Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
OSTEOPOROSIS atau pengeroposan tulang yang banyak dialami kaum perempuan tidak bergejala. Beberapa cirinya ialah patah tulang, badan makin bungkuk, dan tinggi badan berkurang.
Namun, ada satu cara untuk mengetahui risiko osteoporosis itu, yaitu melalui pemeriksaan kepadatan mineral tulang (bone mineral density/BMD).
“Mengukur BMD memungkinkan untuk memprediksi risiko patah tulang. Namun, penting untuk diingat bahwa tes BMD tidak dapat memprediksi dengan pasti kapan dimulainya proses patah tulang itu terjadi,” kata dokter RM Suryo Anggoro Kusumo Wibowo SpPD dari RS Dr Cipto Mangunkusumo Jakarta dalam webinar bertajuk Pengeroposan Vs Pengapuran Tulang: Apa Bedanya? Rabu (25/11).
Suryo menerangkan pemeriksaan BMD sangat penting dan perlu dilakukan pada wanita terutama setelah mengalami masa menopause, lakilaki yang berusia di atas 70 tahun, orang dengan penyakit tertentu, pengguna obat yang dapat menimbulkan osteoporosis, dan konsumsi obat osteoporosis.
Baca juga: Olahraga 30 Menit Setiap Hari dan Nutrisi Tepat Cegah Osteoporosis
“Pemeriksaan ini harus dilakukan satu hingga dua tahun sekali,” sahut Suryo.
Osteoporosis biasanya terjadi karena puncak massa tulang rendah, seperti berat badan yang rendah, dan kurang aktivitas fisik di usia muda. Osteoporosis juga muncul akibat kekurangan kalsium, vitamin D, dan protein. “Biasanya disebabkan oleh penuaan. Semakin lanjut usia maka kepadatan tulang juga semakin berkurang,” jelasnya.
Pada perempuan, imbuhnya, penurunan kadar hormon estrogen ketika menopause jadi salah satu penyebab timbulnya osteoporosis.
“Beberapa penyebab lain osteoporosis adalah faktor keturunan, berat badan rendah, gangguan hormonal, kekurangan kalsium, gaya hidup merokok dan kurang olahraga, gangguan metabolisme, hingga trauma pada tulang belakang,” urai Suryo.
Menurutnya, osteoporosis dan osteoartritis ialah dua penyakit tulang yang berbeda. Namun, keduanya sama-sama menyebabkan nyeri sendi.
Baca juga: Osteoporosis, Silent Epidemi yang Terabaikan
Osteoporosis merupakan keropos tulang sehingga mudah patah. Osteoartritis merupakan pengapuran yang terjadi akibat kerusakan pada tulang rawan sendi atau bantalan sendi.
Dokter mendiagnosis osteoartritis dengan memeriksa informasi riwayat medis, gejala, dan bagaimana rasa sakit memengaruhi aktivitas. Kemudian, dokter akan mengecek rontgen atau MRI untuk bisa mengetahui separah apa kerusakan sendi atau tulang yang terjadi.
“Pengobatannya dengan modifikasi gaya hidup dengan menurunkan berat badan, olahraga, mengurangi beban ke lutut, atau obat. Tak jarang dilakukan fisioterapi, penggunaan alat bantu, hingga opsi pembedahan,” ujar Suryo. (Wan/H-2)
Kualitas fisik seseorang di masa tua sangat bergantung pada tabungan pola hidup yang dibangun sejak masa kanak-kanak hingga dewasa muda.
Enamel adalah material paling keras di tubuh manusia, lebih kuat dari tulang.
Masyarakat diharapkan lebih waspada terhadap risiko yang dapat muncul dari manipulasi intens pada leher.
Gigi dan tulang berbeda dari segi asal, struktur, dan fungsi. Gigi untuk mengunyah, tulang memberi kerangka dan perlindungan organ vital.
Osteoporosis sering kali disebut sebagai silent disease, karena baru diketahui setelah terjadi patah tulang.
Osteoporosis merupakan penyakit progresif yang sering kali tidak terdeteksi hingga terjadi patah tulang.
Peneliti HKUMed temukan protein Piezo1 yang bertindak sebagai sensor olahraga pada tulang. Inovasi obat baru untuk cegah osteoporosis tanpa gerak fisik.
Patah tulang akibat osteoporosis bukan sekadar persoalan tulang rapuh, tetapi kerap disertai penyakit penyerta yang membuat penanganannya semakin kompleks.
Bone Scan terhadap lebih dari 500.000 orang di 16 kota, hasilnya menunjukkan tren yang mengkhawatirkan bahwa lebih dari 50% di antaranya berisiko mengalami osteoporosis.
Osteoporosis lebih banyak terjadi pada perempuan disebabkan erat kaitannya dengan hormon estrogen yang membantu metabolisme tulang.
Osteoporosis sering kali disebut sebagai silent disease, karena baru diketahui setelah terjadi patah tulang.
Pencegahan osteoporosis harus dimulai dari penerapan gaya hidup sehat dan aktif sejak usia muda.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved