Selasa 24 November 2020, 15:15 WIB

Seleksi Guru PPPK untuk Tingkatkan Layanan pada Peserta Didik

Faustinus Nua | Humaniora
Seleksi Guru PPPK untuk Tingkatkan Layanan pada Peserta Didik

MI/CITRA LARASATI
Guru PPKN SMAN 77 Jakarta Fajar Selawati sedang memberikan materi saat pembelajaran jarak jauh, Selasa (17/11).

 

Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) membuka kesempatan bagi para guru honorer, termasuk guru tenaga honorer kategori 2 (eks-THK-2), untuk mendaftar dan mengikuti ujian seleksi menjadi guru Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahun 2021. Seleksi ini terbuka bagi guru honorer yang terdaftar di Data Pokok Pendidikan (Dapodik), serta lulusan Pendidikan Profesi Guru (PPG) yang saat ini tidak mengajar.

Mendikbud Nadiem Anwar Makarim mengatakan kementerian melakukan perhitungan berdasarkan Dapodik bahwa kebutuhan guru di sekolah negeri, di luar guru yang berstatus PNS yang saat ini mengajar, mencapai satu juta guru. Dilihat dari sudut pandang keberadaan guru, jumlah guru ASN yang tersedia di sekolah negeri hanya 60% dari jumlah kebutuhan seharusnya.

Baca juga: Hari Guru Nasional, Komed Gelar Lomba Cipta Pembelajaran Nasional

"Sejak empat tahun terakhir, jumlah ini terus menurun sebanyak 6% setiap tahunnya. Namun, penambahan jumlah guru ASN hanya sekitar 2% setiap tahunnya. Ini menyebabkan kurangnya pelayanan yang optimal kepada peserta didik," ungkapnya dalam keterangan resmi Kemendikbud.

Pembukaan seleksi untuk menjadi guru PPPK adalah wujud negara hadir menyediakan kesempatan yang adil untuk guru-guru honorer yang kompeten. Sehingga, mereka mendapatkan penghasilan yang layak dan memberi pelayanan yang optimal.

"Rencana seleksi ini adalah salah satu upaya pemerintah untuk meningkatkan pelayanan kepada peserta didik adalah melalui peningkatan ketersediaan guru ASN dengan melakukan seleksi guru PPPK," imbuh Mendikbud.

Nadiem menjelaskan, setidaknya ada lima terobosan mekanisme seleksi guru PPPK yang telah disiapkan oleh pemerintah pusat. Pertama, berbeda dari tahun-tahun sebelumnya dengan formasi terbatas, batasan jumlah guru PPPK kali ini mencapai satu juta guru.

“Tahun-tahun sebelumnya, banyak guru-guru honorer kita harus menunggu dan antre untuk membuktikan diri. Di tahun 2021, semua guru honorer dan lulusan Pendidikan Profesi Guru bisa daftar dan mengikuti seleksi,” kata Mendikbud.

Meskipun demikian, Mendikbud menegaskan tidak kompromi soal kualitas pendidik. “Hanya yang lulus seleksilah yang akan menjadi PPPK,” tegasnya.

Kedua, jika sebelumnya setiap pendaftar hanya diberikan kesempatan satu kali ujian seleksi per tahun, sekarang setiap pendaftar dapat mengikuti ujian seleksi sampai tiga kali. “Jika gagal pada kesempatan pertama, dapat belajar dan mengulang ujian hingga dua kali lagi di tahun yang sama atau tahun berikutnya,” jelas Mendikbud.

Sehubungan dengan persiapan ujian seleksi, Mendikbud menyampaikan terobosan ketiga. Sebelumnya, tidak ada materi persiapan bagi pendaftar. Kemendikbud ingin pastikan guru-guru hororer mendapat kesempatan yang adil, sehingga materi belajar daring dapat diperoleh semua peserta untuk membantu mempersiapkan diri buat ujian.

“Akan ada materi untuk guru honorer agar dapat mempersiapkan diri sebelum ujian. Standar ujian seleksi ini akan ditentukan dengan sangat matang untuk memastikan kualitas mutu pembelajaran anak-anak kita terus terjaga,” tambahnya.

Keempat, jika dahulu pemerintah daerah harus menyiapkan anggaran gaji peserta yang lulus seleksi, mulai tahun 2021 pemerintah pusat memastikan tersedianya anggaran bagi gaji semua peserta yang lulus seleksi guru PPPK.

Kelima, tidak seperti tahun-tahun sebelumnya dimana biaya penyelenggaraan ujian ditanggung pemerintah daerah, kini biaya tersebut akan ditanggung oleh Kemendikbud. (H-3)

Baca Juga

ANTARA/ M Agung Rajasa

Vent-I, Tak Sekadar Alat Tapi Juga Perjuangan Kemanusiaan

👤Ferdian Ananda Majni 🕔Sabtu 23 Januari 2021, 15:35 WIB
Dalam prosesnya, butuh waktu 1 bulan untuk bisa lulus uji alat ventilator tersebut. Mulai dari uji ketahanan, keamanan, dan...
ANTARA

Sekolah Dilarang Paksa Siswa Gunakan Seragam Model Agama Tertentu

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 23 Januari 2021, 15:31 WIB
Sekolah tidak boleh membuat peraturan atau imbauan bagi peserta didik untuk menggunakan model pakaian kekhususan agama tertentu sebagai...
 Ina FASSBENDER / AFP

Pfizer Siapkan 40 Juta Vaksin Covid-19 untuk Negara Miskin

👤Nur Aivanni 🕔Sabtu 23 Januari 2021, 13:32 WIB
Perusahaan farmasi Pfizer akan memberikan hingga 40 juta dosis vaksin covid-19 untuk negara-negara miskin tanpa mendapatkan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya