Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
DALAM rangka memperingati Hari Guru Nasional pada 25 November 2020, Komunitas Media Pembelajaran (Komed) melaksanakan rangkaian kegiatan Lomba Cipta Media Pembelajaran (LCMP) secara nasional dimulai pada akhir bulan Oktober 2020 hingga 25 November 2020.
LCMP merupakan kegiatan tahunan Komed yang diselenggarakan dengan tujuan untuk menjadi ruang belajar dan berkreasi bagi guru-guru Indonesia. Komed mendorong guru untuk aktif berkreasi dan belajar, tidak hanya fokus pada kompetisi semata. Oleh sebab itu, guru-guru yang mendaftarkan diri diberikan banyak pembekalan.
LCMP Nasional kali ini ditujukan untuk guru-guru dari berbagai jenjang dan tidak terbatas wilayah geografis. Semua guru dari jenjang PAUD/TK/Sederajat, SD/MI/sederajat dan SMP-SMA/Sederajat dari berbagai wilayah Indonesia diperbolehkan mengikuti rangkaian kegiatan LCMP Nasional ini.
Peserta terdaftar boleh hanya mengikuti pelatihannya saja, lombanya saja, acara pameran saja ataupun mengikuti keseluruhan rangkaian acara yang diselenggarakan.
Berbeda dengan tahun sebelumnya, acara LCMP ini terselenggara secara online dengan mengambil tema “Tetap Aktif dan Kreatif di Tengah Pandemi”.
Peserta lomba akan mengirimkan berkas karyanya melalui email. Pelaksanaannya pun dilakukan selama berhari-hari. Rangkaian kegiatan dimulai dengan pendaftaran peserta pelatihan dan juga pemberian pelatihan kepada 600an guru.
Tiga materi pelatihan yang diberikan saat acara LCMP ini seputar media pembelajaran, yaitu Pembuatan Video Pembelajaran, Pembuatan Media Pembelajaran Menggunakan Aplikasi Google Slide dan Pembuatan Poster Pembelajaran menggunakan aplikasi Canva.
Tiga materi tersebut telah diberikan pada 26-27 Oktober 2020 melalui kelas zoom us dan YouTube. Materi pelatihan diberikan dengan harapan dapat memberikan keterampilan tambahan pada guru yang nanti akan ikut Lomba Cipta Media.
Adapun pengumpulan berkas lomba dilakukan pada 2-22 November 2020, di mana peserta wajib menuliskan deskripsi terkait media pembelajaran pada formulir yang telah disediakan, peserta pun wajib mengumpulkan video terkait media pembelajaran untuk kemudian dipuload di Youtube. Terdapat 120 peserta lomba terdaftar.
Dari total peserta terdaftar, dewan juri menyeleksi berkas tersebut menjadi 15 nomine. Peserta yang masuk nominasi melakukan desiminasi/presentasi langsung di depan tiga dewan juri. Desiminasi 15 peserta tersebut dilakukan pada 22-23 November 2020 melalui zoom, setiap peserta menyiapkan presentasi terbaiknya.
Pada LCMP Nasional kali ini banyak sekali kreasi media pembelajaran hasil inovasi para guru. Guru-guru banyak memanfaatkan aplikasi gratis untuk menciptakan berbagai media pembelajaran, terutama media pembelajaran digital.
Ada yang membuat media pembelajaran menggunakan berbagai aplikasi digital, ada yang menggunakan Google Slide untuk membuat media, ada yang membuat video pembelajaran dan ada pula yang menggunakan media sederhana yang digunakan saat konsultasi belajar. Prinsipnya media pembelajaran karya peserta ini harus sudah digunakan saat pembelajaran di masa pandemi.
Terselenggaranya acara LCMP Nasional ini mendapatkan apresiasi dari berbagai pihak dan mitra, KOMED bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Bogor, Kementrian Agama, Kabupaten Bogor, PGRI, Komunitas Guru Belajar Nasional, Kampus Guru Cikal dan juga disponsori oleh Wardah.
Guru yang mendaftarkan diri pun terdiri dari dari berbagai jenjang dan berbagai wilayah. Pendaftar tidak hanya guru-guru yang berasal dari pulau Sumatera dan Jawa, adapula yang dari pulau Sulawesi dan Kalimantan.
Puncak kegiatan LCMP Nasional ini ditutup dengan acara pameran media pembelajaran Karya KOMED, terdapat 8 karya yang dipresentasikan secara langsung oleh para pengurus Komed dan terdapat ratusan karya media pembelajaran yang dipamerkan.
Acara yang berlangsung pada Rabu, 25 November 2020 ini diikuti ratusan peserta melalui zoom us ataupun YouTube. Terselenggaranya acara puncak LCMP Nasional pada tanggal tersebut dimaksudkan untuk merayakan Hari Guru Nasional.
“Karya guru yang ditampilkan merupakan salah satu upaya untuk menghargai kreasi dan karya para guru” ujar Nurul Aeni selaku Ketua Panitia LCMP Nasional tersebut. Selanjutnya pada tanggal ini pula, panitia LCM mengumumkan pemenang Lomba.
Pemenang Lomba terdiri dari juara 1, 2, 3 dan harapan 1 dan harapan 2 untuk kategori karya Guru PAUD/TK/sederajat, SD/MI/sederajat dan SMP-SMA/sederajat. Peserta antusias dan senang selama penyelenggaraan kegiatan LCMP ini. Tidak hanya kompetisi yang mereka ikuti, namun banyak materi dan pembelajaran yang guru-guru dapatkan.
“Acara LCMP Nasional ini tentu tidaklah berjalan sempurna yang diharapkan, pastinya ada kendala teknis yang terjadi. Panitia akan melakukan evaluasi dan refleksi agar penyelanggaraan acara di tahun depan akan lebih baik lagi,”tutur Mulyadi Saputera selaku penanggung jawab utama kegiatan LCMP. (RO/OL-09)
Tahun ini partisipan program antara lain SMKN 18 Jakarta, SMKN 20 Jakarta, SMKN 43 Jakarta, SMKN 51 Jakarta, serta SMA HighScope Indonesia cabang Bali, Denpasar, dan TB Simatupang.
Pemkot Tangerang Selatan merampungkan pembangunan ulang SDN Babakan 01 Setu. Sekolah kini memiliki 24 ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, dan lapangan baru tanpa sistem masuk siang.
Nickel Industries Limited bersama Universitas Hasanuddin menyelenggarakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) bagi mahasiswa penerima beasiswa Nickel Industries asal Morowali.
PERUBAHAN sosial dan teknologi yang melaju cepat telah mengubah wajah pendidikan.
Penguatan proses pembelajaran menjadi inti dari rangkaian Program CSR Bigger Dream Fase 3 yang digagas MMSGI bersama Yayasan Life After Mine Foundation (LINE).
Penguatan proses pembelajaran teknik yang relevan dengan kebutuhan industri menjadi fokus utama ABB Motion melalui inisiatif ABB Motion Goes to Campus.
Selain berorientasi pada murid, guru sebagai jantung perubahan di ekosistem pendidikan perlu mendapatkan perhatian serius.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi strategis antara Sharing Happiness, Guruverse.id, dan ACF Eduhub sebagai mitra pelaksana.
Sebagian siswa cenderung terlalu dimanja dan setiap persoalan kecil dilaporkan kepada orang tua, bahkan berujung pada kriminalisasi guru.
KEGELISAHAN guru terhadap kehadiran teknologi di ruang kelas kerap dianggap sebagai gejala baru.
Guru dan mahasiswa dilibatkan dalam pendidikan gizi di sekolah penerima MBG untuk meningkatkan kesadaran nutrisi dan mengoptimalkan konsumsi makanan siswa.
Saat harga tiket masuk ke museum murah saja, faktanya minat publik untuk wisata edukasi masih rendah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved