Headline
Membicarakan seputar Ramadan sampai dinamika geopolitik.
Kumpulan Berita DPR RI
HARI Ostoeporosis Sedunia diperingati setiap 20 Oktober untuk meningkatkan kesadaran terhadap penyakit yang menyerang kesehatan tulang pada manusia.
Tahun ini, kampanye akan mengusung tema “Take Action For Bone Health” untuk mendorong tindakan pencegahan penyakit ostoeporosis dan patah tulang.
Pasalnya, menurut International Osteoporosis Foundation (IOF), sebuah badan amal non-pemerintah yang berpusat di Nylon, Swiss, deteksi osteoporosis masih minim karena penyakit ini masih dianggap sepele.
Menurut IOF, penyakit osteoporosis saat ini masih kurang terdiagnosis serta kurang diobati karena masih banyak masyarakat yang menganggap remeh penyakit ini.
Baca juga: Waspada, Osteoporosis Bisa Terjadi di Usia Muda
Padahal, sekitar 20% pasien patah tulang osteoporosis meninggal dalam jangka waktu satu tahun.
“Jutaan orang di seluruh dunia mempunyai resiko tinggi mengalami patah tulang (fraktur) tetapi (mereka) tidak menyadarinya,” tulis IOF dalam laman resminya.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia menyebutkan, setidaknya 1 dari 3 serta 1 dari 5 laki-laki berusia lebih dari 50 tahun di seluruh dunia akan mengalami fraktur (patah tulang) karena osteoporosis.
Di Indonesia sendiri, menurut penelitian Puslitbang Gizi Kementerian Kesehatan RI, prevelansi angka osteopenia (osteoporosis dini) sebesar 41,7%, sedangkan prevelansi osteoporosis sebesar 10,3%.
“Ini berarti 2 dari 5 penduduk Indonesia memiliki risiko untuk terkena osteoporosis,” tulis Kemenkes RI pada keterangan resminya.
Kemenkes juga menyebut bahwa osteoporosis merupakan “Silent epidemi” karena penyakit yang sering tidak diketahui, dan sering kali tidak ada gejala sampai dengan fraktur pertama.
Baca juga: Duh, Malas Gerak Selama Pandemi Bisa Kena Osteoporosis
Oleh karena itu, Kemenkes mengajak masyarakat untuk bisa melakukan 5 langkah agar tulang sehat dan terhindar dari patah tulang, yaitu dengan berolahraga secara teratur, diet sehat yang kaya akan nutrisi, hindari gaya hidup tidak sehat, deteksi dini faktor risiko, dan juga, jika merasa mempunyai risiko tinggi maka segera melakukan pemeriksaan dan pengobatan di Rumah Sakit atau Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).
Selain itu, mendapatkan sinar matahari yang cukup dapat membantu pembentukan vitamin D.
Menurut Kemenkes RI, pengaktifan vitamin D dapat dilakukan dengan berjemur saat pagi sejak terbit sampai jam 09.00 dan sore pada jam 15.00 sampai matahari terbenam. Berjemur dapat dilakukan selama 10 – 15 menit. (*/H-2)
PREVALENSI obesitas nasional pada penduduk berusia sekitar 18 tahun di Indonesia mengalami peningkatan. Angka ini naik dari 21,8% pada tahun 2018 menjadi 23,4% pada tahun 2023.
DIREKTUR Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) , Siti Nadia Tarmizi, memaparkan urgensi perbaikan sistem deteksi dini kanker payudara.
KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) menegaskan imunisasi campak-rubella (MR) merupakan langkah paling efektif untuk mencegah penularan campak.
Iuran JKN yang dikelola BPJS Kesehatan perlu naik setiap dua tahun guna mencegah defisit dan menjaga keberlanjutan layanan kesehatan.
RI perkuat imunisasi dan surveilans usai 2 WNA Australia positif campak pasca-perjalanan dari Jakarta & Bandung. Cek detail kasus dan langkah Kemenkes di sini.
Penyakit Tidak Menular (PTM) kini mengintai usia produktif. Kenali gejala, data terbaru 2026, dan panduan deteksi dini untuk menjaga produktivitas masa depan.
Peneliti dari UC Irvine berhasil mengubah urine manusia menjadi hydroxyapatite menggunakan ragi hasil rekayasa genetik.
Kurangnya aktivitas fisik hingga kebiasaan makan yang tidak sehat menjadi faktor risiko yang besar untuk seseorang mengalami osteoporosis.
Memiliki kecukupan kolagen dapat menurunkan risiko terkena osteoporosis.
Prioritas inovasi kesehatan lain yaitu bahan baku obat yang ditargetkan mampu menyubstitusi impor hingga 7% pada 2024 dan pengembangan riset/inovasi penanganan covid-19.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved