Headline
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Pelanggaran terhadap pembatasan operasional truk memperparah kemacetan.
Kumpulan Berita DPR RI
MENGURANGI penggunaan gawai pada anak memang bukan hal yang bisa dilakukan dengan instan dan mudah. Dibutuhkan komitmen orangtua untuk membuat anak memiliki kesibukan lain selain bermain gawai, khususnya di momen libur Lebaran yang panjang.
Sebelumnya, pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) juga telah memperketat aturan akses digital bagi anak di bawah 16 tahun lewat Peraturan Menteri Nomor 9 Tahun 2026. Namun, regulasi ini memerlukan dukungan penuh dari unit terkecil masyarakat, yaitu keluarga.
Guru Besar Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, Rose Mini Agoes Salim atau yang akrab disapa Bunda Romi, menyatakan bahwa peran keluarga sangat krusial dalam menerapkan aktivitas yang dapat mengurangi ketergantungan gawai pada anak.
Menurut Prof. Romi, sekadar melarang atau mengambil gawai dari tangan anak tidak akan efektif. Anak justru akan merasa bingung dan frustrasi jika tidak ada aktivitas lain yang dilakukan bersama.
"Orang tua perlu menciptakan kegiatan alternatif. Jika anak hanya diminta berhenti menggunakan gawai tanpa ada aktivitas lain, anak justru akan kebingungan harus melakukan apa," ujar Romi di Jakarta.
Bagi orang tua yang keduanya bekerja, Prof. Romi menyarankan agar pendampingan bisa didelegasikan kepada orang yang dipercaya. Namun, orang tua tetap wajib menyusun "program harian" yang harus diikuti oleh anak dan pengasuhnya.
Ia menekankan bahwa kehadiran fisik orang tua harus dibarengi dengan keterlibatan emosional. "Jangan hanya duduk secara fisik, tetapi juga memberikan stimulasi tertentu. Itu akan jadi menantang juga untuk anak," tambahnya.
Langkah ini sejalan dengan inisiatif Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang mengampanyekan gerakan #SatuJamBerkualitas. Gerakan ini bertujuan menghadirkan waktu tanpa gangguan digital untuk membangun keterikatan batin antara orang tua dan anak.
Pada akhirnya, penggunaan gawai untuk edukasi tetap diperbolehkan selama dalam pengawasan ketat. Namun, stimulasi langsung tetap menjadi kunci utama perkembangan anak usia dini yang tidak bisa digantikan oleh interaksi virtual.
(Ant/H-3)
Psikolog Sani B. Hermawan bagikan tips bangun kualitas kebersamaan orang tua & anak. Cukup 15 menit berkualitas untuk perkuat emotional attachment. Cek di sini!
Psikolog anak dan remaja, Vera Itabiliana, menyoroti bagaimana penggunaan media sosial dapat membawa pengaruh besar terhadap perkembangan psikologis remaja,
Tidak banyak orangtua yang sadar bahwa masa depan anak tidak terbentuk begitu saja. Ada banyak hal yang perlu diperhatikan agar proses tumbuh kembang anak optimal.
SEJUMLAH anak tampak kerap memegang genital atau alat kelaminnya sehingga tak jarang orangtua merasa khawatir melihat kebiasaan tersebut. Ini penyebabnya kata psikolog.
Pembatasan penggunaan medsos perlu dikaji lebih mendalam, dan perlu juga diperhitungkan untuk kebutuhan komunikasi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved