektare di sekitar TPA Antang. Saat ini, proses pembebasan lahan telah mencapai 4 hektare.
“Kita tambah 3 hektare lagi agar flow-nya lebih bagus dan penempatan fasilitas lebih lugas,” jelas Appi.
Pemerintah sedang mempercepat proses di Badan Pertanahan Nasional (BPN) untuk menyelesaikan masalah sertifikat tanah.
Menyangkut tahap pelaksanaan, Appi mengungkapkan bahwa seluruh proses akan dimulai dari nol, termasuk tender ulang. Koordinasi dengan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) telah dilakukan untuk memastikan kelancaran.
“Semuanya kita akan mulai dari tender yang awal untuk retender. Ini untuk memastikan pekerjaannya ada di sini untuk Waste to Energy,” paparnya. (H-2)
KOMISI XII DPR meminta pemerintah memastikan bahwa rencana pembangunan 50 pembangkit listrik berbasis sampah tidak berujung mangkrak karena persoalan biaya.
STAF Ahli Menteri Lingkungan Hidup Bidang Hubungan Antar Lembaga Pusat dan Daerah, Hanifah Dwi Nirwana, mengatakan pemerintah tengah menyiapkan implementasi WTE.
Setiap daerah yang berpartisipasi dalam program itu ditargetkan mampu mengelola minimal 1.000 ton sampah per hari.
Rosan Perkasa Roeslani mengungkapkan, proyek pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) atau Waste to Energy (WtE) membutuhkan investasi mencapai Rp91 triliun.
Ratusan jemaah Tarekat Naqsyabandiyah memadati lokasi tersebut untuk menunaikan salat Ied atau salat Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah
Pelindo Regional 4 Makassar mencatat lonjakan arus mudik Lebaran 2026 sejak H-15 hingga H-5. Data terbaru menunjukkan total 308.473 pemudik telah melakukan perjalanan melalui 20 cabang
DINAS Kesehatan Sulawesi Selatan mencatat adanya ancaman serius penyebaran penyakit campak di Kota Makassar sepanjang tahun 2026. Sebanyak 187 kasus suspek dilaporkan.
Sebanyak 200 warga peserta mudik gratis akan diberangkatkan Minggu (15/3) dari Pelabuhan Makassar menuju Surabaya, menggunakan KM Labobar.
Komoditas seperti bawang merah dan bawang putih tercatat naik di kisaran 5 hingga 10 persen, harga cabai merah dan cabai besar juga naik.
BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem di Sulawesi Selatan hari ini, 6 Maret 2026. Makassar dan sekitarnya berpotensi hujan lebat hingga 13:10 WITA.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved