Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PERINGATAN Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Republik Indonesia (RI) harus menjadi momen refleksi nasional untuk menata ulang arah manajemen pendidikan. Di tengah berbagai capaian pembangunan, masih ada pekerjaan rumah besar yang menuntut perhatian serius, yakni memastikan pemerataan kualitas pendidikan hingga ke wilayah terdepan, terluar, dan tertinggal (3T).
Praktisi pendidikan, Ahmad Budidarma, menegaskan pentingnya perhatian pemerintah terhadap guru di wilayah 3T. Melalui bukunya Sang Cerdik Pandai di Ujung Negeri, ia menyoroti bagaimana kebijakan pendidikan harus menjangkau seluruh pelosok negeri secara merata, agar cita-cita kemerdekaan dalam mencerdaskan kehidupan bangsa benar-benar terwujud.
Arah kebijakan ini sejalan dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya pada pilar pembangunan sumber daya manusia (SDM) yang menekankan penguatan pendidikan, peningkatan kualitas kesehatan, serta pemanfaatan teknologi secara merata di seluruh Indonesia. Prinsip ini menuntut adanya langkah-langkah strategis yang efektif dan efisien, dengan prioritas tertinggi pada pemenuhan jumlah dan kompetensi guru di semua jenjang.
Ahmad mengatakan, usia kemerdekaan yang ke-80, ironi di bidang pendidikan masih banyak terjadi. Misalnya sekolah di wilayah 3T yang muridnya belum menikmati listrik selama 24 jam penuh. Kondisi ini mempersulit pelaksanaan pelatihan dan bimbingan teknis bagi guru yang sebagian besar masih dilakukan secara daring. Akibatnya, guru di daerah terpencil sering kali menerima akses pelatihan paling akhir, bahkan berisiko tertinggal karena materi yang sudah berubah sebelum sempat diterapkan.
"Pemerataan pendidikan sejatinya tidak cukup hanya fokus pada perkotaan. Diperlukan pendekatan yang berpihak pada daerah dengan keterbatasan infrastruktur, termasuk memadukan metode pelatihan tatap muka dan hibrida yang disesuaikan dengan kondisi lapangan. Tanpa langkah ini, kesenjangan kualitas pendidikan akan tetap melebar," kata Ahmad, dalam keterangannya, Jumat, (15/8).
Ahmad mengatakan, untuk bisa mencapai cita-cita pemerataan kualitas pendidikan yang mumpuni, pemerintah sebagai pembuat kebijakan harus lebih menekankan perbaikan yang konsisten dan berkelanjutan, bukan kebijakan yang mudah berubah dan membingungkan pendidik di lapangan.
“Jangan sampai setiap pergantian pimpinan berarti pergantian program. Siapkan program yang berdampak jangka panjang dan terukur, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan,” ujarnya.
Menurutnya, di era 80 tahun Indonesia merdeka, bangsa ini sudah cukup matang untuk memahami apa yang kurang dan harus diperbaiki sebagai prioritas utama. Fokus seharusnya diarahkan pada penyelesaian masalah mendasar yang sudah jelas sumbernya, bukan membuat program baru yang hanya menghabiskan anggaran tetapi mengabaikan ‘penyakit lama’ yang belum teratasi.
"Semangat kemerdekaan ke-80 seharusnya menjadi penggerak untuk memperkuat koordinasi lintas sektor, memastikan bahwa anak di pulau kecil maupun desa terpencil mendapatkan kesempatan belajar yang sama baiknya dengan anak di kota besar. Pendidikan berkualitas untuk semua bukan sekadar slogan, tetapi amanat konstitusi yang harus diwujudkan di setiap sudut negeri," tutupnya. (H-3)
PEMERINTAH Kota (Pemkot) Batam resmi membatalkan gelaran Pesta Rakyat pada malam puncak peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia di Dataran Engku Putri Batamcentre, Sabtu (30/8) malam.
BP Batam bersama Pemerintah Kota Batam resmi membatalkan pelaksanaan acara "Pesta Rakyat Rangkaian Perayaan HUT ke-80 RI" yang seharusnya digelar pada Sabtu, 30 Agustus 2025.
PT Tower Bersama Infrastructure (TBIG) kembali melanjutkan program Aksi Sehat Bangun Bersama yang digelar di 80 desa wilayah Terdepan, Terluar, Tertinggal (3T).
RANGKAIAN perayaan HUT ke-80 RI di Bontang yang digelar PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) bukan hanya menyisakan euforia kemerdekaan, tetapi juga meninggalkan kontribusi ke warga.
INDONESIA memasuki usia 80 tahun kemerdekaan.
Penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan negara dan pemerintah terhadap eksistensi DPD RI sebagai lembaga legislatif dalam sistem ketatanegaraan Indonesia.
Upaya peningkatan kualitas pendidikan di tanah air yang lebih merata demi mewujudkan generasi penerus bangsa yang berdaya saing di masa depan harus terus didorong.
Dengan kolaborasi yang erat dan prinsip RAMAH dari Kemendikdasmen, pendidikan yang lebih inklusif, berkualitas, dan berorientasi pada masa depan dapat terwujud segera.
LAYANAN pendidikan yang merata di tanah air harus segera diwujudkan demi peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) nasional yang lebih baik di masa depan.
UPAYA pemerataan mutu pendidikan harus mendapat dukungan semua pihak agar setiap anak bangsa memiliki daya saing dalam menjawab berbagai tantangan global.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved