Kamis 26 November 2020, 09:05 WIB

Opung Pilih Jalan Santai supaya Tetap Bugar

Suryani Wandari Putri Pertiwi | Humaniora
Opung Pilih Jalan Santai supaya Tetap Bugar

Istimewa
Ilustrasi lansia

 

TETAP beraktivitas secara rutin menjadi salah satu kunci hidup sehat secara fisik dan mental. Namun, kondisi serbaterbatas di kala pandemi covid-19 membuat hal itu sulit dilakukan bagi mereka yang lanjut usia (lansia) di atas 50 tahun.

“Saya biasa lari, tapi karena mungkin sudah opung (kakek), saya tidak kuat lari pakai masker. Akhirnya selama pandemi saya hanya jalan atau slow jogging,” cuit Aman B Pulungan, Ketua Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dalam akun Instagram-nya, Minggu, 22 November 2020.

Agar tetap bugar, Aman pun memilih jalan santai daripada bersepeda dan berenang. Selain karena faktor ketahanan fisik, jalan santai juga dianggap aman, tentunya dengan tetap memakai masker dan menjaga jarak.

Dengan merujuk hasil review sejumlah ahli kesehatan Kanada di Journal of Aging Research yang diterbitkan pada Mei 2020, Aman menyampaikan olahraga bagi lansia sangat penting, apa pun bentuknya. Yang penting durasi latihannya 150 menit per minggu. “Biasanya saya cicil dan saat weekend yang paling lama,” ujarnya.

Tidak diragukan lagi bahwa olahraga memiliki efek menguntungkan pada fungsi kardiovaskular dan serebrovaskular pada orang lanjut usia. Sebuah studi cross-sectional dari 165 orang dewasa yang lebih tua yang sehat menemukan bahwa mereka dengan tingkat kebugaran yang lebih tinggi memiliki volume hipokampus (bagian limbik yang berperan dalam pengolahan memori) dan kinerja memori spasial lebih baik.

Studi lain mengungkapkan bahwa pria sehat berusia 18-79 tahun dengan kebugaran aerobik yang lebih baik memiliki aliran darah otak 17% lebih tinggi.

Spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi dari Siloam Hospitals Annisa Nuhonni menyampaikan bugar ialah kemampuan tubuh untuk menghirup oksigen sehingga bisa bergerak dan beraktivitas sehari-hari tanpa lelah.Untuk mencapai tubuh bugar setiap orang bisa menentukan kapasitas dari organ tubuhnya, misalnya dengan porsi latihan yang bertahap.

“Pada umur di atas 50 tahun, berjalan 7.500 langkah saja setiap harinya bisa meningkatkan kognitif. Bahkan pada 3.500 langkah sudah meningkatkan fungsi otot, tulang, sendi, sistem pernapasan, jantung,” katanya dalam webinar, belum lama ini.

Berjalan, lanjutnya, bisa menjadi pilihan lantaran paling mudah, murah, dan juga bisa dikombinasikan dalam beragam bentuk misalnya tarian, senam, dan poco-poco. (H-2)

Baca Juga

Ist

Atasi Banjir di Kalsel, Perlu Peningkatan Tata Kelola Air

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 27 Januari 2021, 15:16 WIB
Tata kelola air di DAS Kalsel perlu ditingkatkan, khususnya pengelolaan dan pengawasan air limpasan yang terjadi di daerah hulu melalui...
MI/Insi Nantika Jelita

Sandiaga Donor Plasma Konvalesen untuk Pasien Covid-19

👤Insi Nantika Jelita 🕔Rabu 27 Januari 2021, 14:25 WIB
MENTERI Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno melakukan donor plasma konvalesen di Kantor Palang Merah Indonesia (PMI),...
Medcom.id

Rusak Hutan, Wakil Ketua DPRD Takalar Dijerat Pidana Berlapis

👤 Atalya Puspa 🕔Rabu 27 Januari 2021, 13:57 WIB
Penyidik menduga perbuatan tersangka HJB yaitu menebang pohon tanpa memiliki hak atau izin dari pejabat...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya