Headline
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Pada perdagangan kemarin, rupiah menguat tipis dan ditutup di level Rp16.936 per dolar AS.
Kumpulan Berita DPR RI
PERINGATAN Hari Anak Nasional (HAN) tahun ini berbeda seiring dengan adaptasi kebiasaan baru yang diterapkan selama pandemi covid-19 di Indonesia. Hal ini yang juga dirasakan akibatnya oleh anak-anak.
Anak-anak menjadi kurang kesempatan untuk bermain dan belajar secara bebas, kurang dapat bersosialisasi bersama teman-temannya. Di sisi lain, mereka menerima beban aktivitas sekolah dari rumah secara daring sehingga lebih banyak memainkan gawai.
Dokter spesialis anak RSUI Annisa Rahmania Yulman mengingatkan orangtua tetap harus membatasi screen time anak dan membuat mereka tetap aktif selama masa adaptasi dan pandemi ini.
"Penggunaan gawai harus bijak walaupun sekolah pun juga menggunakan (gawai). Orangtua harus mempunyai dalih dan strategi untuk mengatur screen time anak," kata Annisa dalam siaran pers RSUI, Kamis (23/7).
Dia mengatakan, waktu maksimal paparan layar untuk anak 0-1 tahun nol artinya tidak boleh ada screen time pada anak di usia itu. Sedangkan untuk anak di atas usia 1-2 tahun, orang dewasa harus selalu mendampingi anak-anak dalam memanfaatkan gawainya.
Orangtua juga harus memahami beberapa tanda-tanda anak yang adiksi gawai seperti anak sulit konsentrasi, mudah tantrum, dan sejenisnya.
Baca juga: Yuk Dengarkan Ide Permainan dari Anak
Annisa mengatakan, walaupun anak di rumah saja, mereka juga tetap harus aktif bergerak untuk menjamin pertumbuhan dan perkembangan mereka berlangsung dengan optimal.
"Sedentary lifestyle harus dihindari, harus istirahat cukup walaupun di rumah aja," ujarnya.
Dalam sehari, anak usia 0-1 tahun dianjurkan melakukan minimal selama 30 menit aktivitas fisik dan 180 menit anak umur 1-4 tahun. Tentunya, intensitas beratnya aktivitas untuk anak usia 1-2 tahun dan 3-4 tahun berbeda.
Mila Sri Wardani dari bagian pediatrik RSUI mengatakan, pergerakan anak mencakup motorik kasar dan halus tetap harus terpenuhi selama masa pandemi dan adaptasi kebiasaan baru saat ini.
Orangtua perlu menciptakan permainan yang menyenangkan dan mempertimbangkan pergerakan motoriknya serta memperhatikan protokol kesehatan selama bermain bersama anak.
Menurut dia, anak-anak yang masa pandemi banyak kehilangan waktu bermain di luar rumah, perlu dibantu untuk bermain di dalam rumah. Orang dewasa perlu meningkatkan kreativitasnya sehingga walaupun anak terpaksa bermain dalam rumah, tidak mengalami kebosanan.
Kepala Seksi Rawat Inap RSUI Nur Akbar mengingatkan, selain kesehatan, keceriaan anak juga harus dipertahankan dengan memainkan permainan yang menyenangkan salah satunya dengan terlibat dalam imajinasi anak selama permainan, memainkan permainan bersama anak dengan memperhatikan umur serta menjaga anak tetap aktif.(OL-5)
TREN warna personal (personal color) semakin populer di kalangan gen Z sebagai cara mengekspresikan gaya. Kini preferensi warna tersebut juga bisa diterapkan pada gadget (gawai).
Meski waktu ideal bermain gawai untuk kebutuhan hiburan maksimal dua jam per hari, kenyataannya banyak anak dan remaja tetap mencari celah untuk melanggarnya.
Hands-on play melatih kemampuan memecahkan masalah, mengasah fokus, dan memicu imajinasi, hal-hal yang sering terabaikan saat melakukan screen time berlebihan.
Lingkungan yang mendukung untuk interaksi hangat yang dimaksud ialah saat interaksi berlangsung, orangtua tidak memberikan tekanan bahwa anak harus bercerita tentang kehidupannya.
Jika sebelumnya seorang kreator membutuhkan perangkat kamera profesional, kini seluruh kebutuhan dokumentasi dapat dilakukan hanya melalui ponsel.
ANGGOTA Komisi E DPRD DKI Jakarta Abdul Aziz menilai penggunaan gawai (gadget) tak baik jika dijadikan alat utama pembalajaran untuk anak sekolah di jenjang SD, SMP maupun SMA.
Ia menjelaskan, salah satu langkah pencegahan yang dilakukan adalah melakukan vaksinasi untuk kepada masyarakat.
Bencana banjir di Sumatra memicu kritik terhadap respons pemerintah. Sosok almarhum Achmad Yurianto kembali dikenang atas perannya sebagai juru bicara pemerintah saat pandemi Covid-19.
Termometer perlu disterilisasi untuk membunuh kuman dan bakteri jika digunakan pada banyak orang.
DALAM beberapa minggu terakhir, rumah sakit dan klinik di wilayah Jabodetabek mencatat peningkatan signifikan pasien dengan gejala flu yang mirip covid-19.
KEPALA Biro Komunikasi dan Persidangan Kemenko PMK, Budi Prasetyo, mengatakan pemerintah berencana pola penanganan tuberkulosis (Tb)) akan dilakukan secara terpadu seperti covid-19.
MENTERI Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengusulkan data program keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) dilaporkan secara rutin seperti laporan covid-19 pada saat pandemi lalu.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved