Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
DIREKTUR Tata Kelola Pelayanan Kesehatan Primer, Kementerian Kesehatan, Roy Himawan, mengatakan bahwa osteoporosis telah menjadi masalah kesehatan yang besar di dunia. Sebanyak 200 juta masyarakat dunia saat ini dikatakan telah mengalami osteoporosis.
“Tahun 2013, Kementerian Kesehatan mencatat prevalensi di Indonesia untuk osteoporosis pada perempuan berusia antara 50-70 tahun adalah 23 persen dan pada perempuan 70 tahun adalah 53 persen,” ungkapnya dalam ulang tahun ke-25 Perhimpunan Osteoporosis Indonesia (Perosi) di Jakarta, Minggu (9/11).
Lebih lanjut, data Badan Pusat Statistik (BPS) 2023 menunjukkan bahwa sebanyak 6,96 persen populasi Indonesia ada di atas usia 65 tahun, di mana kelompok ini menjadi perhatian karena tingginya prevalensi penyakit metabolik tulang, termasuk osteoporosis, yang mencapai 53 persen pada perempuan usia 70 tahun.
“Dengan isu ini, prevalensi penyakit tulang pada usia di atas 64 tahun akan meningkat empat kali lipat pada 2050,” tegas Roy.
Untuk itu, dia menekankan bahwa peran Perosi sangat penting untuk menyosialisasikan kesehatan tulang pada masyarakat. Menurutnya, ke depan perlu dilakukan upaya yang serius dan inovatif dengan melibatkan unsur-unsur pemerintah maupun masyarakat untuk menekan meningkatnya laju prevalensi osteoporosis di Indonesia.
Ketua Panita Ulang Tahun ke-25 sekaligus Anggota Bidang Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Perosi, Faisal Parlindungan, menambahkan bahwa persentase penduduk Indonesia yang mengalami osteoporosis saat ini mencapai 25 persen.
“Ini persentase penduduk yang mengalami osteoporosis sangat tinggi. Nah salah satu penyebabnya itu adalah kita punya yang namanya banyak sekali penduduk yang sudah lansia atau aging. Jadi kita ketahui Indonesia ini bonus demografisnya tinggi, kemudian angka harapan hidup juga semakin lama semakin tinggi. Sedangkan osteoporosis ini banyak sekali dijumpai pada usia tua, kemudian banyak dijumpai pada wanita pascamenopaus,” ujar Faisal.
Tugas Perosi sendiri adalah mencegah terjadinya percepatan penuaan atau aging di usia dini. Selain itu, bagi pasien yang mengalami osteoporosis juga bisa dideteksi dengan dini dan cepat, sehingga dapat mencegah komplikasi osteoporosis yaitu patah tulang.
“Jadi kalau dikatakan, bagaimana kondisi osteoporosis di Indonesia saat ini, kalau buat kami itu dalam kondisi yang sangat urgen untuk kita atasi dan kita tangani, mengingat populasi yang mengalami osteoporosis semakin lama semakin tinggi. Apalagi, bukan saja pada usia tua, namun pada usia produktif juga bisa mengalami osteoporosis, jika pasien itu memiliki faktor risiko, misalnya pengguna obat-obatan, atau penyakit-penyakit tertentu yang bisa meningkatkan risiko osteoporosis, misalnya autoimun,” tegas Faisal.
Dia pun menjelaskan bahwa osteoporosis lebih banyak terjadi pada perempuan disebabkan erat kaitannya dengan hormon estrogen yang membantu metabolisme tulang.
“Pada perempuan pascamenopaus, maka hormon estrogennya itu jadi sedikit atau bahkan tidak ada. Sehingga tidak ada lagi yang bisa membantu metabolisme tulang. Maka daro itu pada perempuan kalau mengalami menopaus, tulangnya lebih cepat mengalami pengeroposan. Tidak ada yang menopangnya lagi. Tidak ada yang membantu metabolismenya lagi. Sementara pada laki-laki, masih punya yang namanya hormon testosteron yang sampai usia kakek-kakek juga masih ada. Jadi, itu masih bisa membantu tulangnya. Nah, makanya itu pada perempuan lebih gampang, banyak, dan lebih mudah mengalami osteoporosis,” urainya.
Di tempat yang sama, Ketua Umum Perosi, Dr. dr. Tirza Z. Tamin, mengatakan bahwa 25 tahun yang telah ditempuh oleh pihaknya dan bukan menjadi waktu yang singkat.
“Perosi telah melakukan berbagai kegiatan penting kepada masyarakat mulai dari seminar ilmiah, penelitian, hingga edukasi. Kami konsisten memperingati Hari Osteoporosis Nasional dengan berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat luas. Kini Perosi tumbuh sebagai organisasi yang kuat. Pencapaian kami tidak luput dari jasa para tokoh yang berjasa bagi kami,” ujarnya.
Visi Perosi sendiri adalah untuk menjadi organisasi berkualitas dalam mengembangkan dan menyosialisasikan pencegahan osteoporosis untuk tercapainya hidup masyarakat yang sehat.
“Ulang tahun ini menjadi momentum refleksi atas perjalanan panjang dan dedikasi seluruh pengurus dalam upaya meningkatkan kesehatan tulang masyarakat Indonesia,” tandas Tirza. (H-2)
Menurut data statistik penduduk usia lanjut 2022, lansia yang mengalami keluhan kesehatan pada penurunan kepadatan tulang, otot, dan sendi secara berkala berjumlah sekitar 42%.
OSTEOPOROSIS adalah masalah kesehatan yang besar. Secara global, diperkirakan lebih dari 6% pria dan 21% wanita usia di atas 50 tahun mengalami osteoporosis. Berarti lebih dari 500 juta orang
Menopause sering dianggap sebagai akhir dari masa produktif perempuan, di mana tubuh mulai melemah, metabolisme melambat, dan energi menurun.
Kontrasepsi hormonal adalah metode yang menggunakan hormon estrogen dan/atau progesteron untuk mencegah kehamilan.
Migrain, kondisi yang sering kali mengganggu aktivitas sehari-hari, ternyata lebih sering dialami oleh perempuan dibandingkan pria.
Anak perempuan memiliki risiko lebih tinggi terkena lupus dibandingkan anak laki-laki.
Pada wanita, diabetes juga bisa sebabkan gangguan atau perubahan hormon yang tidak teratur. Salah satunya adalah siklus menstruasi yang jadi tidak teratur.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved