Headline
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Pelibatan tokoh dan elite politik akan memperkuat legitimasi kebijakan pemerintah.
Kumpulan Berita DPR RI
DI masa pandemi covid-19, lanjut usia (lansia) merupakan kelompok rentan yang asupan gizinya perlu diperhatikan agar imunitas tubuhnya terjaga. Dokter Spesialis Gizi Klinik RSUI Anna Maurina menjelaskan ada sejumlah perubahan pada tubuh yang dialami oleh lansia jika dibandingkan ketika masih berusia muda.
Asupan gizi lansia sangat bergantung pada lima hal yakni usia, jenis kelamin, berat dan tinggi badan, aktivitas fisik, dan penyakit penyerta. "Untuk menjaga kondisi tubuh, maka para lansia harus mengonsumsi makanan bergizi seimbang, mulai dari karbohidrat, protein, hingga vitamin dan mineral," ujar Amma dalam seminar daring, Selasa (13/10).
Protein yang berfungsi sebagai zat pembangun dan sumber energi bisa didapat dari hewan maupun tumbuhan seperti ayam, ikan, telur tahu, dan tempe. Karbohidrat berfungsi sebagai sumber energi, selain dari nasi, juga bisa didapatkan dari singkong dan roti. Sedangkan vitamin dan mineral yang dibutuhkan untuk metabolisme tubuh, banyak didapatkan dari buah dan sayuran.
Pada lansia berusia lebih dari 65 tahun, dibutuhkan vitamin A sebanyak 500-600 mcg, vitamin C 75-90 mg, vitamin D 20 mcg, vitamin E 15 mg, seng 10-13 mg, vitamin B6 1,6-1,7 mg, vitamin B12 2,4 mcg, dan folat mcg.
Anna menambahkan, umumnya lansia mengalami masalah saat mengonsumsi makanan seperti gangguan mengunyah karena gigi tidak lengkap, penurunan pengecapan karena gangguan papil lidah sebagai indra pengecap, penurunan produksi air ludah, penurunan daya cerna, hingga berujung pada penurunan nafsu makan. Oleh sebab itu, dapat dibantu dengan menggunakan trik modifikasi makanan.
Di antaranya memberi makanan lunak, semi padat, atau cair dan ditambah rasa dengan bumbu-bumbuan seperti kunyit, jahe, dan bawang. Karena daya cerna menurun, makanan dapat dikonsumsi dalam porsi kecil dengan intensitas yang sering serta perbanyak minum air.
“Contoh trik modifikasi makanan bisa membuat bubur nasi dengan lauk cincang, oatmeal dicampur air atau susu dan buah, mashed potato, sup jagung, dan tim nasi,” tandasnya.
Masalah lansia lain umumnya yakni terjadi peningkatan massa lemak atau lemak dalam dan sering terjadi sarkopenia atau penurunan masa otot. Jadi untuk melakukan segala sesuatu berkegiatan agak susah karena massa ototnya mulai mengecil/sedikit, lalu terjadi penurunan kekuatan serta peforma fisik dan gangguan fisik,” tutur Anna.
Pada sistem saraf, terjadi penurunan kemampuan otak dalam transmisi sinyal dan komunikasi dan akhirnya penurunan kognisi. Pada kemampuan sensorik terjadi penurunan kemampuan merasa dalam pengecapan, mulut terasa kering, dan sulit menelan.
Selain itu, terjadi penurunan fungsi ginjal, jumlah urin mejadi sedikit dan rentan dehidrasi. Pada jantung dan pembuluh darah, terjadi penurunan elastisitas pembuluh darah dan penurunan frekuensi nadi.
“Kemudian terjadi juga penurunan respons imun dan efektivitasnya karena ada perubahan-perubahan struktur kimia sel, ada perubahan pola protein pada permukaan sel, ada mutasi,” pungkasnya.(H-1)
Efektivitas terapi kanker harus berjalan selaras dengan kondisi fisik dan psikologis pasien.
Kemensos bersama Badan Gizi Nasional (BGN) mematangkan skema pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi lanjut usia (lansia) dan penyandang disabilitas.
Studi JAMA 2026 ungkap 32% kasus demensia terkait gangguan pendengaran. Simak tanda awal dan cara alat bantu dengar cegah penurunan kognitif hingga 50%.
Identifikasi trauma pada anak memerlukan kepekaan khusus karena mereka belum mampu mengomunikasikan perasaan mereka secara verbal.
Simak tips aman bagi lansia saat menjalani puasa Ramadan 1447 H, termasuk menu sahur bergizi, hidrasi cukup, olahraga ringan, dan istirahat yang cukup agar tetap sehat.
Seiring bertambahnya usia, kebutuhan nutrisi ikut berubah. Pada lansia, massa otot dan kepadatan tulang cenderung menurun, sementara daya tahan tubuh bisa melemah
makanan yang dimasak dan diproses mengandung senyawa bernama AGEs yang ditemukan dalam makanan cepat saji
Nutrisi seperti vitamin C, vitamin E, antioksidan, dan asam lemak sehat berperan penting dalam mendukung fungsi imun agar tubuh lebih tahan terhadap virus dan bakteri penyebab flu.
Orang tua disarankan lebih cermat menyiasati pemenuhan gizi anak di rumah, terutama bagi anak yang lebih menyukai susu dibandingkan makanan utama.
Makanan sehat dan sederhana seperti pisang, oatmeal, ikan, dan sayuran hijau terbukti membantu meredakan stres secara alami dan menenangkan pikiran.
Terdapat lima makanan sehat yang dapat melawan stres.
Berbagai makanan kaya serat dan antioksidan dapat membantu menurunkan risiko kanker, bila dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan sehat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved