Headline

Menkeu disebut tidak berwenang mengganti pejabat, terutama untuk eselon I dan II.  

Ilmuwan Temukan Protein 'Sensor Olahraga' untuk Cegah Osteoporosis

Thalatie K Yani
28/1/2026 12:30
Ilmuwan Temukan Protein 'Sensor Olahraga' untuk Cegah Osteoporosis
Ilustrasi(freepik)

PARA peneliti dari LKS Faculty of Medicine, University of Hong Kong (HKUMed), berhasil mengidentifikasi sebuah "saklar biologis" yang menjelaskan mengapa aktivitas fisik sangat efektif menjaga kekuatan tulang. Penemuan ini membuka peluang pengembangan obat-obatan yang dapat meniru manfaat olahraga di tingkat molekuler, khususnya bagi pasien yang tidak mampu bergerak aktif.

Studi yang diterbitkan dalam jurnal Signal Transduction and Targeted Therapy ini mengidentifikasi protein bernama Piezo1 sebagai sensor mekanis utama pada sel punca mesenkim di sumsum tulang. Protein inilah yang mendeteksi tekanan fisik saat kita bergerak dan memerintahkan tubuh untuk membangun tulang, bukan menyimpan lemak.

Mengapa Tulang Melemah Seiring Usia?

Seiring bertambahnya usia, kepadatan tulang menurun dan menjadi lebih berpori. Di dalam sumsum tulang, terdapat sel punca yang memiliki dua pilihan: berkembang menjadi jaringan tulang atau menjadi sel lemak. Penuaan sering kali mengganggu keseimbangan ini, menyebabkan lebih banyak sel punca berubah menjadi lemak yang kemudian melemahkan struktur tulang.

Di Hong Kong, kondisi ini memengaruhi 45% perempuan dan 13% pria berusia di atas 65 tahun. Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), satu dari tiga perempuan dan satu dari lima pria di atas usia 50 tahun di seluruh dunia akan mengalami patah tulang akibat osteoporosis.

Piezo1: Sang Sensor Olahraga

Melalui eksperimen pada model tikus dan sel punca manusia, peneliti menemukan ketika Piezo1 diaktifkan melalui aktivitas fisik, protein ini membatasi penumpukan lemak dan mendorong pembentukan tulang baru. Sebaliknya, tanpa Piezo1, sel punca lebih cenderung menjadi lemak dan mempercepat pengeroposan tulang.

"Kami pada dasarnya telah memecahkan kode bagaimana tubuh mengubah gerakan menjadi tulang yang lebih kuat," ujar Profesor Xu Aimin, pemimpin studi tersebut. "Dengan mengaktifkan jalur Piezo1, kita dapat meniru manfaat olahraga, secara efektif menipu tubuh agar berpikir bahwa ia sedang berolahraga, bahkan tanpa adanya gerakan."

Harapan bagi Pasien yang Terbaring di Tempat Tidur

Penemuan ini merupakan terobosan besar bagi lansia, pasien yang harus menjalani bedrest total, atau mereka yang menderita penyakit kronis sehingga tidak mampu berolahraga secara fisik.

Dr. Wang Baile, asisten profesor riset di HKUMed, menekankan bahwa temuan ini membuka pintu bagi pengembangan "mimetik olahraga". Obat-obatan yang secara kimiawi mengaktifkan jalur Piezo1.

"Penemuan ini sangat berarti bagi individu lanjut usia dan pasien yang tidak dapat berolahraga karena faktor kerapuhan, cedera, atau penyakit kronis," tambah Dr. Wang.

Strategi ini melampaui terapi fisik tradisional. Di masa depan, perawatan bertarget ini diharapkan dapat memperlambat pengeroposan tulang secara signifikan dan mengurangi risiko patah tulang pada kelompok rentan, sekaligus membantu mereka mempertahankan kemandirian di usia tua. (Science Daily/Z-2)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Thalatie Yani
Berita Lainnya