Headline
Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.
Penghapusan tunggakan iuran perlu direalisasikan lebih dahulu sambil menimbang kondisi ekonomi.
Kumpulan Berita DPR RI
PT Pelabuhan Indonesia III (Pesero) atau Pelindo III terus menunjukan dukungan kepada pemerintah dalam upaya peningkatan kesehatan masyarakat pada masa pandemi Covid-19.
Setelah sebelumnya memberikan bantuan alat pelindung diri (APD) kepada tenaga kesehatan, kali ini Pelindo III memberikan satu unit mobil mobil ambulance kepada Rumah Sakit PHC. Fasilitas mobil ambulance untuk penanganan pasien Covid-19 tersebut disebut-sebut sebagai mobil dengan peralatan pendukung paling komprehensif yang ada di Jawa Timur.
Bantuan ini diberikan langsung oleh Direktur Utama Pelindo III U. Saefudin Noer kepada Direktur Utama RS PHC Abdul Rofid Fanany, di Kantor Pusat Pelindo III, Selasa, (22/12).

Direktur Utama Pelindo III U. Saefudin Noer menyebut bahwa bantuan mobil ambulance kepada RS PHC merupakan wujud dari implementasi Core Values BUMN AKHLAK. Sebagai BUMN, Pelindo III mendapat amanah untuk turut serta dalam upaya peningkatan kesehatan masyarakat pada masa pandemi Covid-19 dan pemulihan ekonomi nasional.
Dengan adanya mobil ambulance yang memiliki peralatan komprehensif diharapkan penanganan pelayanan kegawat daruratan (emergency) bagi pasien Covid-19 yang memiliki gejala penyerta dapat lebih baik. Penyerahan bantuan kepada RS PHC juga merupakan bentuk kolaborasi dan sinergi antar group BUMN.
“RS PHC merupakan salah satu rumah sakit rujukan Covid-19 di Surabaya yang menerima banyak pasien dari berbagi kalangan, sehingga penting bagi RS PHC untuk melakukan penanganan terbaik dengan dukungan fasilitas yang baik. Bantuan dari Pelindo III ini diharapkan mampu mendukung hal tersebut,” ujar Saefudin.
Direktur Utama RS PHC Abdul Rofid Fanany menilai mobil ambulance bantuan Pelindo III tersebut sangat mumpuni karena dilengkapi berbagai peralatan khusus penanganan Covid-19 mulai dari Defibrilator, ECG monitor, Suction pump, Brankart, Syringe pump, Kursi Roda, dan Ventilator portable yang mampu bertahan lebih dari 4 jam pasca dilepas dari sistem dalam mobil.
Kelengkapan tersebut membuat ambulance ini menjadi satu-satunya mobil ambulance siaga Covid-19 dengan peralatan terlengkap dan komprehensif yang ada di Jawa Timur.
“Bantuan mobil ambulance siaga Covid-19 dari Pelindo III ini diharapkan mampu memberikan dampak besar bagi upaya penangan pasien Covid-19 yang kami lakukan, karena dengan adanya mobil ambulance yang disertai perlengkapan lengkap tersebut membuat penanganan pasien Covid-19 dengan kondisi serius bisa lebih mudah dilakukan,” katanya.
Hingga bulan November tahun ini, Pelindo III total telah menyalurkan hibah sebagai bentuk tanggung jawab sosial dan lingkungan sebesar Rp52 miliar. Hibah tersebut disalurkan ke berbagai sektor diantaranya, sektor pendidikan, kesehatan, sarana dan prasarana umum, serta bantuan alam dan non alam.
Sepanjang tahun 2020 ini bantuan lebih banyak diarahkan pada sektor kesehatan karena pandemi Covid-19 sebagai bentuk dukungan Pelindo III dalam upaya pemulihan ekonomi nasional. (RO/OL-09)
Pengelolaan pelabuhan dan operasional kapal tidak berada dalam satu entitas yang sama. Pengelolaan pelabuhan berada di bawah kendali Pelindo sementara operasional kapal oleh Pelni.
Peningkatan volume petikemas ini dipicu oleh pertumbuhan signifikan di sejumlah wilayah operasi utama.
Transformasi ini tidak hanya mencakup perubahan nama, tetapi juga peluncuran logo baru yang memvisualisasikan semangat sinergi dalam ekosistem pelabuhan dan rantai pasok nasional.
Plt. Direktur Utama CTP, Erwan Dwi Winanto, mengungkapkan pihaknya tengah fokus pada upaya integrasi tarif dengan ruas tol lain di Jakarta guna meningkatkan daya saing biaya angkut.
Penyaluran bantuan ini difokuskan untuk meringankan beban warga yang aktivitas harian dan mobilitasnya terganggu akibat banjir.
Sinergi dan kolaborasi dilakukan bersama Kementerian Perhubungan (KSOP dan BPTD), ASDP, Pemprov Banten, Pemkot Cilegon, Polda Banten dan TNI AL Banten, serta instansi terkait.
Secara umum sayuran berdaun memang jarang disajikan pada menu rumah sakit karena selain alasan praktis seperti penyimpanan dan pengolahan, juga sayuran berdaun cenderung tinggi purin.
Kemenkes menegaskan rumah sakit tidak boleh menolak pasien peserta PBI dengan status JKN nonaktif sementara hingga tiga bulan.
Mensos Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menegaskan bahwa tidak boleh ada rumah sakit atau fasilitas kesehatan yang menolak melayani pasien peserta BPJS segmen PBI
Penyakit jantung masih menjadi salah satu penyebab kematian tertinggi di Indonesia, dengan angka kejadian yang terus meningkat seiring perubahan gaya hidup.
Saat ini, fasilitas kesehatan maupun SDM kesehatan di Indonesia sudah sangat baik dan tidak kalah dengan rumah sakit di Malaysia maupun Singapura.
Biaya pengobatan di Penang, termasuk tindakan medis serius, seringkali lebih terjangkau daripada RS swasta premium di Indonesia.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved